
Les Choristes adalah film drama yang mengisahkan tentang kehidupan di sebuah sekolah anak-anak nakal di perancis.
Film dibuka saat Pierre Morhange, seorang konduktor terkenal mendapat kabar bahwa ibunya meninggal dunia. Setelah pemakaman, dia mendapatkan kunjungan Pepinot, kawan lama yang telah berpisah 50 tahun lamanya. Tertawa melihat-lihat foto, Pepinot memberikan sebuah buku titipan Clement Mathieu, guru mereka, yang ditujukan kepada Morhange. Isinya adalah catatan kisah pengalamannya mengajar di Fond de L’etang. Clement Mathieu ternyata memiliki kebiasaan menulis secara rinci pengalamannya sehari-hari sebagai guru, yang pisahkannya per tahun ajaran.
Buku itu membawa mereka berdua kembali ke tahun 1949. Tahun ketika Clement Mathieu tiba di Fond de L’etang.
Mari saya gambarkan tentang Fon de l’etang. Sekolah asrama. Jangan bayangin gedung megah artistic, yaa… Gelap dan dingin. Dengan gerbang besi penuh karat dan pintu-pintu yang selalu tekunci rapat. Clement Mathieu mengatakan bahwa dia tidak begitu tahu tentang sekolah ini hanya bahwa tempat anak-anak bermasalah. Rachin, sang kepala sekolah, menjalankan lembaga ini dengan gaya ‘action reaction!’ Artinya, begitu ada anak yang melanggar aturan, dia langsung dihukum dengan sangat keras. Tidak perlu ditanya, diajak bicara, apalagi dinasehati. Hukumannya fisik, kebanyakan berupa pengurungan atau dipukuli dengan kerasnya sampai teriakan dan jeritan kesakitan anak-anak yang malang ini menggema di koridor-koridor menembus dinding kelas.
Nah, saya bingung tuh apa ini anaknya emang dari awalnya nakal-nakal, atau karena diasuh oleh kekerasan sehingga anak-anak ampun-ampun bangornya. Dua-duanya sepertinya

Clement Mathieu yang tampangnya seakan idiot ditambah kikuk tentu dong langsung jadi bahan bulan-bulanan. Tapi siapa disangka bahwa dialah orang yang akhirnya mampu meneduhkan prilaku anak-anak bangor kurang kasih sayang ini. Tidak seperti guru yang lain, dia melawan kenakalan dengan kesabaran dan humor. Pelanggaran disiplin tidak dijadikannya sebagai musuh, melainkan kesempatan untuk berbagi dan menyentuh hati anak-anak yang dipasrahkan berada di bawah asuhannya. Dan musik, sebagai pengikat diantara mereka.
bu al, minat gak ngajar di sekolah anak nakal?
Ngng.. Gak. Merasa belum setangguh itu..
menuju tekapeh…
Sip!
nice share gan..
Thanks
Sekelebat saya melihat postingan-postingan terakhir tentang … Cerita Guru yang dijadi kan thema Film … dan juga Buku …
Kalau boleh menyebut satu judul … To Sir With Love … (Sidney Potier dan juga Lulu). Ini kisah tentang Guru yang saya sangat suka …
Salam saya
Waduh, itu pilm jadul. Suse nyarinya. Tapi emang bagus, katanya…
bisa dapatin filmnya dimana bu ?