Guru Terbaik dalam Film dan Seri TV dan 20 Film Bertema Guru dengan Keuntungan Terbesar

Berikut ini adalah daftar guru dalam film terbaik dari teacherportal.com

Okeh, saya gak tau bagaimana sistem penilaiannya apakah berdasarkan angket atau hanya subjektif si penulis postingan. Saya kira, kita tinggal terima saja.

10. Detective John Kimble (Kindergarten Cops).

Pas baca bahwa Det. Kimble masuk 10 guru terbaik di film versi Teacher Portal, rada nyengir juga. Gak pernah kepikiran bahwa sosok berotot besar bisa masuk kategori guru terbaik. Atau paling tidak, rada gak kepikiran mengingat imejnya sebagai terminator yang nampaknya gak bisa lepas. Tapi, kalau kita ingat begitu beratnya John Kimble, yang sesungguhnya adalah opsir polisi, untuk mengalami hari-hari pertamanya sebagai guru TK, dan ternyata dia berhasil untuk tidak hanya masuk ke dalam kelas, namun survive mengelolanya sampai pada akhir, bisa diakui bahwa dia memang guru yang hebat.

9. Professor Minerva McGonagall (Harry Potter)

Beliau adalah sosok guru yang menurut saya, biasa-biasa saja. Tipikal guru yang sesungguhnya. Figur guru yang saya yakin, kita pasti pernah temui suatu kali, atau berkali-kali, dalam hidup pendidikan kita. Guru yang seram yang suka tersinggung jika merasa tidak didengarkan, namun tak dapat disangkal, telah memberikan seluruh hati dan dedikasi, pada profesinya.

8. Mr. Kotter (Welcome Back Kotter)

Welcome Back Kotter adalah sebuah sitcom amerika yang di tayangkan antara tahun 1975 sampai dengan tahun 1979, bersetting di Buchanan High, sebuah sekolah menengah. Mr. Kotter sendiri adalah seorang guru IPS yang pada awal dikisahkan kembali ke sekolah tempatnya belajar dahulu. Selain sebagai guru IPS, Mr. Kotter juga bertanggungjawab terhadap sekelompok anak yang masuk kategori ‘mengulang’ dan dikenal sebagai anak-anak yang tak tersentuh.

7. Mr. Shoop (Summer school)

Mr. Shoop sesungguhnya adalah seorang guru olahraga yang gak peduli dan gak gitu antusias mengajar. Tadinya.. Dan dia sedang bersiap-siap menghabiskan liburannya di Hawai bersama sang pacar. Sementara itu, di sekolah tempatnya mengajar, ada segelintir anak yang dianggap bermasalah, harus menghabiskan liburan di sekolah mengulang kelas Bahasa Inggris. Nah, seakan sama sekali gak ada hubungannya dengan Mr. Shoop, bukan?

Ternyata, sang guru Bahasa Inggris yang harusnya ngasuh anak-anak ini menang lotre, lalu memutuskan untuk pensiun ngajar untuk selamanya. Akhirnya, Mr. Shoop harus merelakan liburannya demi anak-anak yang sesungguhnya, dia sendiri pun rada takut menghadapi mereka, mengajar pelajaran yang sungguh bukan wilayahnya. Saya kira, yang menarik disini adalah, baik anak-anak, maupun sang gurunya belajar bersama-sama. Mr. Shoop sama sekali gak menguasai pelajaran yang harus disampaikannya, dan berjuang untuk itu. Anak-anak belajar untuk menjadi siswa yang baik sementara sang guru belajar baaimana untuk menjadi guru. Bukankan itu indah?

6. Dewey Finn (School of Rock)

Dewey Finn, mungkin bukan guru yang ideal. Dan sebenernya sih, saya rada heran kenapa bisa masuk dalam daftar. Tapi, yah, dia membuat kelas menjadi menyenangkan. Dan bahwa sesungguhnya dia adalah seorang musisi dan bukan guru, yang tentu saja, sesuatu memaksanya untuk masuk kelas dan mengajar dalam rentang waktu yang singkat. Maka saya kira, poin positif bahwa dia punya pilihan untuk masuk keluar tidak peduli daripada berusaha untuk menjadi guru yang baik.

5. Lou Anne Johnson (Dangerous Mind)

Kalau saya jadi LouAnne Johnson, mungkin saya gak akan kembali ke sekolah setelah hari pertama yang begitu buruk. Tidak hanya dilecehkan, tapi juga di intimidasi oleh anak-anak murid sendiri jelas sungguh gak enak. Tapi, yah, beliau dikisahkan adalah pensiunan marinir, maka bisa lebih tangguh untuk menghadapi anak-anak amburadul baik itu secara intelektual, maupun kecakapan sosialnya.

Saya mengagumi LouAnne Johnson adalah bagaimana dia bisa menekan egonya sampai sebegitu dalam. Menunjukkan bahwa, bagaimanapun dia telah dilecehkan, itu gak menghalanginya untuk tetap memperlakukan murid-muridnya dengan rasa hormat. Bahkan menunjukkan bahwa dia bisa menjadi sosok ibu bagi murid-muridnya itu. Kesabarannya yang menurut saya diatas rata-rata, dan bagaimana dia tetap memandang anak-anak dengan lebih positif, saya kira, itu yang membuatnya begitu hebat.

4. Mr. Holland (Mr. Holland’s Opus)

Mr. Holland adalah seorang musisi yang mengambil pekerjaan sampingan sebagai guru untuk membayar kebutuhan sehari-harinya. Kisahnya nyaris sama dengan Dewey Finn nampaknya (saya belum nonton filmnya, hehe). Mr. Holland menganggap bahwa pekerjaan sebagai guru bukanlah hatinya, tapi hanya untuk mencari uang saja. Pada akhir kisah, dia menemukan bahwa baik sebagai musisi, maupun sebagai guru, ternyata memberi dampak yang sama pada dirinya.

Oh, jangan terpengaruh kalimat-kalimat gak menjanjikan yang saya tulis di atas situ, saya belum nonton filmnya. Hingga rasanya agak kering. Namun, hampir semua artikel yang saya baca mengenai figur guru dalam film, atau film-film yang bagus dan menginspirasi tentang pendidikan, Mr. Holland’s Opus nyaris selalu masuk daftar. Jadi saya kira, ini pasti film yang bagus. Sayangnya, rada susah dicarinya.

3. ‘Prez’ Prezby Looski (The Wire)

Prez dari serial The Wire adalah mantan polisi yang menjadi guru di Baltimore Public Schools. Rada berat pada awalnya, tapi pada akhirnya membuktikan bahwa justru orang seperti dialah, yang anak-anak butuhkan.

2. John Keating (Dead Poet Society)

Dua hal yang gak bisa lepas tentang John Keating adalah bagaimana dia lebih senang dipanggil Oh Captain My Captain, dan robek buku sekolah. Saya sendiri jika diminta pendapat, tidak akan menaruh John Keating dalam posisi setinggi ini. Tapi, siapalah saya juga ya, huehehe..

John Keating adalah seorang guru yang menyenangkan, itu benar. Menginspirasi, well, karena kita melihat dari luar nampaknya benar. Bagaimanapun, John Keating adalah salah satu tokoh guru yang menginspirasi saya dan membuat saya untuk semangat menjadi guru. Tapi apakah sepenuhnya dapat dikatakan sebagai role model, saya tidak dapat sependapat dengan itu. Kegagalannya dalam berkomunikasi pada pihak orangtua dan sekolah adalah masalah, dan bagaimana dia seakan memaksakan apa yang dia percaya kepada siswa-siswanya. Tidak buruk memang yang dipercayanya, namun dalam kisah, John Keating benar-benar tidak dapat menerima pendapat orang lain dan nekad untuk melakukan apa yang menurutnya terbaik. Saya melihat figure ini lebih jelas ketika menonton Monalisa Smile, yang menurut saya, punya kisah yang serupa. Lagipula, saya sendiri merasa bahwa Dead Poet Society agak berwarna hitam putih.

1. Jamie Escalante (Stand and Deliver)

Sama dengan Mr. Holland’s Opus, Stand and Deliver adalah film bertema pendidikan yang banyak disebut-sebut bagus, tapi susah dicari.

Stand and Deliver adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata seorang guru matematika yang bernama Jamie Escelante, bagaimana dia tidak hanya mengajar, namun memberikan kenyamanan bagi siswa-siswanya. Well, kalau Anda tahu dimana bisa download film ini, kasih tahu, yaa…

Berikut ini adalah daftar 20 film dengan tokoh sentral guru, yang meraih penghasilan tertinggi menurut box office amerika:

20. Teaching Mrs. Tingle

19. An Education

18. Educating Rita

17. The Substitute

16. Election

15. Wonder Boys

14. The Principal

13. High School High

12. Billy Elliot

11. Teachers

10. Major Payne

9. Children of a Lesser God

8. October Sky

7. Pay it Forward

6. Summer School

5. Anna and the King (keuntungan 35,3 juta dolar)

4. The Faculty (Keuntungan 40,2 juta dolar)

3. Finding Forrester (Keuntungan 51,8 juta dolar)

2. In & Out (Keuntungan 63,8 juta dolar)

1. The Karate Kid (yang 1984, bukan yang 2010) (90,8 juta dolar)

4 thoughts on “Guru Terbaik dalam Film dan Seri TV dan 20 Film Bertema Guru dengan Keuntungan Terbesar

  1. hem menarik
    aku suka dengan dangerous mind dan dead poet society.

    terus ada lagi
    film tentang guru dan pendidikan
    freedom writer
    Paduan kesabaran, dedikasi dan kreativitas guru. Metodenya dalam mengungkapkan emosi negatif muridnya melalui tulisan. menarik

    terus ada akeelah and the bee dan take the lead

  2. Kalau pernah nonton film India judulnya Taare Zameen Par itu juga di dalamnya ada sosok guru inspiratif juga, menurut saya. Guru seni yang mengajak murid-muridnya untuk mengembangkan imajinasi yang mereka miliki. Selain itu juga dia memahami kondisi muridnya yang waktu itu nggak bisa baca-tulis. Ternyata mengalami disleksia. Cara dia mengembalikan kepercayaan diri si murid ini dan memberikan pemahaman ke orangtuanya, benar-benar membuat saya salut.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s