Nangkep Belalang

Pas istirahat tadi, dan sebelum shalat dzuhur berjama’ah, sibuk saja saya dan di kebon belakang. Memperhatikan dan mencari-cari anak-anak kelas satu yang seru menangkap belalang.

Masuk kelas 1A, tersandung botol-botol bekas air mineral yang berserakan di lantai. Isinya dedaunan, dan tentu, beberapa ekor belalang. Saya nyengir lebar.

Sudah saatnya, yaa… Syukurlah! Saya sudah khawatir kalian lupa dengan petualangan kecil kita ini, Nak..

Iklan

2 pemikiran pada “Nangkep Belalang

  1. Inget masa kecil saya…. 😳
    Setiap hari libur, pagi-pagi, saya, adik dan tetangga2 saya yg sebaya, bersepeda keliling perumahan, main sepak bola, hingga diakhiri dengan nangkepin belalang di tanah kosong deket perumahan. Belalang yang ditangkapi ditaruh di kantung plastik. Saya lupa diapakan belalang2 itu. 😀

  2. sudah tidak ada kebon lagi, 😦 ,
    Tapi barusan maen tebak-tebakan tarot onlen yang bikin kita segeromboalan semua dodol-dodol bikin ribut kayak anak kecil, dan dodolnya kita gak sadar di-dodolin sama bandarnya. hakhakhak… Menyenangkan balik jadi anak kecil lagi ituh 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s