Kapan Kapan

Ngobrol sama anak-anak, terkadang kita sampai kepada pembicaraan yang mengejutkan. Seperti hari ini, saat saya bicara dengan Adrian, anak kelas 4 SD.

Adrian: Bu, Ibu… Kan komodo bisa berenang, tapi kenapa dia cuma ada di pulau komodo, Bu? Kok gak pindah?

Saya: Oh, itu karena arus antar pulau di perairan nusa tenggara sangat deras, Adrian. Itu sebabnya, komodo gak dapat berpindah. Sebab dia nanti akan hanyut ke lautan lepas.

Adrian: Nanti, ilang, yah, Bu?

Saya: Iya..

Adrian: Kayak mami saya, Bu. Ilang.

Saya: Maksudnya?

Adrian: Soalnya papi saya menikah lagi. Trus, pergi ke Bali sama istri barunya. Mami juga pergi. Tapi, ilang gak balik lagi.

Saya: (melongo) (Dalam hati: ni anak cerita beneran, gak, ya?)

Saya: Loh, sekarang Adrian tinggal sama siapa?

Adrian: Sama embak (PRT).

Saya: Emang, papi kamu gak pulang lagi.

Adrian: Gak tau (mengangkat bahu) kapan-kapan nanti pulang kali.

Saya: Kata embak, gimana?

Adrian: Yaa, kapan-kapan.

…………..

Iklan

4 pemikiran pada “Kapan Kapan

  1. penasaran sm ekspresi wajah Adrian saat itu..
    klo ga sedih, berati dia blm ngerti sm situasi yg dia alami di keluarganya ya..
    Adrian jg butuh pendamping, bu (selain PRT tentunya)..
    *gemes sm org tua nya Adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s