Gerakan Pijit Betis

Selama bulan Ramadhan, kerjaan kita para guru khususnya guru perempuan di ruang guru pada selepas jam mengajar adalah pijit-pijit betis. Uh, bau balsem dimana-mana.

Jadi gini, seperti kebiasaannya di negeri kita tercinta ini kalo bulan Ramadhan jam sekolah itu dipangkas. Gak ngerti juga itu biar apa dan emang sempet jadi perdebatan yang cukup panas juga di sekolah saya mengenai apakah emang perlu jam sekolah dipangkas itu. Rasanya kok, gak ada alasan yang berarti.

Tapi akhirnya kami memutuskan untuk ikut tradisi juga, huehehe…

Lalu apa hubungannya dengan betis yang pegel?


Hubungannya adalah dengan pemotongan jam belajar yang tadinya satu jam pelajaran itu 35 menit sekarang jadi 15 menit (karena ada tambahan kegiatan agama), maka hari berlangsung lebih cepat. Seakan jam berdetak dengan ngebut. Rese juga buat kami para guru atas yang atas-nya ini bukan cuma maksudnya kelas besar, tapi juga lokasinya di atas. Di lantai dua dan lantai tiga.

Kelas saya di lantai 3. Kebayang banget gimana ribetnya, tuh!

Datang-ke gedung yayasan-absen di lantai dua-turun-ruang guru (lantai1)-bel-iqra (lantai 3)- ngajar(lantai 2 dan 3)-istirahat shalat dhuha (lantai dua gedung TK) lalu lapangan or ruang guru-ngajar lagi (lantai 2 dan 3)-shalat dhuhur (lantai 2 gedung TK)- ngajar (naik turun lantai 2-3)-Shalat Ashar (lantai dua TK)-bel pulang (*tepar*)

Nah, itu belum termasuk kelilingan pas ngajar atau lari-larian pas game. Tadinya, panjang jam pelajaran yang 35 menit atau sekali masuk kelas berdurasi 1 jam lebih, maka acara naik turunnya gak gitu heboh. Tapi selama Ramadhan ini kan satu jamnya jadi 15 menit, maka rasanya jadi kerjaan kita naik turun tangga aja.

Jelas aja begitu bel pulang berdering, kita semua kompakan ngegelosor di lantai sambil mijitin betis.

Gak kebayang kalo nanti itu lantai 4 mulai difungsikan.

Iklan

5 pemikiran pada “Gerakan Pijit Betis

  1. sadis amat motong jam pelajarannya Cekgu? dari 35 menit menjadi 15 menit? itu bisa jadi cuma: masuk kelas, baca salam pembuka, ngomong dikit, trus salam penutup, dan keluar kelas deh, hehehe…. 😀

  2. ya benar, kok pendek amat sih.
    mangsudnya apa gitzuuuu..motongnya kok sadis banget.
    Mungkin takut kalau muridny pingsan ketika guru menerangkan pelajaran..soalnya bau kasturi.

    salam hangat dari surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s