Surat I: Siswa Kepada Gurunya

Bapak dan Ibu guru yang terhormat,

Saya akan berusaha sekuat-kuatnya untuk memenuhi harapanAnda. Tapi jika Anda mencela saya terus dengan kata-kata “bodoh,” “malas,” atau “keras kepala,” saya akan mulai mempercayai semua kata-kata Anda dan berperilaku seperti itu.

Saya ingin Anda bersikap tegas pada saya. Saya akan merasa lebih aman dengan sikap Anda yang tegas. Saya tergantung pada Anda untuk mengenali perilaku yang tidak baik saat perilaku itu muncul. Saya membutuhkan bantuan Anda untuk mengembangkan kebiasaan dan berperilaku yang baik.

Pada saat-saat tertentu saya membutuhkan Anda untuk mengoreksi perilaku saya yang tidak baik. Saya akan mendengarkan dengan baik, jika kalian berbicara kepada saya dengan tenang dan pribadi, dan menghindarkan koreksi dengan kasar atau menjatuhkan diri saya di depan teman-teman saya.

Saya membutuhkan Anda untuk membangun rasa percaya diri.Anda dapat lakukan hal ini dengan selalu bersikap positif kepada saya dan tidak meremehkan saya. Saya masih harus belajar untuk menerima kesalahan dan kegagalan tanpa merasa diri tidak berharga. Janganlah membuat saya merasa seakan-akan Anda hanya memperhatikan kesalahan saya. Kan tidak ada orang yang sempurna. Saya masih harus belajar dari kesalahan dan saya membutuhkan dukungan positif kalian un­tuk memelihara motivasi saya.

Saya mungkin sering mengatakan sesuatu yang sebetulnya bukan maksud saya. Janganlah terlalu marah atau disimpan ke hati jika saya mengucapkan kata-kata seperti, “Seandainya anda bukan guru saya” atau “Saya benci padaAnda!” Saya ucapkan kata-kata itu hanya untuk melukai hati, untuk membalas karena mengoreksi saya, atau membuat Anda menyesal atas tindakan kalian kepada saya.

Saya akan berusaha melindungi diri dengan berpura-pura tuli jika Anda terus-menerus mencela saya.

Saya merasa sangat kecewa jika terjadi pelanggaran janji. Hal ini akan mengurangi kepercayaan saya kepada Anda. Janganlah membuat janji, yang tidak dapat Anda penuhi.

Bersikaplah konsisten pada saya. Sikap tidak konsisten membingungkan saya, membuat saya tidak patuh dan mengajarkan cara memanipulasiAnda.

Jagalah pertanyaan saya yang tulus. Jika Anda mengabaikannya, saya tidak mau bertanya lagi pada Anda dan mencari jawaban di tempat lain.

Ucapan maaf yang tulus akan menumbuhkan rasa hangat dalam diri saya terhadapAnda. Martabat Anda tidak berkurang bila meminta maaf kepada saya jikaAnda membuat kesalahan.

Saya mungkin berkata atau melakukan sesuatu hanya untuk membuat Anda marah. Jika Anda terpancing, saya akan memperoleh lebih banyak “kemenangan” seperti itu.

Pada suatu saat, saya mungkin menanyakan sesuatu yang tidak dapat Anda jawab. Janganlah merasa ditantang karena itu! Jawablah secara jujur “Saya tidak tahu”, kemudian kita bersama-sama mencari jawabannya.

Anda akan heran seberapa baik saya membedakan antara benar dan salah. Anda tidak selalu perlu memberikan kuliah atau kotbah kepada saya.

Salam Hormat

Siswa

Tulisan ini saya ambil dari sini.

Update: Tadinya tulisan ini dimuat di blognya adik saya Anne di http://www.enteranne.wordpress.com. Tapi ternyata blog tersebut sudah tidak eksis lagi.

5 thoughts on “Surat I: Siswa Kepada Gurunya

  1. al, surat ini perlu dijadikan bahan cerminan bagi para pendidik, tidak terbatas guru dan dosen, namun juga orang tua dan pemimpin. betapa anak didik sebenarnya memerhatikan kita para pendidik. bisa saja mereka diam atau terkesan cuek, tapi bukan berarti mereka tidak peduli.

    ya, didik mereka dengan kasih sayang, maka mereka akan menjadi welas asih. didik mereka dengan santun, maka mereka akan menjadi pribadi yang penuh hormat.

    thanks for uploading this post, al.

  2. saya mendapat predikat guru tertegas dalam teacher award di sekolah. saya terkejut. tapi positifnya, anak2 bilang mereka menginginkan ada banyak guru yang tegas di sekolah, yang menerapkan disiplin tanpa pandang bulu.
    surat di atas sama seperti yang diinginkan anak2 saya di sekolah.

    dan betul, ada banyak anak yang kok malah suka memancing amarah. saya sih mudah juga marah, tapi ga pake emosi.
    mungkin guru emang harus super sabar ya….

  3. Ping-balik: Surat II: Guru Kepada Orangtua | Teacher's Notebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s