Sebelum Anak Datang

Sebelumnya memang ada wacana bahwa saya akan ditempatkan di kelas 4 karena beberapa pertimbangan. Salah satunya adalah bahwa ada beberapa walikelas kecil yang sedang dalam keadaan hamil dan tentunya akan cuti melahirkan sepanjang 3 bulan. Agak riskan. Namun, menaruh guru-guru baru atau belum pernah menjadi walikelas di kelas kecil pun riskan. Maka yang terjadi adalah para walikelas selain Bu Lynn yang tetap di kelas 6 munduuuur, graakkk!!! Namun kemudian, pertimbangan lain bahwa kelas lima pun kelas yang penting sebagai kelas yang harus sudah mapan stabil dan juga sebagai kelas persiapan paling penting dalam menggerus bidang pengajaran serta membangun motivasi untuk persiapan ujian akhir nanti, maka saya gak jadi ikutan mundur geraknya.

Kelas-kelas 3 dan kelas 4 kami pandang cukup aman untuk ditempatkan walikelas para guru baru.

Bu Eni yang sudah tidak satu bidang dengan saya. Tu orang gak lagi ngajar dan sekarang jadi komandannya tim BK (Bimbingan dan Konseling) sekaligus komandannya tim ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), SD maupun TK. Yep, mulai tahun ini kami membuka kesempatan untuk anak-anak berkebutuhan khusus sebagai peserta didik. Untuk mereka, tentu ada beberapa pengistimewaan, namun juga tetap tidak disisihkan. Tahun ini kami hanya menerima 5 orang anak ABK yang cukup dapat ditangani alias, untuk yang berat, dengan berat hati kami belum bisa memfasilitasinya. Dari 5 anak, 3 anak akan terus berada di kelas secara regular bersama anak-anak lain sementara 2 anak akan mendapat ruangan tersendiri dan hanya masuk kelas regular beberapa kali saja selama satu minggu. Dari 5 anak ini, 4 anak akan terus didampingi oleh shadow teacher, sementara satu anak, yang dinilai cukup kooperatif baik sang anak maupun rekan-rekan sekelasnya, hanya diawasi saja oleh tim ABK.

Oh, ya.. Selain dibukanya kesempatan untuk ABK, kurikulum kami mulai pun tahun ini banyak perombakan. Jelasnya, untuk bidang agama akan jadi jauh lebih ditekankan dan lebih banyak mendapatkan alokasi waktu. Lebih dari 3 kali lipat lebih besar dari kurikulum yang sebelumnya. Dan itulah yang bikin kami tim kurikulum jungkir balik tahun ajaran kemarin. Tapi alhamdulillah, bisa juga di sahkan setelah pertemuan yang alot dengan komite sekolah yang tahun kemarin, begitu gak kompak. Ada masalah di internal komite. Tapi akhir tahun kemarin, sudah mencapai titik temu.

Sebenernya sih, saya mulai melihat banyak terang lagi untuk tahun ini. Tapi mungkin karena begitu ruwetnya tahun kemarin, begitu banyak permasalahan internal baik di komite sekolah maupun di yayasan juga, dan di dalam tim guru juga saling gak kompak, maka saya menghadapi awal tahun ini lebih merasa khawatir dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, rasanya beraaaaaat banget mengawali tahun. Tapi, yaaaa, mudah-mudahan itu sebagai antisipasi ajalah! Jadi kalo emang gempa lagi, gak sekaget tahun kemaren, heheu…

Jadi apa yang guru lakukan beberapa saat sebelum masuk sekolah begini?

Sibuk tentunya. Kami membuat prota (program tahunan), prosem (program semester), KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), serta RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Juga udah mulai sibuk browsing dan ngumpulin bahan-bahan ajar untuk tahun yang akan datang. Selain itu tentu saja, mempersiapkan kelas. Bertemu dengan para murid baru kami (yang bener-bener baru masuk sekolah ini) ngobrol-ngobrol dengannya. Berbagi cerita. Sekedar mendapat gambaran tentangnya, dan penegasan bahwa dia sudah diterima dan dimiliki disini. Sebelum nanti dia akan masuk pada hari pertama yang selalu saja bagi anak baru itu berat.

Saya dan tim kurikulum pun sudah mulai ngobrol-ngobrol beberapa pengembangan kurikulum untuk tahun 11/12 nantinya yang untuk sekarang sih, kita rada banyak kepikiran untuk pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) serta pelajaran Bahasa Sunda yang rada bingung ngerabanya. Mungkin untuk TIK karena sampai saat ini, kita masih juga gak punya pegangan yang bener-bener ajeg. Dari diknas pun terakhir memang untuk SD gak ada standar isi-nya lebih ke dibebaskan sekolah gimana ngaturnya sesuai sumber daya dan kebutuhan peserta didik di sekolah yang bersangkutan. Kalau ngikutin dari kurikulum sebelumnya yaitu KBK, rada lelet banget. Tapi kalau ikut beberapa buku pegangan yang tersedia secara umum juga selain pilihan terbatas, kalo gak kerendahan banget, rada ketinggian juga. Akhirnya ngejomplang di US (Ujian Sekolah) yang perasaan jadi ngedubrak dari, tetep aja sesuai dengan catatan diknas setempat.

Bahasa Daerah, teteup dari dulu masalahnya sama aja, kurangnya sumber daya. Susah pisan nyari guru Bahasa Sunda itu. Kalau cari lulusan ilmu kependidikan jurusan Bahasa Sunda itu kagak ada. Palingan yang kita tau jurusan Sastra Sunda, tapi itu bukan Pendidikan Bahasa Sunda. Titik beratnya lebih ke budaya. Kalo pun di pas-pasin nyambung, emangnya gak susah itu dicari siapa yang mau jadi gurunya? Jadi yah selama ini, yang jadi guru Bahasa Sunda adalah guru yang akhirnya bersedia aja. Kita merasa banget kejepit sana-sini. Secara sekolah masuknya wilayah yang pelajaran mulok (muatan local) wajib Bahasa Sunda, tapi peserta didik beserta guru nyaris gak ada yang orang sunda. Kita kan di tanah pasundan kejepit coret jauhlah! Kalau lari pagi aja, saya bisa bolak balik Jakarta-Jawa Barat tuh saking emang kita bener-bener di perbatasannya. Beberapa kali minta solusi dari diknas. Siapa tau gitu ada yang mau paruh waktu deh guru Bahasa Sunda di sekolah mana di sekitar kita gitu, malah dibalas katanya, itu masalah umum di sekolah-sekolah sekitar kita juga memang itu masalahnya.

Begitulah dunia nyatanya….. Pelajarannya ada, tapi SDM-nya gak tersedia. Apalagi kalo musti ngikutin criteria guru yang seharusnya tuh. Musti lulusan S1 PGSD untuk jadi guru SD. Lah, apan, jurusan PGSD aja baru dibuka beberapa tahun belakangan.

Well, selamat datang 10/11, mudah-mudahan akan jadi tahun yang lebih cerah dibanding sebelumnya.

Iklan

Satu pemikiran pada “Sebelum Anak Datang

  1. woow..
    Pertama2 mw ngucapin slamat bwt skolah bu Al krna skrg jd skolah inklusi, pastinya butuh prsiapan yg bener2 mateng bwt nerima ABK..
    Jd..ttp brtugas d kls 5 ya,bu?
    Smoga di thn ajaran baru ini smuanya brjalan lancar, aman, dan trkendali..
    Hehee..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s