Tugas yang Paling Berat Adalah Melepaskan

Acara hari ini adalah rapat kenaikan kelas. Inilah saatnya seluruh dewan guru duduk dan bicara, tentang anak kelasnya. Catatan-catatan yang harus disampaikan. Keputusan untuk anak-anak yang nampaknya berat dapat lanjut kelas.

Kelas saya, tidak banyak hal yang memberatkan. Dari segi nilai, semua anak dapat lolos dengan mudah. Hampir semua kelas lima nilainya berada jauh diatas KKM. Maka saat giliran saya, hanya sekedar pesan-pesan saja. Kepada yang guru yang akan datang.

Saya berpesan atas empat orang anak. Dhani, Randy, Dicky dan Sandra.

Dicky masih perlu bimbingan untuk melatih motorik halusnya. Agak aneh untuk menyatakan ini bahwa dia sudah besar, namun itulah kesulitannya. Dia anak yang agak sukar. Tidak bisa terlalu dilembutin, tapi juga tak bisa keras kepadanya. Kalau kita keras padanya dia kabur. Butuh kesabaran ekstra menghadapinya.

Tentang Dhani, saya menitipkan kepada guru yang selanjutnya untuk banyak bersahabat dengannya. Dia anak yang sering merasa sedih dan sedikit kesepian. Tolong raih dia. Keadaan sedang buruk baginya. Ada goncangan dalam keluarga yang membuatnya menjadi goyah dan sering menarik diri.

Saya teringat beberapa saat yang lalu Dhani mulai bercerita bahwa pertengkaran keluarganya tambah berat. Kekerasan mulai terjadi. Pernah juga dia memperlihatkan luka, yang menurutnya akibat lemparan vas dari sang ayah, yang melempar sang bunda. Dhani lari melindungi bundanya, maka vas tersebut mendarat pecah di lengannya.

Randy mungkin tidak secemerlang rekan-rekannya yang lain, tapi dia mau berusaha. Mau untuk diajak bekerja keras. Tapi kadang, dia merasa tertinggalkan. Kadang, dia merasa tidak layak untuk berada bersama teman-temannya. Walaupun teman-temannya gak ada yang berpendapat begitu. Saya teringat dengan surat yang dikirimkan anak-anak kepada Randy untuk menyemangatinya.

Sandra, mungkin terlihat tidak banyak murung. Riang seperti biasanya. Tapi sesungguhnya, dia sedang butuh untuk diraih. Baru saja kehilangan sang bunda untuk selamanya. Di keluarga, pun sesungguhnya sedang ada peristiwa yang cukup menggelisahkan. Berdasarkan curhat panjang sang ayah, sedang terjadi tarik menarik anak antara bersama sang ayah, yang sedang jatuh dan tidak memiliki pekerjaan yang tetap, versus nenek (ibu dari bundanya) yang berada dan kaya raya.

Kepada guru selanjutnya, saya titipkan 24 anak saya. Mereka anak-anak special. Setiap dari mereka, adalah cemerlang dengan cara mereka sendiri. Adalah hebat, dengan gaya mereka sendiri. Saya yakin, Anda akan senang bersama mereka. Saya senang, sampai sekarang pun masih.

Dan tugas yang paling berat adalah melepaskan.

*sigh*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s