Masih tentang perda kawasan bebas rokok.

Jawa Barat atau lebih tepatnya kota Bogor sudah memiliki perda sendiri loh mengenai kawasan dilarang merokok. Silahkan klik di sini kalau ingin membacanya.

Hyayaaa… Saya baru tahu. Maka inilah namanya juga guru telat.*malu bok!  Dan juga memang gak gitu heboh disini mengenai itu. Paling yang seru masalah perda itu ya daerah Jakarta. Dan begitupun di buku-buku teks pegangan kami, dikasih contoh perda rokok itu dari Jakarta.

Duh, kasihan deh anak-anak di 32 provinsi yang lain. Pas pelajaran PKN kelas 5 tema tentang perda, yang diulas perdanya Jakarta doang!

Sama perda Nangro Aceh Darussalam, palingan.

Terimakasih untuk anak-anak saya kelas enam yang udah ngubek-ngubek internet dan pagi ini memberikan print out-nya kepada saya. Doh, kalau Saya masih guru PKN kalian, ini udah jadi nilai ulangan harian pertama, deh! Bukan hasilnya, tapi kenyataan bahwa kalian peduli dan mencari tahu tentang peraturan-peraturan daerah di negeri kita.

Gak disuruh dan apalagi dijanjiin nilai.

Tapi kembali (yang udah bosen sebetulnya) saya terhenyak, bukan dengan kenyataan betapa tidak pedulinya masyarakat, betapa songongnya mereka terus saja tidak mengindahkan peraturan pemerintah baik pusat apalagi daerah, namun betapa banyaknya yang memilih untuk memihak kepada itu.

Bayangkan saja, sejak tahun 1964 sudah ada penelitian yang menyatakan bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan. Sebelum itu, memang rokok merupakan gaya hidup. Tapi dari tahun 1964 dan Indonesia baru memiliki peraturan untuk mengatur tempat-tempat dilarang merokok pada tahun 2000-an.

Hanya mengatur kawasan-kawasan dilarang merokok, loh! Bukan melarang rokoknya.

Lihat film hollywood sekarang, perokok itu hanya tokoh jahat di film, bukan jagoan. Itu pun jarang. Karena memang badan sensor di sana mengetatkan mengenai ini. Jangan sampai anak-anak terinspirasi merokok.

Berapa banyak group band dari luar yang menolak tour atau konsernya di sponsorin sama produk rokok?

Saya tidak mengerti kenapa masyarakat begitu sewot mengenai adanya perda rokok. Bahkan diaku juga oleh anggota legislatif kita. Katanya bisa menjatuhkan wibawa pemerintah.

Wibawa, my ass!

Jelasnya pengusaha rokok yang punya duit banyak nyari-nyari jalan untuk membatalkan atau menunda UU. Bahkan anak kecil juga tahu itu!

Dan mereka memperalat masyarakat yang memang aja kerjaannya tukang sewot melulu sama yang namanya pemerintah. Mereka mengatasnaamakan HAM sampai dalil agama.

Padahal perda-perda ini juga hanya mengatur tempat saja, bukan melarang merokoknya! Dan kita juga harus ingat bahwa hak azasi kita dibatasi oleh hak azasi orang lain.

Siapa yang peduli kau makan gula seabrek-abrek atau mengkonsumsi fastfood tiga kali sehari sampai mati kena serangan jantung dan kolesterol tinggi. Itu toh cuma dirimu sendiri yang kena dampaknya, serta pasangan dan anakmu yang musti ngebiayain sakitmu itu tentu saja. Plus pemerintah kalo kamu berobat pake askes, surat keterangan miskin atau surat keterangan tidak mampu. Tapi asap rokok, itu menyerang semua orang di sekitar kita. Dan kita semua punya hak untuk tidak diteror kesehatannya.

Istri, suami, dan anak-anakmu punya hak untuk mendapatkan udara yang sehat.

Hanya mengatur tempat dan bukan hanya orang tak peduli, tapi juga menyerangnya. Jadi mana katanya bangsa kita adalah bangsa yang ramah tamah saling peduli satu sama lain? Saya kira itu hanya khayalan kita aja. Kenyataannya toh yang sering kita temui adalah, masyarakat kita adalah yang masyarakat egois tapi dengan senyum yang sangat manis.

Tau gak perusahaan-perusahaan di eropa sana udah mulai menyeleksi calon pegawainya berdasarkan orang itu perokok atau bukan. Sebab mereka tahu, mempekerjakan perokok sama dengan siap rugi besar. Sakit lebih sering, mati lebih cepet, dan biaya kesehatannya juga membludak!

Ini jadi sewot panjang gini, yah, hehe..

Eniwei, pemerintah, iya kamu pemerintah, saya jadi ingat di serial Harry Potter buku ke-4 pas Voldemort muncul lagi dan Pak Kepsek Hogwart bilang kepada Pak Menteri Sihir, kalo gak salah kayak gini (saya gak ingat kata per kata persisnya):

‘Lakukan apa yang saya nasihatkan padamu, Tuan. Maka Anda akan diingat sebagai menteri yang berpihak pada yang benar, apapun yang terjadi. Tapi jika tidak, Anda akan diingat sebagai menteri yang takut dan menepi pada kekuatan yang lebih besar.’

Maka tuan pemerintah, gak peduli betapa banyak pelanggaran dan kecurangan yang terjadi, jangan menyerah untuk melakukan apa yang benar, plisss… Lihat anak-anak kecil ini, suatu saat mereka akan menjadi orang-orang yang menggantikan Anda. Dan pada saat ini, mereka masih berpihak pada yang benar tanpa memiliki kepentingan apapun. Demi mereka, tunjukkanlah bahwa pemerintah kita adalah pemerintah yang baik walaupun mungkin harus kalah, dan bukan pemerintah yang penakut. Memang Anda mau dikenang sebagai pemerintah yang pengecut pada suatu saat nanti.

About these ads