Kemarin saya membagikan dua lembar kertas kepada setiap anak kelas 4. Di setiap kertas itu ada 3 gambar yang saya ambil dari banyak sumber. Saya meminta mereka menceritakan perasaan mereka saat melihat gambar dan berita yang saya tulis, lalu menuliskan pendapat mereka dalam bentuk prosa.

Enam gambar itu adalah:

Di Indonesia. Seorang pengemis dilecehkan oleh pelajar

Di Indonesia. Seorang pengemis dilecehkan oleh pelajar

Indonesia. Seorang pengusaha kaya sedang menunjukkan lemari uangnya

Indonesia. Seorang pengusaha kaya sedang menunjukkan lemari uangnya

Di Afrika. Seekor burung pemakan bangkai sedang menunggu seorang bocah yang sedang sekarat kelaparan

Di Afrika. Seekor burung pemakan bangkai sedang menunggu seorang bocah yang sedang sekarat kelaparan

1 dari 4 orang perokok memulainya sejak dibawah usia 10 tahun. Apa pendapatmu mengenai hal ini? Apa usulmu kepada pemerintah?

1 dari 4 orang perokok memulainya sejak dibawah usia 10 tahun. Apa pendapatmu mengenai hal ini? Apa usulmu kepada pemerintah?

Australia, Februari 2009. Kebakaran hutan melanda Victoria seluas 413 ribu hektar. 181 orang meninggal dunia, lebih dari 100 orang luka-luka, 1.834 rumah habis terbakar dan sekitar 7000 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Australia, Februari 2009. Kebakaran hutan melanda Victoria seluas 413 ribu hektar. 181 orang meninggal dunia, lebih dari 100 orang luka-luka, 1.834 rumah habis terbakar dan sekitar 7000 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Seorang anak korban perang di Palestina berlumur darah sedang dipeluk oleh seorang perempuan

Seorang anak korban perang di Palestina berlumur darah sedang dipeluk oleh seorang perempuan

Komentar dan tulisan anak-anak, sama namun tak seragam. Gambar yang paling menarik perhatian ternyata adalah gambar pertama. Hampir semua anak menulis bahwa dia merasa kesal dan jengkel kepada anak sekolah yang tidak sopan tersebut. Beberapa anak menulis bahwa mereka sedih melihat seorang nenek tua yang miskin dilecehkan segitu rupa oleh anak sekolah.

Anak sekolah loh yang melakukan, bukan anak jalanan.

Gambar kedua, anak-anak menulis bahwa mereka merasa marah, kesal, dongkol, dan ada yang menulis bahwa dia merasa tersinggung. Kebanyakan anak mengatakan bahwa pengusaha tersebut sungguh sombong. Dicky menulis baha yang dilakukan oleh pengusaha tersebut berbahaya sekali karena tindakannya bisa menyebabkan dia terancam bahaya pencurian dan pembunuhan, juga berbahaya jika nanti memicu kecemburuan sosial. Hebat Dicky!

Gambar ketiga, sebagian besar anak mengatakan sedih sekali. Beberapa anak mengaku heran, melihat bahwa hari ini masih ada orang-orang yang kelaparan seperti zaman perang saja. Lucu tulisannya Nouval:

‘Udah, kita curi aja uangnya syeh Puji trus kita kasihin ke orang Afrika itu.’

Gambar keempat kebanyakan anak menganggap itu lucu dan aneh. Cukup kaget juga. Mereka kebanyakan mempertanyakan orangtua anak itu yang sepertinya tidak perduli. Satu anak malah curat panjang lebar bahwa dia sudah berusaha setiap hari memberi tahu ayahnya agar tidak merokok lagi, tapi sang ayah tidak mau dengar.

Khusus gambar ini, saya meminta anak-anak menuliskan usul kepada pemerintah berkaitan mengenai bahaya merokok. Kebanyakan anak menulis bahwa sebaiknya diberi penyuluhan terus kepada anak-anak dan para orangtuanya. Ada yang dengan keras menulis; TUTUP SAJA SEMUA PABRIKNYA. GANTI JADI PABRIK PERMEN. Seorang anak menulis bahwa pemerintah harus mau keluar uang banyak untuk membuat sebanyak-banyaknya plang dilarang ‘dilarang merokok disini’. Nah, letakan plang itu dimana-mana. Nanti juga orang males karena dimana-mana susah merokok. Hmm, lucu juga ini usulnya.

Gambar kelima kebanyakan anak menganggap itu bukan kejutan, karena ternyata hampir setengah anak memang mengikuti berita kebakaran hutan ini di TV. Weh, hebat sekali. Sebagian besar merasa prihatin sekali dengan musibah itu, dan berharap agar tidak terjadi lagi dimanapun.

Gambar kelima, lucu sekali karena banyak anak yang salah paham. Sebetulnya malah, hanya satu anak yang melihatnya sebagai gambar seorang anak laki-laki sedang ditolong oleh seorang perempuan. Sisanya menyangka bahwa itu gambar seorang anak sedang diperlakukan tidak baik. Beberapa anak dengan gamblang menuliskan bahwa tidak baik memperkosa seorang anak kecil, hah? Bagaimana itu? Sebab kertas fotokopinya tentu jadi hitam putih. Warna darahnya hilang jadi abu-abu.

Seorang anak, menulis di kertasnya sebuah pertanyaan kepada saya:

‘Kenapa ibu guru membagikan gambar yang tidak senonoh kepada murid?’

Yee…

About these ads