Mengurus SKTM

Sekedar berbagi aja untuk Anda yang mungkin sedang butuh dukungan financial dalam bidang kesehatan. Kebetulan saya sedang membutuhkan bantuan untuk biaya operasi jantung yang nampaknya akan besar sekali yang saya pribadi gak akan mampu untuk menanggungnya. Sebenernya ada beberapa jalur yang bisa ditembus jika kita mau berusaha. Dengan askeskin atau SKTM (surat keterangan tidak mampu).

Beberapa hari yang lalu saya mengurus SKTM. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti. Sama sekali tidak susah dan tidak dipersulit baik itu dari pengurus RT, RW, kelurahan, maupun puskesmas setempat.

Pertama kali, kita meminta surat permohonan keringanan biaya RS di kelurahan setempat. Kalau masih blank, tanya saja pada kelurahan. Saat saya mengurusnya, ada beberapa orang yang ternyata sama dengan saya. Jadi barengan juga. Kemudian surat itu harus ditanda tangani oleh RT, RW, dan kelurahan (serta syarat yang biasa seperti fotokopi KTP, KK, dan yang seperti itu). Saat saya mengurusnya sih sama sekali gak dipungut biaya dari manapun kecuali tawaran untuk membeli kupon PMI di kelurahan saja. Saat saya membayar PMI itu, kuponnya pun benar-benar diberikan kepada saya sesuai dengan jumlah yang saya beli.

Setelah selesai di kelurahan, yang prosesnya cepat sekali. Pagi mulai mengurus, pagi itu juga sudah selesai. Maka yang kita lakukan adalah menuju puskesmas yang ditunjuk. Nah, surat permohonan keringanan biaya itu akan diterima, lalu kita akan di survey dalam waktu dekat. Saat saya memberikan surat itu, pihak puskesmas mengatakan bahwa survey akan dilaksanakan hari itu juga jam 1 siang. Tapi kenyataannya, jam 11 pagi tim survey sudah datang padahal kita juga baru aja nyampe lagi di rumah. Mungkin memang dimaksudkan dadakan. Mereka akan melihat keadaan kita yang sebenarnya, menanyakan beberapa pertanyaan (pliss jujur aja jangan dimiskin-miskinin soalnya tim survey bakal menilainya dan ada kemungkinan tanya ke tetangga kita loh). Waktu saya disurvey, tim survey pas tahu bawa saya guru SD non PNS langsung ngasih persetujuan, heheh… Kayaknya emang kondang bener ya dimana-mana kalo guru (non PNS) itu orang kagak mampu.

Dari hasil wawancara dan pengamatan, akan diputuskan apakah kita berhak menerima bantuan atau tidak. Jika berhak, kita akan masuk kategori apa. Jika melihat dari kertas persetujuan itu sih ada dua criteria yaitu keluarga miskin (gakin) atau keluarga tidak mampu. Jika masuk kategori gakin, maka biaya kesehatan ini akan ditanggung penuh oleh pemerintah, jika masuk ke keluarga tidak mampu, maka akan dibantu oleh pemerintah, namun tidak akan penuh. Paling besar adalah 50 persennya denger-denger. Tapi itu juga udah Alhamdulillah bangeeett!!!

Kita harus kembali lagi ke puskesmas, nih! Mengembalikan berkas, termasuk persetujuan dari tim survey, juga surat keterangan dari dokter tentang penyakit kita dan tindakan apa yang akan dilakukan. Waktu saya minta surat keterangan dokter sih, dokter saya rada bingung juga. Tapi kemudian beliau menyuruh saya untuk memfotokopi hasil echo yang kemudian diberikan keterangan oleh dokter, lalu diberi cap dokter dan RS. Besoknya, semua berkas yang sudah ditandatangani dan disahkan itu dibawa kembali ke puskesmas yang langsung memberikan persetujuan berupa cap dari depkes dan tanda tangan. Kemudian semua berkas itu silahkan diurus di RS tempat kita dirawat sesuai dengan ketentuan dari sana.

Selesai…

Mudah, bukan?

Jadi, jangan terus berbusa-busa ngejelek-jelekin pemerintah kita sendiri bahwa gak ngasih solusi atau apapun. Pintu selalu tersedia, selama kita mau berusaha dan mau rada ribet sedikit.

4 thoughts on “Mengurus SKTM

  1. Untung aja ya itu oknum yang men-survey jujur.🙂 Senangnya kalo gitu, mungkin orang2 yang menjelek-jelekkan pemerintah itu orang yang kebetulan dapet petugas survey yang ‘korup’…👿

    *tapi bener juga, jangan ngejelek-jelekin pemerintah terus, mereka juga udah bekerja, kita lihat aja perkembangannya, kan butuh waktu*😀

  2. mohon infonya, kalo permohonan keringanan biaya (bukan gratis) karena harus menggunakan alat pacu jantung yg secara berkala diganti (10 th sekali & biayanya 70 – 100 jutaan) apakah survey dari puskesmas perlakuannya sama dengan permohonan SKTM?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s