Suatu hari, beberapa tahun yang lalu, saya terkesiap kaget saat mendengar salah seorang sepupu ngomelin anaknya. Bukan masalah ngomelnya tentu saja. Ibu saya, beuh! Ibu saya adalah orang paling tukang ngomel sedunia kepada saya. Yaiyalaah, masa ibunya tetangga yang ngomel sama saya, hihi.. Tapi, yah, walaupun ibu tetangga juga sering ngomel sama saya dan temen-temen sepermainan saya waktu kecil dulu. Tapi gak sebanyak ibu saya sendiri tentu saja.
Bukan masalah ngomelnya, tapi kata-kata yang dipilihnya ini, loh!
Mengenai kata, ibu saya emang cukup selektif memilih kata apa buat ngedamprat anaknya. Apalagi ayah saya yang omelannya cukup dengan desisan di mulut aja itu tapi udah cukup bikin kita kapok. Soalnya kalo gak kapok dan kita teteup badung, nanti ayah saya sakit. Nah, sakitnya ayah saya itu rasanya udah sebanding sama sejuta omelan, dah!
Ibu saya sering bilang, jangan sekata kata sama anakmu! Ini termasuk juga sama anak didikmu. Soalnya Ibu dan Ayah saya sangat percaya kalo kata-kata orang tua, khususnya ibu, itu adalah doa. Maka kalo kita ngedamprat anak kita dengan sebutan ‘sapi’ anak kita pun akan jadi sapi. Tentu saja bukan menjelma menjadi sapi. Tapi sifat-sifatnya itu akan seperti sapi: moales.
Jadi sepupu saya ini memarahi anak perempuannya yang masih balita dengan segambreng perkataan jorok dan kotor yang saya bahkan gak tega menuliskannya di sini. Saya yang pada saat itu sedang dalam perjalanan pulang ke kota Kembang sampai terhenti dan terkesima. Tapi, yah, namanya juga anak kan ngikutin orangtuanya, ya.. Saya ingat waktu kami masih kecil, sepupu saya ini gak kecil-kecil amat, kalo paman dan bibi saya yang ini mulai ngomelin anaknya sampe semua anak yang lain jadi ngibrit pulang. Padahal anak lain gak diomelin. Parahnya, itu suara kerasnya sampe masup ke rumah saya yang pada akhirnya menjadi salah satu penyebab kenapa Ayah saya memutuskan untuk memutar pintu depan rumah 180 derajat. Pindah posisi gitu maksudnya.
Maka gak heran pada saatnya dia ngomelin anaknya, maka kata yang dipilihnya persis sama dengan kata-kata yang dipilih ibunya dulu waktu ngomelin dia. Lanjut membaca






Pada awalnya The Addams Family adalah semacam satir dari kisah-kisah keluarga ideal Amerika yang pada zamannya sedang digandrungi. Yep, ini juga kisah keluarga yang sesungguhnya manis sekali walaupun bagi orang lain dianggap aneh dan menyeramkan. Tapi bagi kita, tentu saja kisah yang sudah melegenda di tanah kelahirannya ini adalah kisah yang gak berhenti bikin ketawa. Ups, maksud saya, dua seri pertama dari ini.