Feeds:
Tulisan
Komentar

Kelas Cerdas Cermat

Gosip ruang guru kemarin adalah tentang kelas lima yang tergila-gila cerdas cernat. Iya, loh! Anak-anak saya itu bener-bener gila-gilaan cerdas cermat. Dari pagi sampai sore cerdas cermat pun mereka hepi. Hepi banget! Sampe guru-guru udah pada kebingungan bikin soal untuk cerdas cermat itu.

Sebenernya, mereka senang ngumpulin poin. Lanjut Baca »

Cicak Lawan Buaya

 

Tadi, ngobrol-ngobrol setelah doa pagi. Tau-tau ngomongin masalah susahnya membagi waktu. Anak-anak saya nampaknya sudah mulai keteteran antara sekolah, tugas sekolah, les, PR les (les dikasih PR?), main dan nonton TV. Saya bilang, mereka sih terlalu banyak nonton TV. Coba selama weekend kemaren, berapa film kartun, berapa sinetron, dan berapa lama waktunya untuk belajar.

Anak-anak terak:

APAAN! AKU GAK KEBAGIAN NONTON KARTUN!

IYAAA!!

IYAYAAA…!!!

Semuanya mengeluh. Berteriak..

Loh, kalian gak nonton TV? Bagus dong..

Nonton, buuu.. Tapi bukan kartun.

Cicak lawan buaya, Buuu…. Lanjut Baca »

Ini adalah beberapa tulisan yang tersimpan di laptop saya yang tertinggalkan.

Moment Silent (18/02/09)

Di kelas saya, awal bulan ini, datang lagi dua anak baru. Saya sampai terheran-heran. Awal tahun ajaran ini (tahun ajaran kemarin maksudnya karena tulisan ini saya tulis pada bulan feb 09), anak saya hanya 4 orang. Lalu bertambah-tambah di tengah-tengah tahun ajaran. Sampai saat ini, jadi berjumlah 10 orang.

‘Al, doamu terkabul.’ Seru Kirsan. Saya memang sering mengatakan padanya bahwa saya harap, angkatan pertama sekolah ini pada akhir nanti bisa mencapai jumlah 10. Bukan apa-apa, kami menerima informasi bahwa jika satu angkatan berjumlah kurang dari sepuluh, maka UNnya harus ikut ke sekolah lain. Sebenarnya gak gitu masalah untuk ikut ujian di sekolah lain. Saya hanya khawatir, tekanannya akan lebih besar. Ujian di sekolah sendiri saja, anak-anak sudah setres minta ampun, bagaimana di sekolah lain.

Senang, tapi saya juga tidak mengharap secepat ini.

Well, kelas saya sudah bukan lagi kuburan di malam Jum’at, tapi jadi pasar malam. Pasalnya, anak-anak baru yang datang semuanya tukang ngoceh. Ibu-ibu PKK! Baik laki maupun cewe semuanya ibu-ibu arisan!! Lanjut Baca »

Been There, Done That

Dia berjanji akan segera mengambil keputusan, dan saya termangu dengan kenyataan bahwa mungkin kami akan kehilangan guru lagi.

Seorang guru yang bagus. Dan peduli dengan anak didiknya.

Saya pernah disana, kata saya kepadanya. Ambil waktu dan shalat istikharah. Lanjut Baca »

KPK Pergi Potong Lalang

Weits, ini gak ada hubungannya dengan KPK yang lagi ramai di TV. Saya gak ada kapasitas menulis tentang itu, heheh.. Maksud KPK ini adalah Kelipatan Persekutuan teKecil. Pelajaran Matematika SD.

Ini awalnya saat pramuka terakhir, penggalang main Pergi Potong Lalang. Kalau anda lupa, mungkin Anda ingat dengan main sedang apa: Lanjut Baca »

Sebelum membaca tulisan ini, sebaiknya anda membaca ini dulu. Jika ada waktu, baca juga ini.

Dan kisah ini berlanjut.

Beberapa bulan sebelumnya, ada insiden kecil. Menyangkut  Aldi. Gak enak banget lama-lama nyebut xxx, Aldi ajalah nama samarannya, yaa.. Jangan tanya saya kenapa milih nama Aldi. Lanjut Baca »

Pengakuan Dosa (Dasar Bodoh!!)

’AL, gue mau bikin pengakuan.’ Kata seorang rekan guru. Yang kebetulan juga, adalah orang yang tinggal serumah dengan saya.

Dia duduk bersila, di hadapan saya. Yang juga duduk bersila dihadapannya.

Bengong..

Serius, atau becanda?

‘Serius.’

Tangannya yang tergenggam, dibukanya. Satu benda kecil. Mata saya melebar saat melihat benda itu. Memandangnya tak percaya.

Jantung saya rasanya berhenti berdetak.

Menatapnya tidak percaya.

Jadi, kamu yang nyuri ini, En? Lanjut Baca »

Posting Kala Demam

Saya sakit, lagi. Radang tenggorokan, lagi.

Sebenernya sih, saya belum ke dokter. Saya bilang saya RADANG TENGGOROKAN karena biasanya, saya merasa sakit kayak gini, dokter bilang: RADANG TENGGOROKAN.child_with_fever

Rada bete juga gak sih dengernya? Kayaknya udah merasa sakit sampai mengerang dan merintih, gak bisa tidur, kepala ditusuk, tenggorokan disilet-silet, tau-tau Cuma RADANG TENGGOROKAN Yang kerenan dikit kek, RADANG OTAK gitu?

Harap maklum, yang nulis suhu badannya sedang tinggi sambil meringis-ringis nyeri. Lanjut Baca »

Ini awalnya kita membicarakan mading kelas selanjutnya, lalu pembicaraan beralih ke menteri-menteri yang terbaru. Terus aja nyerempet mengenai personal menteri tersebut.

Menteri keuangan Indonesia Bersatu Jilid 2, siapa, hayoo? Bilqis.

’Ngng.. Ngng… Siapa, yaa..’

Bosnya papa, kamu..

’Aku tau,’ teriak Dicky. ’Ibu Sri Mulyani..’

’Bosnya papa aku?’ Bilqis heran.

Loh, bukannya papa kamu kerjanya di departemen keuangan?

’Iya..’

Menteri keuangan itu menteri departemen, atau menteri negara?

’Menteri departemen.’

Kalau menteri departemen itu, memimpin departemennya bukan?

’Iya. Lah, iya, yaa. . Kalau gitu, Bu Sri Mulyani itu bosnya papa aku, yaa? Loh, kok aneh?’

Aneh, kenapa?

‘Aneh aja..’

Iya, anehnya kenapa?

’Kan, kalo bos itu pake dasi, Bu..’ Lanjut Baca »

It’s Time to Say Goodbye

Kami akan pindah rumah. Saya dan Eni. Tidak akan lagi tinggal di mess. Rasanya sedih sekali. Paling tidak, bagi saya.

Alasannya… Yah, ingin melangkah maju saja. Kita sama-sama nyaman tinggal di sana, tapi mau sampai kapan? Mau sampai kapan teteup hidup numpang? Tinggal di mess tidak akan membawa kita kemana-mana. Biar bagaimanapun, teteup aja berasa di asrama sekolahan.

Lanjut Baca »

Iri dan Dengki

Jauhilah oleh kamu sekalian sikap hasad (dengki), karena sesungguhnya sikap hasad itu memakan (menghabiskan) kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan (menghabiskan) kayu bakar“. (HR. Abu Daud -Ibnu Majah dari Abu Hurairah).

Saya tidak senang tembok kelas yang bersih. Maksudnya kosong melompong gitu. Makanya kelas saya setiap tahun selalu dikeluhkan yayasan karena musti dan musti lagi di cat ulang. Karena cat temboknya pada rontok bekas tempelan double tape dan lakban. Kelas lain juga pada rontok sih, tapi kelas saya selalu paling parah. Sebab 4 sisinya dari atas sampai bawah rusak semuanya. Masalahnya, saya suka norak. Setiap menemukan hal baru yang menarik dari mana-mana, dan apalagi itu memang berkaitan dengan pelajaran, maka akan saya print, lalu saya tempel.

Saya berkeyakinan, pastilah apapun yang tertempel di tembok kelas, itu dibaca.

Lanjut Baca »

Old Friends

Tahun ini, saya tidak lagi memegang bidang study IPS dan PKN. Dua-duanya dipegang walikelas masing-masing. Pelajaran TIK pun hanya sebatas kelas 5 dan 6 saja. Maka, jadilah waktu saya terus berputar antara kelas-kelas di lantai dua, dan kantor kecil sempit itu. Banyak kehilangan. Tentu saja.

Saya kangen kawan-kawan kecil saya. Bergaulnya sama anak-anak tanggung dan orang-orang dewasa melulu sih sekarang. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »