Jam makan siang. Di ruang makan. Seorang ibu sedang menyuapi anaknya yang ABK (autis) kelas empat SD sambil mengawasi Si Adik, kelas dua SD, yang seru makan.
Bunda: Bunda suka bingung, deh, Dek. Kalo Bunda mati nanti, yang ngurusin Kakak siapa, ya?
Adik: Ya aku, laah, Bunda. Emang siapa lagi?
Bunda: Bunda juga kadang suka sedih sendiri. Kan kasihan Adik kalau musti ngurusin Kakak nanti sampai seumur hidupnya Kakak.
Adik: Oooh… (makan dengan seru)
Bunda: nanti kalau suaminya Adik gak mau Adik ngurusin Kakak, gimana, Dik?
Adik: Aku gak mau. Aku maunya menikah sama orang yang mau nerima Kakak sampe mati. Pokoknya gitu. Bunda gak usah bingung.
…………………
(Saya yang jadinya berkaca-kaca mendengarkan percakapan ini)
Bunda: Oh, gitu, ya.. Bunda lega kalau gitu. Mudah-mudahan Adik nanti selalu diberi kemudahan saama Allah. Kakak juga, yaa…
Amin, Bunda… Amin…