Curhat
Setiap hari Senin, saya membagikan selembar kertas kepada anak-anak kelas 5. Isinya hanya dua nomor yang itu-itu saja. Dua nomor itu adalah:
- Apakah kamu sekarang sedang ada masalah? Coba ceritakan apa masalahmu!
- Apa yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan masalahmu itu?
Kertas itu akan dijawab dengan macam-macam. Biasanya curhat. Ada juga yang hanya menulis bahwa dia sedang tidak ada masalah. Saya menjawab dengan memberi masukan jika diperlukan, lalu saya kembalikan lagi kepada yang bersangkutan. Saya ingin menampilkan beberapa. Menurut saya, ini akan menarik.
Ini beberapa yang saya dapatkan minggu ini:
Amir:
- Sebenarnya, saya sedang ada masalah yang susah. Ini soal masa depan. Jadi begini. Aku gak belajar kalau gak disuruh mamaku. Kadang-kadang aku diomelin dulu biar mau belajar. Kata mamaku, aku seharusnya belajar karena kesadaranku sendiri soalnya ini semua untuk aku. Aku mau sih belajar gak disuruh-suruh tapi kenyataanya aku masih disuruh-suruh.
- Aku coba mengingatkan diriku sendiri setiap hari agar belajar karena belajar itu untuk aku sendiri.
Bu AL: Yep, belajar itu untuk dirimu sendiri. Bukan untuk orangtuamu atau siapapun. Dan ingat loh, mama kan gak mungkin terus-terusan mendampingi kamu. Mungkin kamu bisa membuat jadwal belajar untukmu sendiri. Misalnya, setiap habis Maghrib. Nah, setiap habis shalat Maghrib, kamu segera belajar. Disuruh atau tidak disuruh. Dengan adanya patokan waktu tersebut, kamu jadi lebih mudah untuk ingat sendiri. Selamat mencoba, yaa…
Sandra:
- Masalahku sekarang aku lagi berantem sama adikku gara-gara main sepeda adikku ganggu aku terus. Narik-narik sepeda aku. Aku bilang, berat adek. Adekku masih narik-narik sampai aku jatuh dan berdarah. Aku lempar adekku pake sepatu. Ternyata aku orangnya pelit. Dan aku berantem sama adekku. Aku sedih. Aku mau baikan lagi sama adekku tapi aku malu untuk minta maaf sama adekku. Aku sedang mikir gimana minta maaf tapi gak malu.
- Aku gak tau..
Bu AL: Menurut ibu, sih. Minta maaf itu gak memalukan, kok. Kalau memang kita merasa salah, minta maaf saja. Atau kalau kamu masih takut minta maaf karena ada kemungkinan adek Peter gak mau maapin, mungkin kamu bisa bersikap baik kepada adek Peter dulu. Mengajaknya main atau menemaninya menonton TV. Kamu juga bisa memberikan snack. Pasti adek Peter senang dan tidak marah lagi. Kalau sudah tidak marah, kamu bisa bilang kalau kamu menyesal telah melemparnya dengan sepatu. Menurut ibu, adek Peter pasti akan maafin.
Izza:
- Aku sedang bingung karena orangtuaku tidak mengizinkan aku les biola. Sebenernya aku ingin sekali les biola. Tapi tidak diizinkan. Kau sudah mencoba bilang kalau aku benar-benar kepengen tapi kata orangtuaku tetap tidak boleh.
- Aku berdoa kepada Allah agar orangtuaku berubah pikiran.
Bu AL: Mungkin orangtuamu punya alasan kenapa kamu tidak diperkenankan ikut les biola. Gak apa-apa loh kamu tanya alasannya apa. Siapa tahu alasannya memang bisa dimengerti. Mungkin les biola itu terlalu mahal. Atau mungkin orangtuamu khawatir kalau kamu les biola nanti kamu lupa belajar. Coba bicarakan dulu saja. Dan tetap jangan terputus doanya, yaa.. Allah akan memberikan jalan jika itu memang baik untukmu.
Donny:
- Aku gak banyak punya masalah. Kadang-kadang aku kesel dengan adik-adikku, tapi kadang-kadang itu ilang sendiri. Kadang-kadang papaku jarang pulang. Kaang-kadang, aku suka gak enak sama teman-teman aku suka nyebelin.
- Kalau aku sedang punya masalah, aku akan berpikir.
Bu AL: bagus sekali kamu memikirkan dahulu sebelum bertindak. Menurut ibu, sikap itu baik sekali. Namun gak apa-apa juga kalau kamu bisa lebih terbuka kepada orang tuamu ataupun gurumu. Mungkin mereka bisa memberikan nasihat yang baik. Namun tentu saja kamu bisa menyelesaikannya sendiri dengn caramu jika kamu pikir itu lebih baik.
Mira:
- aku sedang sedih karena nilaiku sekarang tidak kayak dulu lagi. Dulu aku paling kecil dapet 80 sekarang semuanya dapet 60. Aku takut dimarahin bunda jadi aku umpetin di dalam locker ku disekolah. Aku mikir-mikir, ini gara-gara adekku yang sekarang udah SD. Belajarnya disebelahku. Sebenernya, aku merasa pusing soalnya adikku kalau belajar keras-keras baca bukunya. Soalnya adikku sih belum bisa baca dalm hati. Aku jadi gak ngerti sama pelajaran aku.
- Aku jadi kepikirn terus soalnya bunda pasti tau juga soal nilai aku. Pasti Bu Alifia bakal ksih tau bunda. Jadi aku udah siap dimarahin. Tapi aku akan jujur sama bunda kalau selama ini aku pusing ngedenger suarnya adikku. Aku pengen nilaiku bagus-bagus lagi.
Bu AL: Yep, menurut ibu kamu sudah menemukan penyelesaian yang bagus sekali. Memang benar, kamu harus lebih terbuka mengenai ini. Sebelum nanti saatnya pertemuan guru dan wali murid minggu depan, ada kesempatan kamu sendiri yang beritahu bunda masalah nilaimu yang merosot ini. Kalau dari ibu bundamu baru tahu, jangan-jangan nanti tambah marah. Kamu bisa dihukum bukan hanya karena nilaimu jatuh, tapi juga karena menyembunyikan hasilnya. Bagaimana kalau kamu kumpulkan saja semua hasil UTS itu, lalu kamu berikan pada bunda. Kayaknya sih, bunda tetep akan marah. Kalau sudah reda, kamu utarakan apa sebenarnya masalahmu selama ini. Ibu yakin, bunda pasti mau mengerti dan akan membantumu mencari solusi yang baik.
Pas dimarahin nanti, yang tabah, yaaa…
Dicky:
- Masalahku adalah aku ingin baca buku-buku ceritaku. Tapi bukuku banyak yang hilang.
- Aku masih bingung gimana caranya bukuku yang hilang itu bisa ketemu.
Bu AL: Biasanya sih kalau barang-barang yang hilang itu terselip di sana-sini. Coba saja kamu bereskan kamarmu, mungkin ketemu di tempat-tempat yang terlewat dilihat. Misalnya, di balik lemari. Atau di bawah kasur. Nah, biar tidak hilang-hilang lagi, kayaknya kamu harus lebih hati-hati tidak meletakkan barang-barang sembarangan. Kalau habis baca buku, letakkan di tempatnya yang semula.
Cakra:
- masalah aku adalah nilai-nilaiku selalu buruk, padahal aku sudah semangat. Aku juga senang sekolah tapi nilaiku masih juga jelek.
- Mungkin semangat belon cukup.
Bu AL: Emang nilai-nilai yang jelek apa aja sih, Cakra? Coba deh kamu periksa lagi, lalu kamu tulis pelajaran apa aja yang jelek. Semangat udah bagus, kok. Jangan kehilangan itu. Sekarang ditambah dengan berani. Kamu sebaiknya berani untuk menemui guru mata pelajaran kamu yang nilainya selalu jelek. Sebab kalau kamu masih bingung kenapa nilai kamu jelek, mungkin guru bisa memberi tahu kamu dimana kekurangan kamu.
Ayo berani!!!
Nah, anak-anak gak sepolos yang kita kira, bukan?


Saya suka dan salut deh sama Bu Al, gaya ngajarnya itu lho, bagus sekali… Kadang ada orang-orang yang susah untuk bicara langsung mengenai apa permasalahannya, maka metode surat/tulisan bisa menjadi alternatif.
Kalo anak-anak saya besar nanti, saya mau menerapkan cara-cara yang mirip ini.
Terima kasih atas cerita yang menginspirasi.
cara yg sangat Oc buangetz wat menginspirasi anak2,100 wat bu Al
Satu metode yang bagus lagi dari Bu Al. Perlu ditiru guru2 lain nih…
Metode sederhana, tapi beberapa hal tlh dilakukan..
Mengenali (masalah) diri sendiri, mencari solusi, terbuka, siap menerima masukan, menceritakan sesuatu lewat bahasa tulisan….
Mantap pisan euy!!!
luar biasa Bu. padahal anak SD sudah bisa terbuka dan mengenali masalah sendiri seperti itu.
boleh untuk saya coba di sekolah saya Bu AL?
anak-anak ternyata mau terbuka, ya? memang yang penting strateginya, dan jangan dihukum bila mereka mengaku. daripada kita kehilangan jejak akan apa yang terjadi pada mereka.
tadinya aku pikir amir bakal bermasalah dengan kegantengannya, dan sandra dengan kangennya pada almarhuman ibunya. taunya meleset.