Cicak Lawan Buaya
Tadi, ngobrol-ngobrol setelah doa pagi. Tau-tau ngomongin masalah susahnya membagi waktu. Anak-anak saya nampaknya sudah mulai keteteran antara sekolah, tugas sekolah, les, PR les (les dikasih PR?), main dan nonton TV. Saya bilang, mereka sih terlalu banyak nonton TV. Coba selama weekend kemaren, berapa film kartun, berapa sinetron, dan berapa lama waktunya untuk belajar.
Anak-anak terak:
APAAN! AKU GAK KEBAGIAN NONTON KARTUN!
IYAAA!!
IYAYAAA…!!!
Semuanya mengeluh. Berteriak..
Loh, kalian gak nonton TV? Bagus dong..
Nonton, buuu.. Tapi bukan kartun.
Cicak lawan buaya, Buuu….
Hah, cicak lawan…hueheheheh… Nah, itu kan pelajaran PKN kalian tahun kemarin. Tentang lembaga-lembaga tinggi negara, iya, kan? Jadi kalian seharusnya sudah, yah paling tidak, tahu. Jadi, gimana menurut kalian?
Pusing, Bu..
Iya, yaa..
Gak ngerti aku. Ruwet. Apalagi pas DPR itu, wuih…. Muter-muter..
Yaah, gak usah dipaksa ngerti juga. Kalian amati aja. Gimana proses hukum di negara kita sedang berusaha ditegakkan. Mana yang korupsi atau mau disuap sedang diselidiki. Mudah-mudahan, kebenaran terungkap. Lembaga-lembaga tinggi negara kita dapat dibersihkan. Amin…
Tau-tau, Nouval berteriak:
Bu, aku ganti aja cita-citanya. Gak mau jadi atlet bola lagi. Aku mau jadi anggota KPK. CICAK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!
Tau-tau, anak-anak kelas lima ikutan bersorak:
CICAK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!
CICAK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!
CICAK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!
Dan saya duduk di meja guru cengar-cengir sendiri. Membiarkan anak-anak bersorak-sorak sebentar.
Yadah, yadaahhh… Udah puas belum seru-seruannya? Kalau udah, silahkan keluarkan tugas Bahasa Indonesia kalian. Kelompok mana yang udah siap untuk menampilkan dramanya di depan kelas?
Dan, kelas pun dimulai…

