<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Teacher&#039;s Notebook</title>
	<atom:link href="http://alifiaonline.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alifiaonline.wordpress.com</link>
	<description>Warna Warni Hidupnya Guru</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 00:27:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alifiaonline.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Teacher&#039;s Notebook</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alifiaonline.wordpress.com/osd.xml" title="Teacher&#039;s Notebook" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alifiaonline.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Home</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/26/home/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/26/home/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 00:25:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4057</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya memutar film dokumenter berjudul Home di kelas 4. Okey, ini film sebenernya udah jadul punya. Keluaran tahun 2009. Menceritakan tentang keadaan planet kita ini yaitu Bumi dengan rentang penceritaan dari asal mula bumi terbentuk sampai masalah-masalah yaang dihaadapi pada saat ini. Point penting yang saya ambil pada film ini adalah &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/26/home/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4057&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/home-documentary-film-download.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4058" title="HOME (documentary film) download" src="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/home-documentary-film-download.jpg?w=193&#038;h=300" alt="" width="193" height="300" /></a>Beberapa waktu yang lalu, saya memutar film dokumenter berjudul Home di kelas 4.</p>
<p>Okey, ini film sebenernya udah jadul punya. Keluaran tahun 2009.</p>
<p>Menceritakan tentang keadaan planet kita ini yaitu Bumi dengan rentang penceritaan dari asal mula bumi terbentuk sampai masalah-masalah yaang dihaadapi pada saat ini. Point penting yang saya ambil pada film ini adalah bahwa si pentutur kisah mengambil posisi yang positif dan bukan pesimis. Kita diajak mengenal apa saja yang diderita Ibu kita ini, tapi juga memberikan pemikiran bahwa kita pasti bisa menjaganya. Kita pasti bisa untuk mempertahankan kehidupan seluruh makhluk diatas rumah kita.<span id="more-4057"></span></p>
<p>Jangan kepikiran gaambar-gambar dengan visual efect yang heboh menggambarkan permulaan kehidupan di Bumi. Kalo dilihat dari visualisasinya aja, maka saya akan mengatakan itu sungguh KEREN buat kita orang dewasa, tapi luarbiasa MEMBOSANKAN untuk anak-anak.</p>
<p>Dan jangan juga kepikiraan kalo guru menayangkan film itu artinya hanya menyetel film dan melongo nonton dowang. Kita juga harus mau menerangkan dan menceritakan untuk menunjukkan apa yang sebetulnya ingin kita sampaikan melalui film itu.</p>
<p>Maka dari sekitar 90 menit film berjalan, tinggal 60 menit selepas proses editing saya (bukan karena ada gambar yang gak pantas, tapi karena terlalu lama aja), saya haanya dapat mempertahankan kosentrasi penuh sekitar 40 menit saja. Sisanya mulailah anak-anak nguap sana-sini.</p>
<p>Cuma gambar-gambar dowang soalnya dan orang ngomong.</p>
<p>Tapi saya kira itu cukup. Duapuluh menitnya adalah bonus. Apa yang ingin saya sampaikan sudah saya sampaikan, selanjutnya, mereka bisa lanjut menonton sampai habis dengan segala gaya.</p>
<p>Segala gaya ini boleh sambil diskusi. Dan percayalah, membiarkan film berjalan otomatis menjaga diskusi anak gak jauh-jauh dari itu juga sebenarnya.</p>
<p>Saya kira justru yang paling menarik saat pemutaran film Home ini adalah pada saat terakhir ketika film sudah habis dan credit muncul. Saya sengaja tidak pernah memotong credit title untuk menunjukkan bahwa saya menghargai para pekerja film yang telah susah payah membuat karya ini.</p>
<p>(Denger, tuh, Trans Brother! )</p>
<p>Okeh, saat credit title muncul, anak-anak bersorak soray.</p>
<p>Bukan karena kenyaataan film telah habis, bukaaaan. Tapi karena di credit titlenya, gaambar-gambar yang ditayangkan adalah sebagian gambar yang sudah tayang, tapi dengan tulisan nama negaranya terpampang jelas.</p>
<p>Namibia.</p>
<p>Equador.</p>
<p>Brazil.</p>
<p>Dan setiap kali nama negara muncul, anak-anak bersorak. Berteriak!</p>
<p>Argentina.</p>
<p>‘JAGOANKU!’ Ini maksudnya tentu saja bola!</p>
<p>Islandia.</p>
<p>‘KEREN!’</p>
<p>United Kingdom.</p>
<p>‘AKU MAU KE SANA!’</p>
<p>‘AKU JUGAAAA!’</p>
<p>Netherland</p>
<p>‘Uuuu! Penjajah!’</p>
<p>‘Itu kan negaranya kakekku! Tauuu..’ Salah satu anak kelas 4 yang memang keturunan blasteran Belanda Indonesia sewot berat.</p>
<p>Qatar</p>
<p>‘Hah? Negara apaan, tuh!’</p>
<p>Spain.</p>
<p>‘Akuuu&#8230; Akuuuu&#8230;’</p>
<p>Dan tentu saja yang paling gempita adalah saat yang muncul negara&#8230;</p>
<p>Indonesia.</p>
<p>Dan semua anak mendadak berteriak. Semuanya.</p>
<p>‘HOME!’</p>
<p>Mengangkat tangan. Bersorak. Tepuk tangan.</p>
<p>&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ya ampun, seandainya saja saya tahu bakal begitu, niscaya saya rekam, deh, adegan itu. Sungguh mengharukan, loh.. Bener!</p>
<p>Download Home disini:<a href="http://www.indowebster.com/home2009byregescd1.html" target="_blank"> CD1</a>. <a href="http://www.indowebster.com/home2009byregescd2.html" target="_blank">CD2</a>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4057/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4057&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/26/home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/home-documentary-film-download.jpg?w=193" medium="image">
			<media:title type="html">HOME (documentary film) download</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>C&#8217;est la vie</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/24/cest-la-vie/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/24/cest-la-vie/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 14:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4051</guid>
		<description><![CDATA[Saya menulis ini sambil ngeliatin anak-anak tetangga main di kebun di belakang kediaman kami yang luas. Emak-emaknya pada nongkrongin. Dan emak-emak ini, dikit-dikit tereak: Jangan main gedebong pisang! Getahnya nanti kena baju! Jangan mainin pohon itu, daunnya berduri! Jangan masuk tempat sampah! Jangan manjat pohon, nanti jatoh! Jangan.. Jangan&#8230; Beberapa hari yang lalu, salah satu &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/24/cest-la-vie/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4051&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/broken-arm.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4052" title="broken-arm" src="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/broken-arm.jpg?w=530" alt=""   /></a>Saya menulis ini sambil ngeliatin anak-anak tetangga main di kebun di belakang kediaman kami yang luas. Emak-emaknya pada nongkrongin. Dan emak-emak ini, dikit-dikit tereak: Jangan main gedebong pisang! Getahnya nanti kena baju! Jangan mainin pohon itu, daunnya berduri! Jangan masuk tempat sampah! Jangan manjat pohon, nanti jatoh!</p>
<p>Jangan..</p>
<p>Jangan&#8230;</p>
<p>Beberapa hari yang lalu, salah satu anak kami harus di bawa ke kliniknya Rambo. Pelipisnya sobek akibat jatuh kepeleset saat dia dan beberapa kawannya main lari-larian saat istirahat. Bu Dokter  lagi tidak di sekolah. Anaknya sih normal-normal aja yaitu nangis, walaupun dia baru kejer pada saat cewek-cewek rekan-rekannya yang ngeliat darah bececeran di lantai itu pada tereak-tereak lebay. Anaknya jadi histeris, deh!</p>
<p>Kata Rambo, ‘Kereeen, musti dijahit, loh! Nanti jadi kayak jagoan di film.’</p>
<p>Anaknya tambah nangis, hehe..</p>
<p>‘Pak Dokter punya plester yang ada gambar-gambar kartunnya, loh! Lihat, deh.. Menurut kamu, mana yang paling okey?’<span id="more-4051"></span></p>
<p>Sesunggukan. Tapi mulai tertarik sama plester!</p>
<p>Tapi taugak ternyata, menenangkan si anak jauh lebih mudah daripada menenangkan Ibunya. Kayaknya udah sampe garuk-garuk kepala si Rambo menjelaskan bahwa itu gak apa-apa. Hanya luka sobek dowang. Itu juga gak parah. Si Ibu teteup aja nangis bombay. Barulah pas kembali ke sekolah si Ibu curhat sama saya bahwa dia nangis sebetulnya karena takut diamuk suaminya.</p>
<p>Oooo..</p>
<p>‘Soalnya suami saya galak, Bu.’</p>
<p>DIMARAHIN saya kira itulah yang bikin anak-anak nangis dan bukan hanya soal menahan sakit atau ketakutan. Lebih buruk dari itu adalah takut kena marah.</p>
<p>Inget gak sih waktu kita masih kecil? Paling tidak saya, entahlah berapa kali musti mengalami kecelakaan.</p>
<p>Jatuh dari pohon belimbing, tangan patah, nangis kejer soalnya takut dimarahin Ibu.</p>
<p>Tapi kenapa takut, yah? Apa yang ditakutin?</p>
<p>Yaaa, takut gak boleh manjat pohon belimbing lagi, lah!</p>
<p>Jatuh dari pager, paha sobek goede, nangis kejer juga. Soalnya ngeliat Ibu udah dateng dengan muka sewot.</p>
<p>Nyusruk di sepeda di depan rumahnya sodara seperbukuan, dagu sobek, tapi gak berani pulang. Soalnya sepedanya rusak, sih! Pasti dimarahin, deh! Itu sepeda kan baru. Dan itu saat saya udah lumayan gede jadi milih kabur dulu daripada langsung pulang.</p>
<p>Dan, entahlah mungkin karena saya tidak mengalaminya juga, tapi kenapa jaman sekarang justru para bapak yang kebanyakan sewot ngamuk gak terhingga ke istrinya kalo anaknya luka-luka?  (Tentu saja gak semua, yau!) Bukankah dulu waktu masih kecil justru ayahlah yang menenangkan semuanya. Cerita-cerita kalau itu sih cuman sepele dowang. Ayah dulu pernah sobek lebih panjang, bedarah lebih banyak, atau keracunan tales liar sampe mulut mati rasa dua hari! Terakhir itu kisah nyata, lowh!</p>
<p>Kita semua akan tertawa ngakak mendengarkan kisahnya.</p>
<p>Bukankah para bapak pun mengalami kisah masa kecil yang kurang lebih sama? Lalu kenapa pada saat anaknya yang jatoh, dia malah pada sewot?</p>
<p>Yaaa, mungkin juga sih karena itu kan pengalaman kita waktu kecil jadi anak. Kita gak tau juga, mungkin Ibu kita diam-diam didamprat abis-abisan sama Ayah.</p>
<p>Salah satu rekan berkisah bahwa dia sering banget diomongin bahkan dianggap ibu yang gak peduli anaknya hanya gara-gara itu anaknya merupakan anak paling degil di kitaran rumahnya. Anak lain pada gak boleh main tanah, eh dia malah sengaja beli pasir diletakkan di halaman buat anaknya mainan di situ seharian. Anaknya juga yang ngajakin anak-anak yang lain untuk nyebur di solokan nyari ikan atau mandi hujan.</p>
<p>Kita tinggalnya bukan di Jakarta ya sodara! Jangan iri kalian yang nyari tempat buat main anak aja musti ke mall.</p>
<p>Biarin, kata dia. Terserah tu anak mau sekotor apapun asal nanti pulang kita mandiin. Kasian dia kalo masih kecil udah terasing dari dunia dan sehari-hari cuman nongkrongin TV dan main PS dowang! Lagian, masa kecil gak akan terulang lagi.</p>
<p>Eniwey, saya ingat saat salah satu anak kami patah tangannya (Satu semester ini ada tiga anak tangannya patah, Bok!) saat kepeleset pas main bola.</p>
<p>Loh, kok, bisa?</p>
<p>Iya, dia kepeleset gara-gara main bolanya gak pake sepatu tapi teteup kekeuh mau dipake itu kaos kakinya. Lari-lari, yaa, kepeleset, dah! Tapi sebelum jatuh, tangannya udah duluan nyampe lantai lapangan buat nahan badan.</p>
<p>Tapi satu tangan gak kuat untuk menopang seluruh badannya.</p>
<p>Patahlah!</p>
<p>Anaknya gak nangis. Dia meringis-ringis ngasih tau guru yang pertama kali datang kalo dia gak pake sepatu main bolanya.</p>
<p>Trus dia bilang, gak seberapa parah, kok! Paling hanya keseleo (Ah, sok tau, Kau, Nak!)</p>
<p>Bu Dokter lagi ada di sekolahan jadilah langsung diperiksa. Kepada Sang Ibu yang memang temennya, lewat telpon, diberitahu kalau tangan anaknya patah. Si Ibu minta segera dibawa ke RS tempatnya bekerja saja.</p>
<p>Ibu anak ini juga dokter.</p>
<p>Dengan kalem tanpa panik Si Ibu memberi tahu anaknya kalau dia harus segera dioperasi karena tangannya patah. Si Ibu gak panik, Si Anak pun gak nangis. Hanya banyak nanya: nanti dibiusnya total apa enggak. Trus, dioperasi itu mau disambung tangannya? Pake apa? Nanti jadi kayak Robocop, gak?</p>
<p>Ibunya ngejelasin begini begitu.</p>
<p>Si Ibu tanya siap apa enggak. Soalnya musti langsung puasa, nih!</p>
<p>Kata anaknya, siap! Masih kenyang, kok!</p>
<p>Dan dia beneran gak nangis, lowh! Becanda-canda aja cerita tentang bola sama bapaknya yang nungul beberapa saat kemudian.</p>
<p>Selepas operasi baru dia nangis. Bukan karena sakit atau apa, tapi karena lapar.</p>
<p>‘Aku lapar, Bunda.. Hiks..’</p>
<p>‘Abang sabar, ya.. Kan udah bisa puasa pas Ramadhan.’</p>
<p>Tiga hari kemudian, itu anak udah nungul lagi di sekolah. Dengan gips tentu saja. Minta tanda tangan ke semua orang, hihi.. Pas istirahat, main bola lagi.</p>
<p>Kata dia:</p>
<p>‘Katanya Pak dokter aku boleh main bola. Tapi gak boleh jadi penjaga gawang dulu. Trus aku juga gak boleh cuma pake kaos kaki. Harus pake sepatu!’</p>
<p>Iya, deh!</p>
<p>Well, anak-anak.. Jatuh dan luka. Kadang nangis buat melampiaskan kekesalan, tapi harus belajar dari kesalahan. Kemudian bangun lagi.  Seperti juga kita dulu waktu bayi dan belajar berjalan. Dan bukankah kita semua gembira jika melihat anak kita kuat dan tahan banting?</p>
<p>Itulah hidup.</p>
<p>Tapi kita pun harus ingat, sebagai pengasuh anak-anak, untuk lebih jeli lagi mengawasi mereka.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4051/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4051&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/24/cest-la-vie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/broken-arm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">broken-arm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perda Kota Bogor No.12 Tahun 2009</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/24/perda-kota-bogor-no-12-tahun-2009/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/24/perda-kota-bogor-no-12-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 03:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4044</guid>
		<description><![CDATA[Masih tentang perda kawasan bebas rokok. Jawa Barat atau lebih tepatnya kota Bogor sudah memiliki perda sendiri loh mengenai kawasan dilarang merokok. Silahkan klik di sini kalau ingin membacanya. Hyayaaa&#8230; Saya baru tahu. Maka inilah namanya juga guru telat.*malu bok!  Dan juga memang gak gitu heboh disini mengenai itu. Paling yang seru masalah perda itu &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/24/perda-kota-bogor-no-12-tahun-2009/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4044&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4045" title="images" src="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg?w=530" alt=""   /></a>Masih tentang perda kawasan bebas rokok.</p>
<p>Jawa Barat atau lebih tepatnya kota Bogor sudah memiliki perda sendiri loh mengenai kawasan dilarang merokok. <a href="http://www.k4health.org/system/files/Perda%20Kawasan%20Tanpa%20Rokok%20Kota%20Bogor.pdf" target="_blank">Silahkan klik di sini kalau ingin membacanya. </a></p>
<p>Hyayaaa&#8230; Saya baru tahu. Maka inilah namanya juga guru telat.*malu bok!  Dan juga memang gak gitu heboh disini mengenai itu. Paling yang seru masalah perda itu ya daerah Jakarta. Dan begitupun di buku-buku teks pegangan kami, dikasih contoh perda rokok itu dari Jakarta.</p>
<p>Duh, kasihan deh anak-anak di 32 provinsi yang lain. Pas pelajaran PKN kelas 5 tema tentang perda, yang diulas perdanya Jakarta doang!<span id="more-4044"></span></p>
<p>Sama perda Nangro Aceh Darussalam, palingan.</p>
<p>Terimakasih untuk anak-anak saya kelas enam yang udah ngubek-ngubek internet dan pagi ini memberikan print out-nya kepada saya. Doh, kalau Saya masih guru PKN kalian, ini udah jadi nilai ulangan harian pertama, deh! Bukan hasilnya, tapi kenyataan bahwa kalian peduli dan mencari tahu tentang peraturan-peraturan daerah di negeri kita.</p>
<p>Gak disuruh dan apalagi dijanjiin nilai.</p>
<p>Tapi kembali (yang udah bosen sebetulnya) saya terhenyak, bukan dengan kenyataan betapa tidak pedulinya masyarakat, betapa songongnya mereka terus saja tidak mengindahkan peraturan pemerintah baik pusat apalagi daerah, namun betapa banyaknya yang memilih untuk memihak kepada itu.</p>
<p>Bayangkan saja, sejak tahun 1964 sudah ada penelitian yang menyatakan bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan. Sebelum itu, memang rokok merupakan gaya hidup. Tapi dari tahun 1964 dan Indonesia baru memiliki peraturan untuk mengatur tempat-tempat dilarang merokok pada tahun 2000-an.</p>
<p>Hanya mengatur kawasan-kawasan dilarang merokok, loh! Bukan melarang rokoknya.</p>
<p>Lihat film hollywood sekarang, perokok itu hanya tokoh jahat di film, bukan jagoan. Itu pun jarang. Karena memang badan sensor di sana mengetatkan mengenai ini. Jangan sampai anak-anak terinspirasi merokok.</p>
<p>Berapa banyak group band dari luar yang menolak tour atau konsernya di sponsorin sama produk rokok?</p>
<p>Saya tidak mengerti kenapa masyarakat begitu sewot mengenai adanya perda rokok. Bahkan diaku juga oleh anggota legislatif kita. Katanya bisa menjatuhkan wibawa pemerintah.</p>
<p>Wibawa, <em>my ass!</em></p>
<p>Jelasnya pengusaha rokok yang punya duit banyak nyari-nyari jalan untuk membatalkan atau menunda UU. Bahkan anak kecil juga tahu itu!</p>
<p>Dan mereka memperalat masyarakat yang memang aja kerjaannya tukang sewot melulu sama yang namanya pemerintah. Mereka mengatasnaamakan HAM sampai dalil agama.</p>
<p>Padahal perda-perda ini juga hanya mengatur tempat saja, bukan melarang merokoknya! Dan kita juga harus ingat bahwa hak azasi kita dibatasi oleh hak azasi orang lain.</p>
<p>Siapa yang peduli kau makan gula seabrek-abrek atau mengkonsumsi <em>fastfood</em> tiga kali sehari sampai mati kena serangan jantung dan kolesterol tinggi. Itu toh cuma dirimu sendiri yang kena dampaknya, serta pasangan dan anakmu yang musti ngebiayain sakitmu itu tentu saja. Plus pemerintah kalo kamu berobat pake askes, surat keterangan miskin atau surat keterangan tidak mampu. Tapi asap rokok, itu menyerang semua orang di sekitar kita. Dan kita semua punya hak untuk tidak diteror kesehatannya.</p>
<p>Istri, suami, dan anak-anakmu punya hak untuk mendapatkan udara yang sehat.</p>
<p>Hanya mengatur tempat dan bukan hanya orang tak peduli, tapi juga menyerangnya. Jadi mana katanya bangsa kita adalah bangsa yang ramah tamah saling peduli satu sama lain? Saya kira itu hanya khayalan kita aja. Kenyataannya toh yang sering kita temui adalah, masyarakat kita adalah yang masyarakat egois tapi dengan senyum yang sangat manis.</p>
<p>Tau gak perusahaan-perusahaan di eropa sana udah mulai menyeleksi calon pegawainya berdasarkan orang itu perokok atau bukan. Sebab mereka tahu, mempekerjakan perokok sama dengan siap rugi besar. Sakit lebih sering, mati lebih cepet, dan biaya kesehatannya juga membludak!</p>
<p>Ini jadi sewot panjang gini, yah, hehe..</p>
<p>Eniwei, pemerintah, iya kamu pemerintah, saya jadi ingat di serial Harry Potter buku ke-4 pas Voldemort muncul lagi dan Pak Kepsek Hogwart bilang kepada Pak Menteri Sihir, kalo gak salah kayak gini (saya gak ingat kata per kata persisnya):</p>
<p>‘Lakukan apa yang saya nasihatkan padamu, Tuan. Maka Anda akan diingat sebagai menteri yang berpihak pada yang benar, apapun yang terjadi. Tapi jika tidak, Anda akan diingat sebagai menteri yang takut dan menepi pada kekuatan yang lebih besar.’</p>
<p>Maka tuan pemerintah, gak peduli betapa banyak pelanggaran dan kecurangan yang terjadi, jangan menyerah untuk melakukan apa yang benar, plisss&#8230; Lihat anak-anak kecil ini, suatu saat mereka akan menjadi orang-orang yang menggantikan Anda. Dan pada saat ini, mereka masih berpihak pada yang benar tanpa memiliki kepentingan apapun. Demi mereka, tunjukkanlah bahwa pemerintah kita adalah pemerintah yang baik walaupun mungkin harus kalah, dan bukan pemerintah yang penakut. Memang Anda mau dikenang sebagai pemerintah yang pengecut pada suatu saat nanti.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4044/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4044/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4044/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4044&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/24/perda-kota-bogor-no-12-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gak Kreatip Amat!</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/23/gak-kreatip-amat/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/23/gak-kreatip-amat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 15:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4042</guid>
		<description><![CDATA[Silahkan baca dulu tulisan saya yang ini. Kalo tidak, mungkin gak ngeh, deh! Well, sekali lagi di kelas yang berbeda, kami membahas mengenai perda rokok ini. Salah satu contoh yang sering diulang, karena dirasa penting untuk anak-anak sekolah. Seperti kejadian tahun dulu, anak-anak seru aja nyari korban. Tapi ternyata tahun ini ceritanya lain. Anak-anakku yang &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/23/gak-kreatip-amat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4042&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2011/09/28/perda-jakarta-no-25-tahun-2005/" target="_blank">Silahkan baca dulu tulisan saya yang in</a>i. Kalo tidak, mungkin gak ngeh, deh!</p>
<p>Well, sekali lagi di kelas yang berbeda, kami membahas mengenai perda rokok ini. Salah satu contoh yang sering diulang, karena dirasa penting untuk anak-anak sekolah.</p>
<p>Seperti kejadian tahun dulu, anak-anak seru aja nyari korban. Tapi ternyata tahun ini ceritanya lain. Anak-anakku yang cewek kembali ngadu dan nangis. Gara-garanya pas mereka mengingatkan beberapa pekerja bangunan yang kebetulan ada di sekolah, malahan mereka dihardik.</p>
<p>Rese amat sih! Suruh gurunya ke sini kalo berani! Jangan anak-anaknya yang disuruh!<span id="more-4042"></span></p>
<p>Sebenernya saya emang gak nyuruh, lowh. Hanya kami membahas saja di kelas. Tau-tau mereka ketemu contohnya.</p>
<p>Tapi ada peraturannya, Om! Ini&#8230;</p>
<p>Dibacain.</p>
<p>Trus kata abang-abang bangunan itu:</p>
<p>&#8216;Bilang sama gurunya, TUTUP AJA PABRIKNYA! SUSAH AMAT SIH!&#8217;</p>
<p>Doh, bosen tau jawabannya kayak gitu lagi.</p>
<p>Padahal kalo aja mau mikir dikiiiit aja, ada loh argumen yang bakalan bikin kita terdiam dan kalah seperti:</p>
<p>&#8216;Itu kan perda Jakarta! Ini bukan Jakarta, tau!&#8217;</p>
<p>Kan itu jawaban yang lebih cerdas, ya!</p>
<p>Well, maka saya beri tahu itu ke anak-anak.</p>
<p><em>Tuh, kan, rokok itu gak baik. Liat aja bapak-bapak itu, udah keburu sewot duluan dan lupa mikir! Kalian mau jadi kayak gitu?</em></p>
<p>Hihihi&#8230;</p>
<p>Dan tentu saja sekarang jadi urusan sekolah untuk memberikan tegoran yang resminya!</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4042/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4042/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4042/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4042&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/23/gak-kreatip-amat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Jadi Jahat</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/23/jangan-jadi-jahat/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/23/jangan-jadi-jahat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 14:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4040</guid>
		<description><![CDATA[‘Kalau Saya, sih, sekolahan itu jadi pilihan terakhir, deh! Gak jelas!’ Itu kalimat yang dilontarkan oleh salah satu ortu kepada ortu murid kami, beberapa saat yang lalu. Pada saat pertemuan pertama walimurid di salah satu SMP tetangga kami. Nyesek? Well, gak juga. Udah biasaa.. Seperti sering saya ulang di sini beberapa saat yang lalu, sekolah &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/23/jangan-jadi-jahat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4040&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>‘Kalau Saya, sih, sekolahan itu jadi pilihan terakhir, deh! Gak jelas!’</p>
<p>Itu kalimat yang dilontarkan oleh salah satu ortu kepada ortu murid kami, beberapa saat yang lalu. Pada saat pertemuan pertama walimurid di salah satu SMP tetangga kami.</p>
<p>Nyesek? Well, gak juga. Udah biasaa..</p>
<p>Seperti sering saya ulang di sini beberapa saat yang lalu, sekolah ini adalah sekolah pilihan terakhir dimana anak-anak yang kami terima adalah anak-anak yang kebanyakan gak diterima di sekolah lain. Sebagian besar karena masalah membaca. Karena seperti kita semua tahu, walaupun sebenarnya sekolah dasar itu tidak diperkenankan menolak siswa karena anak itu belum dapat membaca, seharusnya tugas guru sekolah dasar yang membimbing anak dapat membaca dan bukan TK, tapi toh kenyataannya seperti itu. Kebanyakan SD memang ogah repot ngajarin anak membaca.</p>
<p>Asiknya emang anak itu udah bisa baca pas masuk SD. Jadi bisa ngebut.</p>
<p>Nilainya bagus-bagus!<span id="more-4040"></span></p>
<p>Sebagian lagi, anak kami adalah anak-anak dari keluarga pas-pas-san yang orangtuanya gak tega masukin anak ke SD negeri.</p>
<p>Minta maaf untuk semua guru SD negeri, tapi bagaimanapun, inilah kenyataan di sekitar kami.</p>
<p>Tahu, kan, cerita di TV tentang SD Negeri yang jumlah siswanya seabrek-abrek dan gurunya gak jelas ada atau tidak ada. Begitulah adanya.</p>
<p>Beberapa saat yang lalu, pada saat pertemuan di dinas pendidikan setempat, saya pernah bertukar kisah dengan salah satu guru SD Negeri yang masih muda dan bersemangat. Jarak antara sekolah itu dan sekolah saya hanya satu kali naik angkot. Dan dia berkisah, dengan sangat gembira, menceritakan bahwa sekarang sekolahnya sudah punya komputer. Dua buah. Jadi anak-anak bisa belajar TIK (Teknologi Informasi dan Telekomunikasi) dengan gak usah menghayal-hayal lagi. Udah ada komputer benerannya!</p>
<p>Tapi komputer itu diletakkan di rumah salah satu guru, bukan di sekolah.</p>
<p>Loh, kenapa?</p>
<p>Karena satu tahun sebellumnya, itu sekolah akhirnya punya pompa air juga (aka sanyo). Hasil minta kepada salah satu orang yang cukup kaya di desa kami.<br />
Alhamdulillah, katanya. Sekarang anak-anak gak usah pulang kalau mau buang air.</p>
<p>Sebab biasanya begitu anak pulang, malah gak balik lagi ke sekolah. Bukan paada gak mau, tapi gak boleh sama ortunya. Ada yang disuruh jagain adek, lah. Ada juga yang disuruh nyuci angkot. Duileeeh&#8230;</p>
<p>Tapi kenyataanya, itu pompa air hanya dapat mereka nikmati dua hari saja. HANYA DUA HARI! Padahal para guru udah berniat patungan buat naikin daya listrik nanti kalau gaji honorer mereka yang gak jelas kapan keluarnya itu dibayarkan oleh pemerintah daerah setempat.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Pompa air itu udah keburu ilang. Seseorang mencurinya.</p>
<p>Saya terpana sampai lama.</p>
<p>Busyet, tega bener yang nyuri!</p>
<p>Jadi, kembali ke topik, para ortu yang masih punya keleluasaan dana lebih memilih sekolah swasta yang gak musti seabrek-abrek siswanya. Walaupun sekolah swasta itu sekolah yang paling murah bayarannya dan terutama lagi, bisa dicicil bayarnya.</p>
<p>Oh, ya, saya pernah berkisah, kan, bahwa ada satu SDN di tempat kami yang satu kelas siswanya ada 120 orang? Musti dibagi tiga sesi itu kelas. Pagi, siang, dan sore. Padahal gurunya dia-dia juga!</p>
<p>Bayangin betapa capeknya itu guru dari senen sampe sabtu musti ngajar tiga shift.</p>
<p>Bayangin, betapa siyalnya anak-anak yang dapet giliran shift ke tiga pas banget ketemu guru yang udah kelelahan dan pastinya gak bakalan ngajar dengan baik.</p>
<p>Jadi, menghadapi kata-kata diatas yang dikisahkan oleh salah satu wali murid bagi kami sudah biasa. Toh, semua juga tahu. Anak-anak yang gak diterima di sekolah swasta yaang lain, ditampung di sini.</p>
<p>Harusnya gak naik kelas tapi boleh naik kalo pindah, juga akhirnya nyampe disini.</p>
<p>Apalagi kami memang buka kelas berkebutuhan khusus. Yaudahlah, ini sekolah tempat anak-anak yang dilempar dari sekolah lain.</p>
<p>Karena tidak dapat membaca pada saat penerimaan murid baru.</p>
<p>Karena tidak lulus seleksi saat observasi psikologi dengan cap kemungkinan autis, ADD, ADHD, terlambat berkembang, pendengaran tidak maksimal, speech delay, hydrocepalus, taurette syndrome, dan macem-macem lagi.</p>
<p>Dan yang kita lakukan hanyalah meneriima anak-anak yang kebingungan mau kemana ini, lalu bekerja sebaik-baiknya untuk mereka.</p>
<p>Tentu saja, itu sudah masa lalu. Bukan berarti kami tidak maju-maju pula!</p>
<p>Beberapa saat yang lalu sekolah kami mulai meluluskan siswa. Merupakan sebuah kejutan luarbiasa bahwa ternyata sekolah kami pada kenyataannya toh malahan dapet top score untuk tingkat kecamatan.</p>
<p>Berdua sih, dengan salah satu sekolah negeri yang kami juga gak ngeh di mana lagi letaknya. Konon sih yang ada di tengah sawah sana.</p>
<p>Uh, saya seneng banget nyeritain ke anak-anak saya kalau top score nilai UN di kecamatan ini adalah sekolah yang ada di tengah sawah itu! Malu gak sih! Kita ada AC-nya, lowh! Lampunya philips, ada empat di setiap kelas. Dan kita punya komputer dengan jaringan internet yang jumlahnya sama dengan jumlah anak di setiap kelasnya. Sementara sekolah ituuuu, lampunya yang kuning krenyek-krenyek. Itu juga gak bakalan dinyalain kecuali kalo hari bener-bener gelap karena hujan lebat. Sambil ngarep itu lampu belon putus juga!</p>
<p>Iyaaa, cuma kecamatan. Tapi masa sih kita bisa ngalahi sekolah-sekolah internasional, sekolah nasional plus dan beberapa sekolah yang moahalnya amit-amit muridnya cuma 20 sekelas gurunya dua: satu guru lokal, satu guru bule!</p>
<p>Itu bukan ukuran! Nilai UN bukan ukuran!</p>
<p>Tapi beberapa saat kemudian, pada tahun ini, selama berbulan-bulan kami mendapat banyak kisah yang menyenangkan, dari anak-anak kami yang telah berada di SMP.</p>
<p>Salah satu siswa kami terpilih bersama segelintir siswa SMP dari tempat-tempat lain untuk dikirim ke LN sebagai duta dari Indonesia.</p>
<p>Ada siswa kami yang ke LN juga sebagai bagian dari tim olimpiade sains dan robot.</p>
<p>Beberapa ortu murid berkisah bahwa anaknya mendapat juara pertama di sekolahnya, atau di kelasnya.</p>
<p>Di provinsi yang lain, siswa kami juga terus melaju sana-sini di kejuaraan renang dan taekwondo. Dia masih belum memutuskan mana bidang yang akan ditekuninya benar-benar.</p>
<p>Dan kalimat yang pertama saya kisahkan itu, datangnya dari salah seorang Ibu yang anaknya dulu adalah siswa yang suliiiit di sekolah kami. Siswa yang beneran, menumpahkan air mata guru-guru juga. Siswa yang membuat kami garuk-garuk kepala menanganinya.</p>
<p>‘Itu kata-kata ortu murid lain pas pertemuan pertama kali, Bu. Saya sampe malu dan males dateng. Tapi kenyataannya, ternyata anak saya sekarang juara satu di sekolahnya. Di sekolahnya! Waduh, saya bilang ke anak saya, Ibu Alifia musti tahu ini. Ibu dua kali jadi walikelas anak saya. Dia gak boleh lupa sama Ibu.’</p>
<p>Saya kira, dilupakan memang udah cerita biasa buat kami para guru sekolah. Kebanyakan toh yang diingat guru sekolah itu jahat tukang menghukum tukang ngatur. Tapi saya ikut senang bahwa kamu berhasil meraihnya, Nak. Kamu akan survive di dunia yang liar ini. Jangan jadi orang yang merugikan orang lain, itu doa kami para guru SD kepada kalian. Itu saja.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4040/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4040&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/23/jangan-jadi-jahat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Treasure Island</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/22/treasure-island/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/22/treasure-island/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 10:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4036</guid>
		<description><![CDATA[I have maps of the seas, I have knowledge of how the world works. And the world work best when there is plan (Doctor David Livesey to Jim Hawkins) Lanjut baca.. Filed under: Film<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4036&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://alisarbi.files.wordpress.com/2012/01/vlcsnap-2012-01-22-15h57m17s79.jpg?w=360&#038;h=203" alt="" width="360" height="203" /></p>
<p><em>I have maps of the seas, I have knowledge of how the world works. And the world work best when there is plan </em></p>
<p><em>(Doctor David Livesey to Jim Hawkins)</em></p>
<p><a href="http://alisarbi.wordpress.com/2012/01/22/fifteen-men-on-the-dead-mans-chest-and-a-bottle-of-rum/" target="_blank">Lanjut baca..</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/film/'>Film</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4036/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4036/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4036/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4036&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/22/treasure-island/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alisarbi.files.wordpress.com/2012/01/vlcsnap-2012-01-22-15h57m17s79.jpg?w=500" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jekyll</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/13/jekyll/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/13/jekyll/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 15:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4032</guid>
		<description><![CDATA[Claire: No one worth think is worth telling me I married a warewolf? Detective Calendar: You didnt married a warewolf, Mrs. Jackman, You married Doctor Jekyll. Claire : Doctor Jekyll? Detective Calendar: Doctor Henry Jekyll, died in Edinburg in 1886. Claire: Doctor Jekyll… and Mister Hyde? Detective Calendar: Yes. Claire: Dr. Jekyll and Mr. Hyde &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/13/jekyll/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4032&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/nesbitt460.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4033" title="nesbitt460" src="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/nesbitt460.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" width="300" height="195" /></a></p>
<p>Claire: No one worth think is worth telling me I married a warewolf?</p>
<p>Detective Calendar: You didnt married a warewolf, Mrs. Jackman, You married Doctor Jekyll.</p>
<p>Claire : Doctor Jekyll?</p>
<p>Detective Calendar: Doctor Henry Jekyll, died in Edinburg in 1886.</p>
<p>Claire: Doctor Jekyll… and Mister Hyde?</p>
<p>Detective Calendar: Yes.</p>
<p>Claire: Dr. Jekyll and Mr. Hyde was a story.</p>
<p>Syme: No, it wasn’t.</p>
<p>Detective Calendar: No, it isn’t.</p>
<p>Claire: I’m Mrs. Jekyll and Hyde?</p>
<p>Detective Calendar: Yes, You are.</p>
<p><a href="http://alisarbi.wordpress.com/2012/01/13/tom-bill-henry-dan-hyde/" target="_blank">Lanjut baca..</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/film/'>Film</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4032/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4032/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4032/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4032&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/13/jekyll/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/nesbitt460.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nesbitt460</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sherlock</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/08/sherlock/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/08/sherlock/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 14:59:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4029</guid>
		<description><![CDATA[Watson: What are you doing? Holmes: Nicotin patch. Helps me think. Impossible to sustain a smoking habit in London these days. Bad news for brain work. Watson: It’s good news for breathing. Holmes: Oh… Breathing! Breathing’s boring. Watson: Is that…three patches? Holmes: It’s a three-patch problem. Lanjut baca.. Filed under: Film<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4029&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://alisarbi.files.wordpress.com/2012/01/vlcsnap-2012-01-08-20h46m21s219.png?w=474&#038;h=267&#038;h=267" alt="" width="474" height="267" /></p>
<blockquote><p><em>Watson: What are you doing?</em></p>
<p><em>Holmes: Nicotin patch. Helps me think. Impossible to sustain a smoking habit in London these days. Bad news for brain work.</em></p>
<p><em>Watson: It’s good news for breathing.</em></p>
<p><em>Holmes: Oh… Breathing! Breathing’s boring.</em></p>
<p><em>Watson: Is that…three patches?</em></p>
<p><em>Holmes: It’s a three-patch problem</em>.</p></blockquote>
<p><a href="http://alisarbi.wordpress.com/2012/01/08/nicotine-patch-dan-iphone/" target="_blank">Lanjut baca..</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/film/'>Film</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4029/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4029/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4029/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4029&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/08/sherlock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alisarbi.files.wordpress.com/2012/01/vlcsnap-2012-01-08-20h46m21s219.png?w=474&#38;h=267" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Guru dalam Buku dan Film: Botchan (Botchan)</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/04/guru-dalam-buku-dan-film-botchan-bothcan/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/04/guru-dalam-buku-dan-film-botchan-bothcan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 10:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru dalam Buku dan Film]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Juga Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4014</guid>
		<description><![CDATA[Kata Botchan tidak dapat diterjemahkan karena berbagai nuansa yang terkandung di dalamnya. Pada dasarnya kata itu merupakan panggilan sopan untuk para anak laki-laki, terutama ketika mereka masih kanak-kanak, dari keluarga terpandang. Sapaan ini serupa dengan ‘tuan muda’, namun dengan nuansa kedekatan dan kasih sayang di dalamnya. Dalam beberapa kasus, kata ini juga bisa digunakan untuk &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/04/guru-dalam-buku-dan-film-botchan-bothcan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4014&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:right;">Kata<a href="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/botchan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4019" title="botchan" src="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/botchan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a> Botchan tidak dapat diterjemahkan karena berbagai nuansa yang terkandung di dalamnya. Pada dasarnya kata itu merupakan panggilan sopan untuk para anak laki-laki, terutama ketika mereka masih kanak-kanak, dari keluarga terpandang. Sapaan ini serupa dengan ‘tuan muda’, namun dengan nuansa kedekatan dan kasih sayang di dalamnya. Dalam beberapa kasus, kata ini juga bisa digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang agak manja dan menuruti maunya sendiri.</p>
<p style="text-align:right;">Alan Turney.</p>
</blockquote>
<p>Aku pada kisah ini tidak pernah disebutkan namanya selain hanya sebagai Botchan saja yang figurnya hampir merupakan representasi dari kata tersebut. Dia adalah putera kedua dari keluarga terhormat yang pada masa kecilnya dikenal sebagai seorang anak yang minta ampun badungnya. Dia digambarkan sebagai orang yang bersumbu pendek, sangat gampang tersulut emosi, namun perasa dan tidak segan mengorbankan dirinya sendiri demi orang lain.<span id="more-4014"></span></p>
<p>Panggilan Botchan didapatinya bukan dari ibu ataupun ayah, namun dari Kiyo, pembantunya, yang nampaknya memang satu-satunya orang yang mau melihat sisi terbaik dari anak ini, dan memberikan kasih sayang yang tulus kepadanya. Sang ibu yang sakit-sakitan lebih banyak marah dan kemudian menyalah-nyalahkannya atas sakit yang semakin parah dideritaanya. Segera setelah Sang Ibu meninggal dunia, Sang Ayah pun mengambil keputusan untuk setuju dengan perkataan almarhum istrinya dan mulai membenci anak bungsunya ini. Bahkan jika tanpa dihalangi oleh Kiyo, Sang Ayah sungguhan mengusir anak lelakinya yang masih kanak-kanak itu. Walaupun akhirnya tidak jadi, namun tetap saja perlakuannya terhadap Botchan tidak berubah. Namun karena Botchan sendiri bukan orang yang pencemburu dan iri terhadap perbedaaan perlakuan dari Sang Ayah terhadap dirinya dan Sang kakak, maka hidup berjalan terus tanpa banyak kesulitan.</p>
<p>Sampai Sang Ayah meninggal dunia.</p>
<p>Sang Kakak yang dianggap sebagai pewaris tunggal nampaknya cukup baik hati dengan memberikan uang sejumlaah 600 yen kepada adiknya yang masih remaja sebagai ‘pensiun’, hehe.. Hubungan mereka selesai sampai di situ. Sang Kakak memutuskan bahwa sudah tidak ada apapun lagi diantara mereka berdua. Pada saat itu satu-satunya yang ada di pikiran Botchaan adalah Kiyo yang sudah tidak muda lagi sedangkan yang dapat dia lakukan hanyalah menyisihkan sebagian uang pemberian itu kepadanya ditambah janji bahwa pada suatu hari dia akan datang kembali menjemputnya, dan mengajak Kiyo untuk tinggal bersamanya, jika keadaannya sudah memungkinkan. Tanpa diduga, janji ini sungguh-sungguh dipegang erat Kiyo.</p>
<p>Botchan pergi ke Tokyo dan memutuskan untuk menggunakan uang yang tersisa sebagai modal melanjutkan pendidikannya di sekolah guru. Beberapa tahun kemudian pekerjaan pertamanya pun datang. Dia dikirim menjadi pengajar matematika di sebuah sekolah desa di salah satu pulau di Jepang.</p>
<p>Membaca buku ini sungguh membuat pikiraan saya melayang kepada <em>Les Choristes</em> (silahkan <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2009/12/30/guru-dalam-film-dan-buku-clement-mathieu-les-choristes/" target="_blank">baca ini</a> dan <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2010/07/04/guru-dalam-buku-dan-film-louanne-johnson-clement-mathieu-erin-gruwell-dan-joe-clark-guru-di-sekolah-yang-keras/" target="_blank">yang in</a>i) , bagaimana si Botchan yang waktu kecil minta ampun boadung itu pada akhirnya seakan mendapatkaan karma: harus mengasuh segambreng anak lelaki yang amit-amit jahilnya!<br />
Tidak banyak berubah dari pembawaan masa kecilnya, Botchan tetap orang yang apa adanya. Malas untuk menjaga sikapnya sebagai seorang guru yang dianggap sebagai pekerjaan terhormat di masyarakat. Dia tidak berusaha menutup-nutupi kelemahannya dihadapan siswanya. Ketika mendapati sebuah soal yang tidak dapat dipecahkannya pada saat itu juga, dengan entengnya dia mengatakan bahwa dia tidak bisa namun tetap akan dia coba lagi di rumah. Kalau sudah dipecahkannya, dia janji, aakan membahasnya di kelas.</p>
<p>Okeh, itu memang hal yang biasa&#8230;untuk saat ini. Tapi karya ini sendiri keluar pada masa awal<em> restorasi meiji</em> yang pada saat itu, seorang guru mengatakan bahwa dia tidak tahu adalah hal yang sangat aneh. Maka mulailah ledekan ‘guru goblok’ menempel pada Botchan, ditambah pula dia dijadikan bulan-bulanan keisengan anak-anak yang kadang memang sudah menjurus ke kurang ajar. Tapi Botchan tetaplah Botchan yang dulu. Dia sama sekali tidak berusaha untuk mengambil hati mereka. Anak-anak didiknya ini barulah sadar bahwa Sang Guru Matematika yang selama ini mereka lecehkan itu adalah orang yang sungguh-sungguh peduli terhadap mereka. Tapi sayangnya itu sudah terlambat. Sang Guru sudah dipaksa mengundurkan diri dan pergi dari desa mereka.</p>
<p>Menghadapi anak-anak badung itu satu hal yang musti dihadapi dengan tabah oleh Botchan, walaupun gak pasrah-pasrah amat juga, sih! Menghadapi ruwetnya tetangga adalah hal yang lain lagi. Botchan yang walaupun berasal dari keluarga terhormat toh tumbuh besar di kota besar Edo (Ibukota Jepang sebelum Tokyo, baidewei!), maka kehidupan masyarakat desa benar-benar merupakan kejutan baginya. Masyarakat desa bukanlah sebagaimana yang selalu dilukiskan oleh para penulis yang romantis sebagai masyarakat yang sederhana, namun masyarakat yang ikut campur dengan urusan orang lain. Bahkan Botchan yang cueknya gak kira-kira itupun pada akhirnya harus mau lebih berhati-hati dan menjaga sikapnya.</p>
<p>Salah satu keribetan saat membaca karya asing adalah bagaimana menghafal tokoh yang berseliweran di dalamnya (Hmm, kalo saya nulis cerita, gak bakalan bikin nama-nama yang ribet, dah!), nah di kisah ini lebih diperumit lagi dengan kebiasaannya si Botchan yang suka memberikan julukan-julukanseperti ‘baju merah’ ‘badut’ atau ‘labu hijau’ kepada orang-orang yang tentu saja membuat kita harus lebih teliti lagi kalau gak mau kehilangan jejak.</p>
<p>Botchan adalah guru yang hebat, menurut beberapa tokoh di kisah, walaupun tidak banyak dikupas bagaimana manajemen kelasnya. Kisah lebih banyak berputar di ruang guru tempatnya sering berkeluh kesah mengenai rekan-rekannya. Ini agak saya sayangkan mengingat Natsume Soseki, sang penulis, sungguh-sungguh seorang guru dan peneliti yang pernah mengajar di desa pedalaman Jepang (Bukan! Kata penulisnya ini bukan kisah nyata maupun pengalamannya!) yang saya yakin, pastilah akan banyak yang bisa saya dapatkan dari situ.</p>
<p>Well, itu bedanya sebuah karya yang baik, bukan? Tidak lekang oleh waktu. Lewat 100 tahun kemudian, Botchan tetap hidup dan memiliki penggemar sementara Shinchan, yaa, waktu yang menjawabnya, hehe..</p>
<p>Dan satu hal yang kembali saya diingatkan adalah mengenai insting kita. Bahwa kadang-kadang, penilaian pertama-tama kita terhadap seseorang yang baru kita temui adalah penilaian yang paling benar. Dan kita tahu, pada saat itu juga, bahwa kita telah bertemu dengan sahabat kita.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/guru-dalam-buku-dan-film/'>Guru dalam Buku dan Film</a>, <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/guru-juga-manusia/'>Guru Juga Manusia</a>, <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4014/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4014/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4014/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4014&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/04/guru-dalam-buku-dan-film-botchan-bothcan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2012/01/botchan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">botchan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pokoknya Sekarang!</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/03/pokoknya-sekarang/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/03/pokoknya-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 04:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru Juga Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[sobat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4011</guid>
		<description><![CDATA[Jadi, seperti yang pernah saya tuliskan di blog yang satu lagi itu bahwa yang namanya liburan seorang guru punya tugas tambahan satu lagi yaitu KONDANGAN. Iyaaaah, kondangan. Atau mungkin lebih tepatnya ngejengukin anak-anak kami yang baru saja dikhitan. Hal yang bikin kaget saat pertama kalinya menghadiri kondangan atau sekedar menjenguk anak adalah bahwa saya ujug-ujug &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/03/pokoknya-sekarang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4011&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi, seperti yang pernah saya tuliskan di blog yang satu lagi itu bahwa yang namanya liburan seorang guru punya tugas tambahan satu lagi yaitu KONDANGAN.</p>
<p>Iyaaaah, kondangan. Atau mungkin lebih tepatnya ngejengukin anak-anak kami yang baru saja dikhitan.</p>
<p>Hal yang bikin kaget saat pertama kalinya menghadiri kondangan atau sekedar menjenguk anak adalah bahwa saya ujug-ujug DITUNJUKIN lukanya ituuuu. Yah, mungkin ini budaya beberapa masyarakat disini, yaa.. Saat ada yang nungul, tau-tau lah ibu atau bapaknya buka aja itu sarung dan ngasih tau di depan muka.</p>
<p>NIH LIAT&#8230; BEDARAAAH KAAAAN&#8230;<span id="more-4011"></span></p>
<p>Kyaaa&#8230;</p>
<p>Doh, pliiis hentikan ituuuu&#8230;</p>
<p>Tapi, yah, beberapa saat kemudian saya sudah mulai terbiasa dan tanggap. Pada saat datang dan menghampiri si anak, maka otomatis muka saya akan menoleh ke samping&#8230;.sampe itu sarung di tutup lagi. Dan kalaupun tetep keliatan, karena kadang refleks saya terlambat, maka udah gak gitu ngeri-malu lagi.</p>
<p>Paling hanya beberapa detik.</p>
<p>Kecuali kalo saya nungul bareng si Rambo. Nah, kadang suka lama tuh soalnya si Rambo suka ngebecandain segala.</p>
<p>Plisss, deh!</p>
<p>Atau kadang-kadang sambil meriksa-meriksa dikit.</p>
<p>Yah, kalo ini mah bisa dimengerti, yah&#8230;</p>
<p>Okeh, ini sebenernya bukan cerita mengenai kondangan, tapi tentang salah satu anak kami (siswa saya yang siyalnya pasiennya si Rambo juga). Sekaligus, ini anak adalah salah seorang tetangga.</p>
<p>Dan dia mau dikhitan.</p>
<p>Gak seperti kebanyakan anak lain yang butuh waktu lamaaa dan mungkin juga raayuan gombaal dari emak bapaknya untuk mau dikhitan, ini anak nungul aja pada suatu sore di depan pintu rumahnya Rambo.</p>
<p>Dengan sepeda kecilnya dan muka yang rada besut.</p>
<p>Maklum, ini anak baru aja bisa naik sepeda dan sekarang masih belajar naik sepeda anak gede. Jadi masih jatoh-jatohan lah sepedaannya. Belum ahli, kalo kata Saya. Dan anak itu akan membalasnya dengan leletan lidah.</p>
<p>‘Biarin weeeee&#8230;’</p>
<p>Umurnya belum tujuh tahun ngomong-ngomong.</p>
<p>Jadi, si Rambo baru pulang ini anak udah narik-narik tangannya..</p>
<p>‘Pak Dokter&#8230; Pak Dokter&#8230;’</p>
<p>Bayangkanlah adegan di pilm The Incredible pas Mr. Incredible pulang dan mendapati ada anak kecil menatap penuh minat kepadanya.</p>
<p>‘Pak Dokter, kalo disunat itu emang beneran sakitnya kayak digigit semut.’</p>
<p>‘Ngng.. Kata orang-orang gitu. Tapi kalo menurut Saya, sakitnya kayak digigit satu pasukan semut, hehe..’</p>
<p>‘Ooo.. Pak Dokter pernah disunat?’</p>
<p>‘Ya, pernah dong&#8230;’</p>
<p>‘Waktu masih kecil?’</p>
<p>‘Nggak kecil-kecil amat. Udah gedean dikit dari kamu.’</p>
<p>‘Aku mau disunat, Pak Dokter.’</p>
<p>‘Wah, kereeeen. Kapan? Nanti Pak Dokter diundang, yaa&#8230;’</p>
<p>‘Iyaa&#8230; Tapi, kan, disunat dulu..’</p>
<p>‘Ya iyalaaah..’</p>
<p>‘Yuk, sekarang..’</p>
<p>&#8230;..</p>
<p>‘Hah?’</p>
<p>Ini anak kalem aja ngambil tangannya Rambo lalu menuntunnya masuk ke rumah.</p>
<p>‘Eh, tapi ini maksudnya Kamu dateng mau disunat..sekarang?’</p>
<p>Si anak mengangguk dengan mantap.</p>
<p>‘Gak papa, kan?’ katanya kemudian.</p>
<p>‘Yaaa, gak papa, sih. Tapi udah bilang sama Ayah dan Mama belum?’</p>
<p>Anak itu menggeleng.</p>
<p>‘Kok belom bilang?’</p>
<p>Dia diam saja.</p>
<p>‘Pak Dokter gak mau kalo kamu belum bilang sama Ayah dan Mama. Setiap anak yang mau disunat, harus bilang dulu sama orangtuanya.’</p>
<p>‘Gak papa Pak Dokter. RA-HA-SI-A-KI-TA..’</p>
<p>‘Ah, gak mau main rahasia-rahasiaan, ah.. Pokoknya minta izin dulu. Itu peraturan negara. Kalo enggak, nanti Pak Dokter dipenjara. Terus nanti bisa dihukum gantung.’ Si Rambo ngomong ini lengkap dengan pasang muka lebaynya artis-banci-di-acara-music-pagi</p>
<p>‘Oooo&#8230;. Iya, deh.. Aku mau bilang dulu, yah&#8230; Dada Pak Dokter&#8230;’</p>
<p>Daaaa&#8230;&#8230;</p>
<p>Nah, sepertinya itu Cuma cerita sambil lalu saja, kan? Sebuah kisah kecil dengan anak tetangga pada suatu hari. Tapi nyatanya tidak.</p>
<p>Ini anak beneran nungul besok pagi-pagiiii dengan pakaian siap untuk dikhitan. Baju koko dan sarung serta peci. Tereak-tereak di depan pintu.</p>
<p>‘PAK DOKTEEEER, JADI GAK MAU NYUNAT AKUUU&#8230;’</p>
<p>Busyeeeet!!!</p>
<p>‘POKOKNYA BILANG DULU TITIK!’ Tereak-tereak juga!</p>
<p>‘Ini udah bilang tauuuuu&#8230;’</p>
<p>Dan begitulah. Emaknya ini anak ternyata ada dibelakangnya dengan tampang bingung dan geli banget.</p>
<p>‘Pak, emang anak saya diapain sih kok tau-tau pas pulang minta disunat? Emang gimana ceritanyaaaaaa? Yang bener aja. Gak kekecilan emangnya, Pak?’ Si Ibu langsung nyerocos.</p>
<p>‘Lah, mana gua tauuuu&#8230;’</p>
<p>‘POKOKNYA AKU MAU DISUNAT SEKARAAAANG!’</p>
<p>Yah, akhirnya dua orang dewasa di situ ngalah juga. Si anak dikhitan lah pada akhirnya. Tapi bukan berarti kejadiannya berlangsung dengan adem anyep, gaaak.. Teteup aja tuh drama tendang-muka-dokter berlangsung segala.</p>
<p>‘Yang bener ini jadi apa engggaaak?’ Ngusap-ngusap muka.</p>
<p>*ngakak</p>
<p>Udah gitu pas selesainya, itu anak langsung nyengir dan bilang:</p>
<p>‘Hayo Pak Dokter, kasih aku kado..’</p>
<p>‘Nih..’</p>
<p>‘Yaaa, kok perban?’</p>
<p>Daaan, apakah itu anak jadi absen tereak-tereak manggilin Rambo pada pagi? Ternyata enggak. Karena pagi berikutnya, tetep, itu anak manggil-manggil dengan sekuat tenaga.</p>
<p>‘PAK DOKTEEEEER! AKU UDAH BOLEH MAIN BOLA BELOOOOOOM?’</p>
<p>Dijawaab dengan tereak-tereak juga.</p>
<p>‘BELOOOM. TIGA HARI SAMPE JAITANNYA DIBUKA JANGAN MAIN BOLA DULU YAAAAA&#8230;’</p>
<p>‘TAPI AKU BOSEEEEEEN NIIIH!!’</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Well, cepet sembuh, ya, Nak&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/guru-juga-manusia/'>Guru Juga Manusia</a>, <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sobat/'>sobat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4011/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4011/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4011/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4011&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/03/pokoknya-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iri dan Adil</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/02/iri-dan-adil/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/02/iri-dan-adil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 04:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4007</guid>
		<description><![CDATA[Rasa iri hati kita selalu berumur lebih panjang daripada kebahagiaan dari mereka yang membangkitkan rasa iri hati tersebut. -  La Rochetoucauld ‘Bu, kalo ortunya xxx protes lagi mengenai ABK (anak berkebutuhan khusus) gimana? Apa Saya langsung bilang aja silahkan diskusi sama Ibu aja?’ Salah satu rekan walikelas tiga yang menyatakan kekhawatiran itu. Bukan tidak beralasan, &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/02/iri-dan-adil/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4007&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:right;">Rasa iri hati kita selalu berumur lebih panjang daripada kebahagiaan dari mereka yang membangkitkan rasa iri hati tersebut.</p>
<p style="text-align:right;">-  <strong>La Rochetoucauld</strong></p>
</blockquote>
<p>‘Bu, kalo ortunya xxx protes lagi mengenai ABK (anak berkebutuhan khusus) gimana? Apa Saya langsung bilang aja silahkan diskusi sama Ibu aja?’</p>
<p>Salah satu rekan walikelas tiga yang menyatakan kekhawatiran itu. Bukan tidak beralasan, sang ortu memang sudah dikenal sebagai salah satu ortu yang, yah, mungkin rada bikin ribet. Gak pernah ikut rapat ortumurid, gak pernah mau ikut kegiatan, tapi tau-tau protes dengan kebijakan sekolah atau keputusan ortu murid yang sudah disepakati bersama.<span id="more-4007"></span></p>
<p>Selama ini saya kira protes dari yang bersangkutan cukup dapat dimaklumi. Pengulangan dari keluhan beberap ortu murid sebelumnya.Kanmasalahnya Cuma dia aja yang gak pernah datang pada saat pertemuan ortu murid dan pihak sekolah dan itu sebabnya jadi rada telat.</p>
<p>Tapi kali ini saya kira sudah cukup rada kelewatan. Dia protes mengenai keberadaan ABK, dan bukan karena khawatir anaknya terluka atau apa yang saya kira cukup dapat dimaklumi.</p>
<p>Dia protes karena rangking anaknya di kelas turun karena digeser oleh, ironisnya, dua orang ABK di kelasnya.</p>
<p>Okeh, okeeeeeh, saya akan menuliskan tentang rengking atau peringkat ini dulu untuk orang-orang yang punya anak di sekolah, atau masih sekolah, yang tentunya ngeh banget kalo jaman sekarang itu udah gak ada lagi rengking atau peringkat di kelas.</p>
<p>Sejak kurikulum KBK tahun 2004 dan kemudian dilanjutkan oleh KTSP tahun 2006, memang rengking sudah ditiadakan. Blas.. Gak ada.</p>
<p>Tapi tetep aja kita berikan tuh selembar kertas berisi daftar nilai rata-rata tertinggi dalam satu kelas. Tentu ini lebih merupakan kemudahan aja karena gak semua orang tua mau mudah menerima mengenai tidak ada rengking lagi.</p>
<p>Eniwei, ortu ini sewot gara-gara nilai rata-rata anaknya tersingkir rada jauh. Dan tambah bikin sewot lagi karena dua anak ABK di kelas anaknya ini, autis dan disleksia, ternyata mendapatkan nilai rata-rata yang jauh lebih tinggi dari anaknya.</p>
<p>Moarahnya beneran loh sampe bilang segala:</p>
<p>‘Ini namanya gak adil, Bu! Anak-anak itu kandibantu shadow teacher pas ulangan. Pantes aja nilainya bagus. Gak adil, dong. Kalo gitu caranya yah gampang aja. Saya bayar deh shadow teacher buat anak saya pas ulangan umum. Bereskan, Bu?’</p>
<p>Dan itu membuat saya sedih.</p>
<p>Apa Anda memang bermaksud pada setiap perkataan Bapak? Sampai sebegitukah arti nilai dan rengking?</p>
<p>Masa sih Bapak iri dengan siswa autis?</p>
<p>Lah, gak malu sama puteranya, Pak? Putera Bapak aja hepi-hepi aja, tuh!</p>
<p>Tentu saja saya pn pada akhirnya menjelaskan panjang lebar mengenai tugas atau apa saja wilayahnya shadow teacher itu. Dan ini hanyalah apa yang berkecamuk di hati saya saja.</p>
<p>Bicara tentang adil atau tidak adil maka benerkah tidak adil bahwa dia memiliki seorang anak laki-laki yang sehat, cerdas, dan, dalam ukuran yang saya yakin akan menyakiti siswa ABK, normal di mana kehidupan terbuka luas lebuar untuk anaknya sementara di kelas yang sama ini ada dua anak lelaki lain yang, mungkin memiliki eidetic memory tapi sekaligus penyandang autis?</p>
<p>Diatas kertas..diatas kertas.. memang anak autis ini mendapat nilai jauh diatas anaknya. Itu jelas terlihat. Si anak autis ini adalah penghafal yang handal, tukang ngutak utik rumus yang jempolan di mana bahasa matematika, kami yakin, adalah bahasanya yang pertama kemudian diikuti dengan bahasa computer. Dia jauh lebih mudah memahami computer dibanding manusia lain di sekitarnya. Tapi…Anda lihatlah anak ini. Lihatlah.. Apa Anda yakin bahwa Anda lah yang seharusnya berteriak-teriak pada dunia bahwa INI TIDAK ADIL!</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4007/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4007/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4007/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4007&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2012/01/02/iri-dan-adil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gosip Ruang Guru: Classmeeting</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/12/15/gosip-ruang-guru-classmeeting/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/12/15/gosip-ruang-guru-classmeeting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 15:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gosip Ruang Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Guru dalam Buku dan Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=4004</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah dua guru sedang bercakap pada beberapa saat selepas anak-anak pulang sekolah. Guru Satu: Si Ali itu seharian ngerengek-rengek. Besok pas classmeeting pengen ikut lomba futsal sama badminton. Aku bingung bilangnya apa jadi aku iya iya in aja. Padahal gak ada satupun lomba yang dia aku ikutin. Guru Dua: Ngeri sama emaknya, ya? Guru Satu: &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2011/12/15/gosip-ruang-guru-classmeeting/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4004&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah dua guru sedang bercakap pada beberapa saat selepas anak-anak pulang sekolah.</p>
<p>Guru Satu: Si Ali itu seharian ngerengek-rengek. Besok pas classmeeting pengen ikut lomba futsal sama badminton. Aku bingung bilangnya apa jadi aku iya iya in aja. Padahal gak ada satupun lomba yang dia aku ikutin.</p>
<p>Guru Dua: Ngeri sama emaknya, ya?<span id="more-4004"></span></p>
<p>Guru Satu: He-eh. Anaknya jatoh aja aku diomelin. Kemaren pas Si Ali mimisan, aku gak tahu kenapa tapi aku tahu dia itu gak diapa-apain. Gak ada yang mukul atau apa tau-tau mimisan aja. Trus ibunya sampe kayak gitu marahnya. Udah, ah. Aku takut kalo dia ikut lomba futsal terus jatoh atau kesengkat, nanti ibunya ngomelin aku lagi.</p>
<p>Guru Dua: Iya, aku juga. Pokoknya yang emak-emaknya suka marah-marah kalo anaknya kesenggol dikit, gak ada yang aku daftarin lomba. Nanti kalo ada apa-apa kita yang kena, ya..</p>
<p>Guru Satu: Iya..</p>
<p>Guru Dua: Padahal kasian&#8230; anaknya pengen ikut..</p>
<p>Guru Satu: Iyaa.. (dengan nada yang berbeda dari &#8216;iya&#8217; yang pertama)</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Pembicaraan para walikelas satu SD&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/gosip-ruang-guru/'>Gosip Ruang Guru</a>, <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/guru-dalam-buku-dan-film/'>Guru dalam Buku dan Film</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/4004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/4004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/4004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/4004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/4004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/4004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/4004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/4004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/4004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/4004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/4004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/4004/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/4004/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/4004/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=4004&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/12/15/gosip-ruang-guru-classmeeting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muharram</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/28/muharram/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/28/muharram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 05:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=3997</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Sekolah<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=3997&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2011/11/1-muharram3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3998" title="1-muharram3" src="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2011/11/1-muharram3.jpg?w=530&#038;h=368" alt="" width="530" height="368" /></a><span id="more-3997"></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/3997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/3997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/3997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/3997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/3997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/3997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/3997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/3997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/3997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/3997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/3997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/3997/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/3997/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/3997/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=3997&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/28/muharram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2011/11/1-muharram3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1-muharram3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permohonan Maaf Paling Susah Sedunia!</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/21/permohonan-maaf-paling-susah-sedunia/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/21/permohonan-maaf-paling-susah-sedunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 15:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=3991</guid>
		<description><![CDATA[Oh, plis, gak usah ribet liat judul diatas. Itu cuma kalimat yang berlebihaaaan. Bagaimana kabar sekolah akhir-akhir ini? Well, nampaknya kami baik-baik saja. Hujan banyak turun yang artinya dimana-mana becek dan lantai-lantai mulai berdebel tanah. Kebun rambutan mulai berbuah, horray! Anak-anak mulai seru nongkrongin pohon-pohon rambutan dan lompatan meraih buahnya yang menjuntai sampai ke bawah &#8230; <a href="http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/21/permohonan-maaf-paling-susah-sedunia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=3991&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oh, plis, gak usah ribet liat judul diatas. Itu cuma kalimat yang berlebihaaaan.</p>
<p>Bagaimana kabar sekolah akhir-akhir ini?</p>
<p>Well, nampaknya kami baik-baik saja. Hujan banyak turun yang artinya dimana-mana becek dan lantai-lantai mulai berdebel tanah. Kebun rambutan mulai berbuah, horray! Anak-anak mulai seru nongkrongin pohon-pohon rambutan dan lompatan meraih buahnya yang menjuntai sampai ke bawah ke jangkauan tangan mereka. Sejauh ini belum ada yang nekad manjatin pohonnya. Selain masih keingetan insiden tangan patah seorang anak laki-laki kelas 5 beberapa saat yang lalu pun nampaknya ngeri setengah mati dengan prospek mengeruwetnya ulet bulu yang menempel pada batang pohonnya.</p>
<p>Yep, sudah nungul korban pertama tahun ini yang gatal-gatal karena ulet bulu dan dia adalah…jreng jreng!</p>
<p>Bu Lulu!</p>
<p>Seperti kejutan saja, huh! Kenyataannya emang nyaris tiap tahun selalu aja dia duluan yang kena ulet bulu!</p>
<p>Sungguh sial dia!</p>
<p>Tapi apa cerita baru di sekolah?<span id="more-3991"></span></p>
<p>Yaaah, karena tahun ini kerjaan saya lebih banyak di kantor dengan kertas atau orang dewasa, nampaknya saya sangat banyak merasa kehilangan cerita pada tahun ini. Dan walaupun teteup aja ada kisah, nampaknya terlalu sempit waktu untuk saya mengelaborasinya menjadi sebuah kisah utuh.</p>
<p>Dreeed!</p>
<p>(Uh, sok sibuk banget, yaa…)</p>
<p>Eniwei, hari ini saya cukup bahagia karena salah satu anak special kami yang autis kembali menggerecokin saya dengan berkali-kali nungul di pintu ruang saya sambil mengocehkan serentetan kata yang agak susah untuk ditangkap telinga kepada saya. Itu adalah kebiasaan dia dan saya menganggap bahwa itu adalah ‘waktu kami’.</p>
<p>Dia: (nungul di pintu) Waswesws bajgkdskasA ontime shdjd…</p>
<p>Saya: (mengangkat alis)</p>
<p>Dia: (Lari) (balik lagi) (nungul di pintu saya) klkdwgjlkg…</p>
<p>Saya: (panggil namanya)</p>
<p>Dia: (Lari) (balik lagi) (nungul di pintu saya) klkdwgjlkg…</p>
<p>Saya: (panggil namanya)</p>
<p>Dia: (Lari) (balik lagi) (nungul di pintu saya) klkdwgjlkg…</p>
<p>Begitu berulang-ulang.</p>
<p>Saya gak ngerti maksudnya apa itu semua.</p>
<p>Pertama-tama saya mengejarnya dan bertanya ada apa. Dia hanya tertawa dan lari-larian saja. Kemudian saya biarkan adegan itu berulang-ulang tiap hari. Terkadang saya akan mendekatinya (dan dia lariiiii), terkadang saya hanya memanggil namanya atau bertanya ada apa. Bukan maksudnya saya mengharapkan jawaban yang lugas atas pertanyaan itu, yang saya pasti akan menangis Bombay kalo memang dia kemudian menjawabnya dengan lugas. Saya hanya ingin dia tahu bahwa saya melihatnya dan menganggap bahwa dia ada dan berarti untuk sekedar ikut permainannya.</p>
<p>Atau bahwa saya memang mencoba untuk tidak menepikannya.</p>
<p>Beberapa minggu ini dia tidak datang ke pintu saya. Yup, beberapa minggu! Dan saya sedih sekali karenanya.</p>
<p>Ini gara-gara lagu!</p>
<p>Sebelumnya saya tahu bahwa anak ini sangat tidak suka dengan music…mungkin lebih tepatnya irama. Dia selalu resah saat harus berada ditengah-tengah anak yang melafalkan qur’an atau hanya sekedar doa bersama. Dia bahkan lari dengan kecepatan setengah mampus saat harus ikut shalat berjama’ah bersama kelasnya yang masih membacakan doa shalat dengan keras sama-sama. Karena baginya sama saja, bahwa irama, dengan bahasa apapun atau bahkan hanya (atau apalagi) music ritmic sudah cukup membuat guncang seluruh keseimbangan yang coba dibuatnya di sekitarnya.</p>
<p>Tapi dia bisa beribadah. Hanya baginya, nampaknya, sebuah ibadah baik itu shalat maupun doa adalah masa kotemplasi penuh keheningan yang intens saat komunikasi kepada yang maha kuasa berlangsung sangat pribadi dan penuh kekhusyuan.</p>
<p>Bukankah itu indah? Saya kira itu sungguh indah!</p>
<p>Terkadang saya berpikir bahwa mungkin pengajaran Budha akan lebih mudah dan meraihnya.</p>
<p>Yeah, whatever…</p>
<p>Kemudian pada suatu hari saat saya sedang berada di kelasnya, tanpa sadar saya menyanyi.</p>
<p>Lebih tepatnya bersenandung.</p>
<p>Saat itu kami sedang ulangan. Dan kelas sedikit hening dari biasanya. Saya duduk di meja membaca sebuah artikel sementara anak-anak mengerjakan soal. Salah satu anak mulai bersenandung.</p>
<blockquote><p>Dengan seluruh angkasa raya memuja</p>
<p>Pahlawan Negara</p>
<p>Nan gugur remaja di ribaan bendera</p>
<p>Mbela putra bangsa</p></blockquote>
<p>Dan secara reflex, saya pun mulai ikut bersenandung yang pun diikuti beberapa anak yang lain.</p>
<blockquote><p>Kau kukenang wahai bunga putra bangsa<br />
Harga jasa<br />
Kau Cahya pelita</p></blockquote>
<p>Dan tiba-tiba.</p>
<p>BRAK!!!</p>
<p>Anak itu menghempaskan mejanya ke tembok, lalu mulai duduk di sudut memegangi kepalanya.</p>
<p>‘Brenti..brenti…..brenti…’ katanya.</p>
<p>Kami terpana, duoooong.</p>
<p>Sang shadow teacher berusaha menenangkan yang hanya dib alas dengan isak berkepanjangan.</p>
<p>‘Ampuuun…ampuuun… Gak nyanyi.. Gak… Gak nyanyiii…’</p>
<p>Dan ketika saya berdiri menghampiri yang nampaknya itu malah tambah bikin keadaan jadi runyam. Dia lompat dan kemudian mendorong saya sampai jatuh sebelum lari secepat tornado menjauh jaunya dari kelas.</p>
<p>Sempet kepikiran juga sih kalo ini anak nampaknya bisa dikondisikan menjadi atlet lari, hehe… Setel aja music di kupingnya di garis start dan dia akan meleset sekenceng-kencengnya sampai garis finish.</p>
<p>Kemudian saya benar-benar kehilangannya.</p>
<p>Seberapa banyak pun saya meminta maaf kepadanya dan menyampaikan dengan berbagai macam cara bahwa saya sungguh tidak bermaksud untuk menyakitinya, dia tidak datang melongok saya di ruangan. Dia menolak untuk melihat saya. Dia bahkan tidak menghadapkan mukanya ke muka saya saat kami membaca qur’an pada pagi.</p>
<p>Apa dia masih marah kepada saya?</p>
<p>Saya juga gak tahu, Bu, kata Shadow Teachernya.</p>
<p>Maka saya beneran kangen kepadanya. Saya merasa kehilangan pada saat saya berada di kelasnya yang biasanya dialah yang begitu susah untuk disuruh duduk di bangkunya. Biasanya, dia yang pertama kali lompat dan berkali-kali menghampiri meja saya.</p>
<p>Dia dulu senang bercerita, tentu dengan caranya sendiri kepada saya. Melalui berbagai macam karton cereal sarapan paginya yang dia akan sodor-sodorkan kepada saya. Atau buku teka-teki silang atau sekedar gambar-gambar acakadul karyanya sebelumnya.</p>
<p>Dan seperti itulah dia bicara. Tidak dengan kata, tapi lompatan girangnya. Dengan tarikan-tarikan tangannya menarik salah satu bagian tubuh orang lain.</p>
<p>Saya ingat pada hari ketika salah satu kawannya sakit parah dan semua anak merasa sedih karena itu. Semua anak mengatakan bahwa mereka merindukan sang kawan yang baik hati itu. Lalu pada suatu pagi, kebetulan saat itu adalah jam saya di kelas mereka, anak itu muncul. Terlambat. Diantar ibunya. Dengan wajah masih lemah. Kami semua gembira saat itu. Gak peduli bahwa guru mereka masih ada di kelas, semua anak berlompatan menghampiri. Bertanya-tanya. Dan si anak special ini, dia tidak menyatakan kebahagiannya dengan menghampiri dan bertanya-tanya. Tapi dia pun senang seperti semua rekannya yang lain. Dan menyatakan itu dengan cara berlarian dan guling-gulingan di lantai. Menarik-narik jilbab saya.</p>
<p>Dia menyatakan perasaannnya kepada dunia ini, dengan cara yang berbeda.</p>
<p>Hal yang paling menyenangkan untuk dilihat adalah bahwa seluruh rekan sekelasnya seakan mengerti bahasanya.</p>
<p>Kemudian, butuh berminggu untuk melihatnya kembali seperti sediakala dimana dia dapat menerima saya kembali dengan tanpa prasangka.</p>
<p>Bahkan saya pun tidak tahu bagaimana kejadiannya.</p>
<p>Saya hanya mengingat bahwa tadi paginya saat saya menerangkan di kelas, saat itu serius sekali, gak ada joke, dan anak-anak lagi ruwet mencoba memahami struktur pemerintahan provinsi, dia dibelakang sana mendadak tersenyum kepada saya.</p>
<p>Okeh, dia bicara acak-acakan seakan mengigau, memanggil, berseruuu…tapi ini pertama kalinya saya melihat dia tersenyum.</p>
<p>Beneran tersenyum.</p>
<p>Dan beberapa jam kemudian, saat istirahat selepas dhuhur, mukanya kembali ada di sela-sela pintu saya.</p>
<p>….</p>
<p>Selamat datang kembali, Nak. Terimakasih sudah memaafkan saya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/3991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/3991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/3991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/3991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/3991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/3991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/3991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/3991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/3991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/3991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/3991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/3991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/3991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/3991/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=3991&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/21/permohonan-maaf-paling-susah-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t Just Stand There!</title>
		<link>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/17/dont-just-stand-there/</link>
		<comments>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/17/dont-just-stand-there/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 06:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alifiaonline.wordpress.com/?p=3986</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Sekolah<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=3986&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2011/11/bullying-opt314x480o00s314x480.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3987" title="bullying.jpg.opt314x480o0,0s314x480" src="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2011/11/bullying-opt314x480o00s314x480.jpg?w=530" alt=""   /></a><span id="more-3986"></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://alifiaonline.wordpress.com/category/sekolah/'>Sekolah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alifiaonline.wordpress.com/3986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alifiaonline.wordpress.com/3986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alifiaonline.wordpress.com/3986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alifiaonline.wordpress.com/3986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alifiaonline.wordpress.com/3986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alifiaonline.wordpress.com/3986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alifiaonline.wordpress.com/3986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alifiaonline.wordpress.com/3986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alifiaonline.wordpress.com/3986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alifiaonline.wordpress.com/3986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alifiaonline.wordpress.com/3986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alifiaonline.wordpress.com/3986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alifiaonline.wordpress.com/3986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alifiaonline.wordpress.com/3986/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alifiaonline.wordpress.com&amp;blog=6241891&amp;post=3986&amp;subd=alifiaonline&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alifiaonline.wordpress.com/2011/11/17/dont-just-stand-there/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/805a6f5a7413832c71ea98e74232796f?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">AL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alifiaonline.files.wordpress.com/2011/11/bullying-opt314x480o00s314x480.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bullying.jpg.opt314x480o0,0s314x480</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
