Best Villain I: Magneto, Josephine Leonides, dan The Joker.

10. Magneto (Max Eisenhardt, Magnus, Erik Lehnsherr, Deus Maximus)

Nama asli dari Mageto adalah Max Eisenhardt. Dia lahir pada tahun 1920, di keluarga yahudi kelas menengah. Pada masa Nazi berkuasa, keluarga Eisenhardt mengungsi ke Polandia namun tertangkap di sana, kemudian dijebloskan dalam kamp kosentrasi. Max satu-satunya yang selamat dari pembantaian dan bahkan berhasil melarikan diri bersama dengan Magda,  perempuan yang dicintainya. Tinggal di Auschwitz, Max merubah namanya menjadi Magnus. Sementara, hidupnya tenang bersama istri yang kemudian melahirkan seorang anak perempuan bernama Anya. Sampai suatu malam, ketika seorang mafia yang mengamuk membakar rumahnya dan membunuh puterinya. Marah atas kematian Anya, kekuatan Magnus meledak tak terkendali bukan hanya membunuh sang mafia, namun juga menghancurkan setengah kota dan isinya. Peristiwa ini membuat shock Magda yang kemudian kabur meninggalkan Max. (lanjut baca..)

Iklan

2 pemikiran pada “Best Villain I: Magneto, Josephine Leonides, dan The Joker.

  1. Walah, joker ini yang paling saya suka… Tokoh yang menarik. Latar belakangnya menyedihkan, bisa ditangisi dan dikasihani, tapi di lain sisi kejahatannya bikin dia dibenci. 😐

  2. About Magneto
    Sebenarnya Magneto tuh musuh mengerikan bagi orang yang hidup dijaman modern. Magneto bukan mengendalikan besi koq, tapi dia dapat memanipulasi medan magnet. Artinya, apapun benda yang bisa tereksplorasi medan magnet berarti bisa dikendalikan Magneto. Dan itu berarti segala jenis logam!
    Jaman sekarang ini, coba lihat disekitar kita, ada nggak barang yang tak terbuat dari logam?
    NB. hanya satu yang bikin Magneto mati kutu: Phoenix, karena Phoenix aka Jean Grey bisa memanipulasi segala macam bentuk energi, termasuk medan magnet, listrik, gravitasi, pokoknya semua deh.

    Tentang Josephine
    Bicara tokoh villain Agatha Christie, cukup banyak tokoh pembunuh yang unik. Leonides memang salah satu yang unik karena diusia sangat muda punya sifat yang tak biasa. Aku jadi ingat dengan tokoh yang bertolak belakang dgn Josephine yaitu nenek tua yang terlihat manis dan baik hati bernama Miss Pinkerton (Murder is Easy). Awalnya si nenek tak sengaja bunuh orang, kedua kalinya membunuh cuma karena pegen tahu sensasinya aja, selanjutnya jadi hobi 😈

    Tentang Joker
    Yah, The Joker terakhir yang memorable memang versi Ledger. Masih ingat aku kata-katanya pas Batman pikir Joker bakalan membunuhnya: ” I don’t wanna kill you! What would I do without you?”
    Joker eksis karena adanya Batman, vice versa.

    Btw, baca tulisan diatas, ternyata bu guru penggemar komik juga. Saya sendiri jarang2 baca komik superhero kayak dari DC dan Marvel. Terakhir baca Superman Red Son dan komik yg filmnya kontroversi Kick-Ass, udah itu lanjut baca Manga :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s