Arsip

Arsip Penulis

Back to School: Beberes

6 Januari 2010 AL 3 komentar

Masuk sekolah resminya adalah hari senin, dan hari ini, beberapa guru telah kembali ke sekolah. Biasa, mempersiapkan diri. Mengumpulkan materi bahan ajar dan administrasi, membersihkan kelas. Intinya, pemanasan.

Tapi hari ini masih sepi ternyata. Tentu, masih terlalu dini. Biasanya, dua hari sebelum masuk sekolah baru pada nongol. Tapi saya memilih hari ini. Alasannya, udah bosen di rumah terus. Sampai tanggal 3 sih kawan-kawan masih pada liburan juga, lah mulai senin kan mulai pada kerja. Sekolah dan kuliah juga dimulai. Maka dua harilah ngejongkrok aja di rumah ngegelosor depan TV yang menayangkan sinetron demi sinetron. Mau diganti chanelnya, diomel Ibu. Haahhh….

Alasan yang kedua, soalnya hari Jum’at gak akan bisa nongol.

Dari rumah udah khawatir juga, jangan-jangan sendirian nih.. Tapi dari hasil telpon-telpon sekolah, ternyata beberapa guru udah sama-sama kerajinan. Kaget pas tiba di gerbang depan. Waduh, berantakan begini kayak abis kena badai aja?

Daun-daun berserakan, beberapa pot tanaman jatuh dan pecah. Tanah dimana-mana. Ini apa ada angin ribut, yaa…

‘Lo gak tau sih, AL.’ seru Bu Lulu. ‚’Hujan gede terus ditambah angin kenceng banget! Asbes kontrakan gue aja ampe terbang. Ampun… Eni dimana?’

Pulang kampung dia dikawinin sama bokapnya. Read more…

Guru dalam Buku dan Film: Principal Joe Clark (Lean on Me)

5 Januari 2010 AL 9 komentar

Lean on Me adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata.

Film dibuka ketika Joe Clark, seorang guru dengan metode mengajar yang, untuk saat itu, tidak biasa, dipindahkan dari East Side High school untuk menjadi kepala sekolah di sebuah SD. Duapuluh tahun kemudian, dia dikirim kembali ke SMA tempat mengajarnya dulu ini sebagai kepala sekolah.

Keadaan sudah jauh sekali berubah.

East Side bukan lagi sekolah kebanggaan, namun jatuh ke dasar. Parah banget. Kepala sekolah yang sebelumnya koma setelah dipukuli secara brutal oleh siswanya sendiri. Sekolah pun terancam ditutup jika mereka tidak mampu memenuhi target 75 persen siswa lulus tes dasar bahasa dan berhitung.

Joe Clark tidak bermain manis. Dia percaya bahwa dia harus mampu mengendalikan sekolah dulu, baru mereka dapat melangkah maju. Maka pada hari pertama, dia langsung meminta daftar nama anak-anak yang yang merupakan bandar  dan pernah terlibat narkoba, anak-anak dengan kasus kekerasan dan kriminal, serta anak-anak yang sudah berada di sekolah lebih dari 5 tahun. Ada 300 anak yang langsung dipanggil ke atas panggung, dan didepan seluruh warga sekolah, langsung diberhentikan dan diusir saat itu juga.

Yang lain langsung diem, heheh…

Lalu dia berkata: Read more…

Saat Anak Bungkam

5 Januari 2010 AL 9 komentar

Waktu masih kecil banget, saya gak tomboy. Rambutnya panjang dikuncir dua. Pada suatu hari, dandanan saya berubah. Gak mau lagi pake rok. Pernah ibu saya tanya, kenapa dulu saya memutuskan berubah? Saya nyengir aja. Sesungguhnya saya ingat, walaupun gak jelas.

Bagian pertama saya yakin benar-benar terjadi, tapi yang selanjutnya saya sudah kabur antara memang terjadi, ataukah daya khayal saya.

Saya masih usia TK yang seperti biasanya, kalau pulang sekolah adalah waktunya main.

Ada dua orang anak laki, dia beberapa tahun lebih tua dari saya. Teman main saya. Pada suatu hari, mereka berdua mengajak saya pergi ke suatu tempat yang gelap. Sebuah celah kecil antar rumah. Kami sering kesana untuk ngumpet kalau sedang bermain petak umpet.

Saya kira, Anda bisa menebak apa yang terjadi kemudian. Read more…

Categories: Cerita Lama Tag:

Guru dalam Buku dan Film: The Headmaster (Komreh)

2 Januari 2010 AL 10 komentar

Bayangkan Iran. Bayangkan adegan-adegan dalam film Children of Heaven atau Osama. Bayangkan sebuah desa miskin ditengah gurun pasir. Nah sekarang bayangkan sebuah sekolah dasar sederhana yang seluruhnya hanya terdiri dari 3 ruangan: dua kelas dan sebuah kamar tempat tinggal guru. Sekolah ini di jalankan oleh seorang laki-laki muda yang sensitive dan sabar. Dia berstatus guru, sekaligus kepala sekolah.

Guru mengajar beberapa kelas, itu memang sudah biasa. Tapi di film ini parah juga sebab nampaknya bukan hanya mereka diajar oleh satu orang yang kesana kemari, namun pengaturan kelasnya pun acak-acakan. Di dalam ruangan bercampur anak-anak di beberapa tingkat jadi satu. Rada melongo juga menonton adegan saat sang Pak Kepala Sekolah mengajar membaca sambil menerangkan matematika di tingkat selanjutnya. Papan tulis yang udah kecil itu dibagi dua bagian. Kemudian dia memperingatkan:

‘Hei, kamu. Gak bisa meninggalkan kelas satu tapi mengganggu kelas 5 saja kerjanya. Okey, untuk kelas 5, kerjakan ini, dan untuk PR yang ini.’ Sementara itu, entah kelas berapa nampaknya sedang ditugaskan menulis.

Cerita berputar mengenai kendi. Read more…

Resolusi

31 Desember 2009 AL 15 komentar

Saat kuliah dulu, pada malam tanggal 22 Juli, saya akan duduk sendirian di kamar. Terkadang, pada keadaan yang absurd. Mematikan lampu dan hanya dengan lilin sepotong, saya membuka lembar jurnal yang saya tulis dari 23 juli sampai 22 juli tahun selanjutnya. Pada akhir halaman, saya menuliskan apa saja yang dapat saya banggakan tahun kemarin, apa saja kesalahan saya, apa yang tidak ingin saya ulangi, apa yang ingin saya ulangi lagi, dan apa yang musti diperbaiki. Yep, sebutlah saya freak karena menghabiskan malam ulang tahun dengan cara yang tidak biasa. Tidak ada kue, tidak ada ucapan selamat (karena HP saya matikan dan di depan pintu kamar tertulis ‘jangan ganggu’). Diri saya sendiri, dengan waktu. Waktu yang terlewati, dan waktu yang akan datang.

Kebiasaan itu tidak lagi saya teruskan selepas kuliah. Alasannya, gak punya kesempatan. Pada tahun pertama mengajar, saya, Kirsan, Bu Lulu, dan Eni mengontrak rumah petak tiga bersama-sama. Patungan. Rumah seperti itu tanpa kamar, hanya dua pintu depan dan belakang. Ditambah jendela yang tidak dapat lagi dibuka karena karat telah memenuhi sela-selanya. Bahkan kamar mandi kami pun tidak memiliki pintu. Kami berempat tidur menggeletak di lantai di satu ruangan. Pada 22 juli malam tahun itu, saya bahkan lupa. Dan menghabiskan malam dengan menggunting-gunting dan menulis rancangan pembelajaran untuk esok hari. Maka tahun-tahun selanjutnya menghilang.

Resolusi pun bergeser, dari ulang tahun ke tahun baru. Tapi gak esklusif.

Sebenernya, saya membuat janji dan resolusi sering. Pada permulaan Ramadhan, pada idul fitri, pada 1 Muharram, dan pada tahun baru masehi. Tidak seperti dulu, dengan tulisan, tapi cukup dalam hati. Yang isinya selalu sama: Read more…

Categories: Guru Juga Manusia, q Tag:

Guru dalam Buku dan Film: Clement Mathieu (Les Choristes)

30 Desember 2009 AL 9 komentar

Les Choristes adalah film drama yang mengisahkan tentang kehidupan di sebuah sekolah anak-anak nakal di perancis.

Film dibuka saat Pierre Morhange, seorang konduktor terkenal mendapat kabar bahwa ibunya meninggal dunia. Setelah pemakaman, dia mendapatkan kunjungan Pepinot, kawan lama yang telah berpisah 50 tahun lamanya. Tertawa melihat-lihat foto, Pepinot memberikan sebuah buku titipan Clement Mathieu, guru mereka, yang ditujukan kepada Morhange. Isinya adalah catatan kisah pengalamannya mengajar di Fond de L’etang. Clement Mathieu ternyata memiliki kebiasaan menulis secara rinci pengalamannya sehari-hari sebagai guru, yang pisahkannya per tahun ajaran.

Buku itu membawa mereka berdua kembali ke tahun 1949. Tahun ketika Clement Mathieu tiba di Fond de L’etang.

Mari saya gambarkan tentang Fon de l’etang. Sekolah asrama. Jangan bayangin gedung megah artistic, yaa… Gelap dan dingin. Dengan gerbang besi penuh karat dan pintu-pintu yang selalu tekunci rapat. Clement Mathieu mengatakan bahwa dia tidak begitu tahu tentang sekolah ini hanya bahwa tempat anak-anak bermasalah. Rachin, sang kepala sekolah, menjalankan lembaga ini dengan gaya ‘action reaction!’ Artinya, begitu ada anak yang melanggar aturan, dia langsung dihukum dengan sangat keras. Tidak perlu ditanya, diajak bicara, apalagi dinasehati. Hukumannya fisik, kebanyakan berupa pengurungan atau dipukuli dengan kerasnya sampai teriakan dan jeritan kesakitan anak-anak yang malang ini menggema di koridor-koridor menembus dinding kelas. Read more…

Guru dalam Buku dan Film: Bu Suci (Pertemuan Dua Hati)

29 Desember 2009 AL 4 komentar

Novel Pertemuan Dua Hati karya NH Dini adalah sebuah kisah nyata yang menceritakan tentang seorang bernama Bu Suci.

Dia adalah seorang guru SD biasa yang sederhana. Orang seperti Bu Suci tidak langka berseliweran di segala ruang di negeri ini. Bu Suci mungkin sedang duduk disebelah Anda di suatu angkot pada suatu hari, atau dialah figur yang Anda lihat sedang berdiri di pintu pada pagi berhadapan dengan serombongan anak berseragam yang ngantri cium tangan sebelum masuk kelas. Mungkin dialah orang yang Anda beri klakson keras-keras tidak sabar ketika dia melintas menyebrang jalan di depan Anda. Atau siapa tahu dia adalah perempuan yang menandatangani rapor buah hati Anda. Orang biasa yang bersahaja, seperti cara kisahnya dituturkan oleh NH Dini. Read more…

The Love School

26 Desember 2009 AL 20 komentar

Semester ini ditutup dengan kondangan. Gile juga bulan-bulan belakangan ini kondangan mulu, ya? Emang dah abis lebaran haji sampe muharram orang kate bulan baek..

Berangkat dari pagi bener rame-rame menuju Bogor kabupaten udah coret. Jauh pokoknya melesek ke sono puyeng dah!

Beberapa mobil sekolah diturunkan untuk acara ini. Seru juga berasa piknik, heheh… Para guru dan keluarga kecil mereka. Yang singel ditempatkan di satu mobil sendiri, asiiik.. Gak puyeng dengerin bayi-bayi yang suka rewel kalo panas dan bosan.. Yess!!

Duuuh, saya bisa membayangkan diri saya punya anak remaja, anak-anak, balita, bahkan batita. Tapi saya masih belon bisa ngebayangin kalo suatu hari nanti bakalan punya bayi…!! Bisa gak ya punya anak tapi gak usah hamil, melahirkan, dan bayi? Langsung umur dua tahun aja, gitu?

Eniwei, ngobrol ngalor ngidul di mobil single, kita tentu dong gosipin si penganten yaitu rekan kita Pak Bahasa Arab yang akan menikah dengan salah satu adik walimurid. Tantenya Salman anak saya.

‘Doanya apaan ya bisa dapetin cewe mana udah cantik, sholehah pula?’ Pak Satria.

‘Tahajud 40 hari..’ Eni. Read more…

Categories: Guru Juga Manusia, Kisah, sobat Tag:

Asal Usul

25 Desember 2009 AL 9 komentar

‘AL, kenapa sih nama gue di alifiaonline.wordpress.com itu Lulu?’ Kata Bu Lulu suatu kali. Well, inilah asal usul dari nama saya dan rekan-rekan saya di sini.

Alifia

Alifia adalah nama dari dua murid saya yang dua-duanya hanya sebentar datang, tapi menorehkan kesan yang dalam. Alifia yang pertama adalah anak laki-laki yang cerdas dan berani. Pernah saya ceritakan di postingan berjudul berpisah dengan seorang kawan kecil. Alifia yang kedua adalah seorang anak perempuan yang selalu sendiri dan mengasingkan diri di perpustakaan. Tidak pernah main karena, menurutnya, dia tidak memiliki teman. Sesungguhnya, anak ini memang agak ajaib dan unik. Sampai akhir ketika dia pergi, kami belum berhasil untuk memahaminya. Read more…

Categories: q Tag:

Kelas Lima Dikurung!

23 Desember 2009 AL 5 komentar

Dua hari ini sungguh sibuk. Dari pagi sampai sore di kelas dan banyak kerjaan. Seru..seru… Kami banyak ngobrol dan diskusi. Beberapa cerita tentang film Sang Pemimpi yang ternyata bikin kita semua bingung. Pasalnya, beberapa anak menonton film tersebut oleh orangtuanya sementara sebagian lagi justru tidak boleh menonton. Sebab tertulis di posternya bahwa film tersebut untuk diatas 15 tahun. Haah, sungguh membingungkan! Beberapa anak meminta pendapat saya apakah boleh nonton atau tidak sebab orangtua mereka gak bisa memutuskan lalu menyuruh anaknya meminta pendapat saya. Lah, bagaimana saya mau berpendapat orang saya belum nonton filmnya.

Selain diskusi, anak-anak membuat poster, display kelas, merancang program kegiatan pengurus kelas semester depan, dan membuat kartu, puisi, serta cerpen menyambut hari ibu. Saya duduk berkubang kertas laporan nilai dan perkembangan anak-anak saya. Dibantu sesekali dengan anak-anak saya yang sungguh manis-manis. Read more…