Surat ke China

Hari Rabu minggu kemarin, saya memutarkan Not One Less di kelas lima. Setelah itu, saya memberi tugas kepada kelas lima untuk menulis surat kepada Pak Guru Gao, Bu Guru Wei Minzi, atau kepada murid, atau kepada mereka semua yang isinya menyemangati mereka untuk tetap berusaha dan belajar walaupun dalam keadaan yang berat.

Pertama-tama, anak-anak agak bingung. Ini tantangan baru bagi mereka untuk menulis surat kepada orang yang belum mereka kenal. Akhirnya sebagai contoh, saya bacakan beberapa surat yang dikirimkan oleh beberapa siswa SD di Amerika Serikat untuk anak-anak Indonesia khususnya anak-anak Aceh beberapa saat setelah tsunami menghantam pada tahun 2004 yang lalu. Beberapa surat dari anak-anak SD di Amerika Serikat ini memang terekam dan menjadi bagian dari sebuah buku berjudul Kiamat Sudah Lewat yang merupakan koleksi perpustakaan kelas kami. Setelah saya membacakan beberapa, anak-anak akhirnya mendapatkan bayangan. Dan ini beberapa surat yang telah mereka selesaikan hari ini:

Dari Amir

xxx, 1 april 2010

Assalamualaikum wr. Wb.

Hai, apa kabar? Semoga baik-baik saja. Aku pun begitu. Namaku xxx (Amir). Aku sekolah di Indonesia.

Bagaimana, teman, apakah kamu berhasil beli kapur yang baru? Dan semoga uangnya cukup untuk ke kota.

Sudah dulu, ya. Sampai jumpa.

Wassalamualaikum wr. Wb.

Dari Dicky

5-4-2010-senin

assalamualaikum wr.. wb..

Apa kabar semuanya? Baik-baik saja kan? Tapi aku kasihan pada sekolahmu. Yang paling lucu WC-nya hancur dan dua murid dibawa ke kota.

Sekolahmu hancur tapi kamu tetap berusaha terus belajar. Semangat terus, yaaa…

Assalamualaikum wr.. wb…

Dari xxx

Dari Thata

xxx 5 april 2010

Kepada, teman-teman di China

Halo teman-teman disana, apa kabar? Kalau kabarku baik-baik saja. Oh, iya aku sampai lupa memperkenalkan diri. Namaku xxx xxxx (Thata). Aku biasa dipanggil xxx. Usiaku sekarang 10 tahun.

Aku kagum sama kalian. Walaupun sekolah kalian tidak layak dibilang sekolah, tetapi kalia tetap sekolah seperti anak-anak lainnya. Aku yakin kalian tetap bisa menjadi pintar, asalkan kalian belajar tekun dan rajin. Aku titip salam pada Bu Guru Wei Minzi dan Pak Guru Gao.

Sudah dulu, yaa.. Tolong dibalas suratku ini, yaa… Aku menunggu surat balasan dari kalian.

Salam hormat.

Xxx xxx

Dari Izza

xxx, 1 april 2010

Kepada

Murid Pak Guru Gao dan Bu Guru Wei Minzi

Hai teman-teman, apa kabar? Semoga baik-baik saja, ya. Namaku xxx xxx xxx (Izza) tapi panggil aku xxx saja, yaaa Aku dari SD Islam xxx xxx di Indonesia.

Aku baru saja menonton film tentang sekolah di tempat kalian. Aku sangat senang karena walaupun kalian keadaan sengsara seperti itu, kalian tetap sekolah. Oh, iya, di film juga ada tentang teman yang nakal itu tapi aku lupa namaya siapa. Yang bikin kapur patah semua. Dan aku kasihan karena persediaan kapur kalian sudah habis.

Aku ingin bertanya, apakah Bu Guru Wei Minzi jadi ke kota untuk menyusul salah satu teman kalian yang bekerja di kota itu? Yang membiayai ibunya yang sedang sakit itu.

Eh sudah dulu, yaa Kalau ada waktu, tolong dibalas, yaa.. Selamat membaca suratnya. Da..da… teman-teman yang kuhargai dan kucinta. I always miss you in my heart. I love you so much friends.

Bye..bye…

Salam manis

Temanmu xxx xxx xxx

Dari Chaca

xxx, 1 april 2010

Untuk Bu Guru Wei Minzi

Selamat siang Bu Wei Minzi, aku akan memperkenalkan diriku. Namaku adalah xxx, aku tinggal di Indonesia. Aku punya ibu, ayah, 2 kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan.

Aku sangat terharu waktu menonton kisahmu di China. Aku menonton kisahmu karena guruku Bu xxx menayangkannya di kelas. Semoga disana kamu baik-baik saja, Bu Wei Minzi. Jangan menyerah menghadapi anak-anak Ibu.

Kali ini saja aku menulis surat rasanya susssaaah sekali. Berkali-kali harus dikembalikan oleh bu guruku karena banyak salah tanda baca dan kalimatnya kok jadi aneh dan lucu. Aku menulis ulang lagi, deh! Aku titip salam kepada anak-anak Ibu disana, ya, Bu…

xxx 1 april 2010

xxx

Dari Timur

xxx 1 april 2010

Kepada murid-murid Ibu Wei Minzi dan Pak Guru Gao

Selamat Siang

Hai teman, bagaimana kabarmu? Semoga baik-baik saja. Oh, iya. Perkenalkan namaku xxx. xxx Umurku 11 tahun. Aku tinggal di Indonesia.

Aku sangat terharu saat menonton film Not One less. Apa benar kamu mengalami kejadian itu? Apa benar kamu tidak boleh kehilangan murid-muridmu?

Aku tidak bisa terlalu panjang menulis. Tolong dibalas cepat, yaa..

Salam

Xxx xxx

Dari Rahmat

xxx 1 april 2010

Untuk Wei Minzi di China

Halo Bu Guru Wei, apa kabar ibu baik? Saya baik-baik saja. Kenalkan nama saya xxx xxx. Saya biasa dipanggil xxx dan saya tinggal di Indonesia. Saya mempunyai orangtua dan tidak punya adik dan kakak.

Saya sangat terharu saat menonton film Not One less. Saya tidak menyangka anak berusia 13 tahun harus menjadi guru pengganti dan harus mencari uang. Saya terkesan dengan ketegasan dan sikap tidak putus asa Ibu. Ibu adalah orang paling pemberani yang saya tahu. Saya ingin Ibu tetap bertahan untuk mempertahanan anak-anak agar tetap sekolah dan tetap semangat jadi guru.

Sekian surat dari saya. Tetap semangat dan tegarm yaa..

Selamat tinggal,

xxx

Dari Salman

Dari sekolah xxx xxx

xxx tanggal 1 april 2010

Surat untuk Wei Minzi

Assalamualaikum wr.. wb…

Apa kabar, Bu? Kalau saya kabarnya baik-baik saja.

Hallo Bu Guru Wei Minzi. Aku merasa sedih saat menonton tentang kejadian-kejadian di sekolah Ibu. Tapi juga bersyukur tidak mengalami seperti itu.

Pada saat aku menonton film itu, aku merasa sedih melihatnya. Sangat susah dan sedih. Aku sampai meneteskan airmataku. Tapi, Bu.. Walaupun sedang ada masalah, Ibu harus tetap semangat dan berusaha mencari solusi. Jangan menyerah, Bu. Aku yakin, pasti Ibu Wei Minzi bisa kuat menghadapinya.

Salam saya.

Xxx (Salman)

Dari Nouval

xxx 1 April 2010

Assalamualaikum wrb..

Hai Pak Guru Gao, apa kabar? Apakah Pak Guru sehat? Surat ini untuk Pak Guru Gao. Saya kasihan dengan Pak Guru karena harus mengajar di sekolah yang hancur, dan karena gajinya Pak Guru Gao gak dibayar. Seandainya punya, aku ingin sekali mengirim uang yang banyak untuk Pak Guru Gao. Aku ingin sekali membelikan pakaian untuk Pak Guru. Aku ingin membelikan kayu dan memperbaiki sekolahnya Pak Guru Gao.

Saya doakan bapak guru menjadi orang yang sukses.

Wassalamualaikum wrb..

Salam dari xxx (Nouval)

Dari Nisa

xxx 4 april 2010

Selamat siang

Perenalkan, namaku xxx xxx xxx (Nisa) tapi cukup panggil aku xxx saja, yaa.. Umurku 11 tahun. Aku lahir tanggal 19 April 1999 di Indonesia. Aku duduk di kelas 5 SD di desa xxx kabupaten xxx. Aku tinggal bersama kedua orangtuaku dan satu adik laki-laki.

Aku mendengar tentang kisahmu di China. Aku terharu karena betapa susahnya kehidupan disana. Aku juga sedih karena bangunan disana sudah sangat rusak. Tapi aku akan selalu memberimu semangat dan rajinlah belajar!

Sekian dari suratku, semoga kalian tetap semangat belajar dengan kondisi seperti itu.

xxx 4 April 2010

xxx xxx

Dari Dhani

xxx xxx 1-04-2010

Selamat siang

Halo aku xxx (Dhani) . Aku memiliki satu keluarga besar yaitu aku, adik, ayah, ibu, dan jangan ketawa yah, seorang teman khayalan. Kalau kamu bagaimana?

Aku ingin kamu tidak bersedih. Aku salut sama kamu bisa tahan. Hebat.. Hebat…

Salam temanmu

xxx

Dari Rani

xxx, 1 april 2010

Selamat pagi

Hai teman, namaku xxx (Rani). Usiaku sebelas tahun. Oh, iya.. Apa kabarmu sahabat? Semoga kau dan teman-temanmu baik-baik saja. Aku disini juga baik-baik saja. Bagaimana kabar Bu Guru Wei Minzi dan Pak Guru Gao? Semoga kalian baik-baik saja.

Aku terharu menonton film yang megisahkan tentag kalian, apalagi Bu Guru Wei Minzi. Aku bangga pada Ibu, karena baru berusia 13 tahun sudah menjadi guru. Aku bangga sekali.

Ya sudah, yaa. Sampai disini suratnya. Terimakasih dan selamat pagi.

Salam Manis.

xxx

Dari Sandra

xxx 1 April 2010

Kepada yth

Pak Guru Gao dan Bu Wei Minzi

Nama saya xxx (Sandra) umur saya 11 tahun. Saya prihatin anak murid ibu menghilang dan ibu harus mencarinya ke kota. Saya berdoa semoga ibu mendapatkan uang untuk biaya ibu ke kota.

Saya hanya bisa memberikan dia dari jauh. Semoga berhasil, yaa!!!

Dari xxx

Dari Donni

Jakarta 1 April 2010

Halo

Nama saya xxx (Donni). Saya sekolah di xxx xxx, bagaimana keadaan disana? Oh, iya, Bu. Bagaimana anak-anaknya, Bu? Semoga baik juga.

Saya menonton tentang sekolah Ibu yang tidak ada AC-nya, tidak ada jendelanya. Kelasnya sempit dan gurunya cuma satu. Saya harap murid ibu baik-baik saja dan kelasnya bisa lebih luas juga anaknya tidaknakal.

xxx

Dari Thoriq

xxx 5 April 2010

Dari xxx (Thoriq)

Kepada murid-muridnya Bu Wei Minzi

Halo apa kabar?

Kabarku baik.

Jangan malas belajar, yaa Supaya negara kalian maju, jadi anak yang bagus untuk negara. Nama saya xxx xxx xxx xxx xxx. Saya tinggal di Indonesia. Jangan putus sekolah. Jaga kesehatan.

Salam dariku untukmu dan teman-temanmu.

xxx

Dari Salsa

xxx 4 April 2010

Kepada,

Pak Guru Gao dan murid

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Halo teman, namaku xxx (Salsa). Aku tinggal di desa xxx kabupaten xxx yang berada di Negara Indonesia. Saat aku menulis surat ini, aku duduk di bangku kelas 5 SD. Aku bersekolah di sebuah sekolah swasta yang bernama Sekolah Dasar Islam xxx xxx. Di sekolah walikelasku sering memutarkan film-film tentang sekolahan di luar negeri, atau tentang alam, atau tentang banyak hal lain yang ada hubungannya dengan pelajaran. Kadang-kadang tidak ada hubungannya tapi bagus untuk kita. Beberapa hari yang lalu, kami menonton film berjudul Not One Less, yang bercerita tentang keseharian kalian di sekolah. Lalu kami diberi tugas untuk menulis surat kepada Pak Guru Gao, atau kepada Bu Wei Minzi, atau kepada murid-murid yang isi suratnya menyemangati kalian agar tetap berusaha walaupun sedang kesusahan.

Setelah menonton film itu, aku ingin berpesan kepada teman-teman untuk tetap menghormati guru walaupun beliau masih sangat muda. Karena seperti guru kalian Pak Guru Gao, Bu Wei Minzi itu sangat menyayangi kalian dan menjaga kalian. Untuk Pak Guru Gao, jangan sedih, Pak. Walaupun murid Bapak satu-satu pergi dan tidak sekolah lagi, tapi bukan berarti mereka berhenti belajar. Kan belajar tidak harus terus disekolah, Pak.

Demikian suratku ini. Maaf jika ada kesalahan dan menyinggung perasaaan.

Iklan

4 pemikiran pada “Surat ke China

  1. menarik sekali. membuat anak-anak bisa menulis bukan hal yang mudah. lha guru-guru saja kadang merasa kesulitan untuk menulis, terutama menuliskan apa yang ada di benak. congrats, al mampu melakukan pembelajaran dengan baik hingga kalau dilihat dari hasilnya sangat memuaskan untuk anak seusia mereka!

  2. melihat, merekam, menyimpulkan dan mengungkapkan……. hebat !!! hal mendasar untuk melatih siswa agar mencoba mengerti keadaan sekeliling.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s