Forensik, Paleontologist, dan Dukun Beranak

Apa hubungannya coba? Ada yang tahu?

Ini ceritanya tadi pada akhir pelajaran IPS kelas 3 SD, saya menanyakan tentang cita-cita. Mirip seperti salah satu episode di serial Ipin dan Upin saat mereka diberi tugas oleh Bu Guru mereka untuk membuat gambar mengenai cita-cita, lalu menceritakannya di depan kelas. Kebanyakan sih mengungkapkan keinginan ingin menjadi TNI, polisi dan PNS. Itu cita-cita paling ngetrend saat ini di kalangan anak-anak kelas 3 SD-nya saya. Jadi PNS, huehehe…. Selanjutnya, teteup aja, cita-cita yang diungkapkan selalu beberapa orang di setiap kelas adalah dokter dan arsitek. Satu orang ingin jadi guru.

Ada tiga anak yang mengungkapkan cita-cita yang rada keluar dari kebiasaan.

Seorang anak perempuan bernama Cherry bercerita kalau dia pengen jadi dokter pathologi. Anak-anak kontan bengong.

Saya juga bengong. Ini anak kelas tiga, ya, kan?

‘Aku mau jadi dokter pathologi soalnya aku mau jadi ahli forensik.’

Anak-anak kelas tiga pada garuk-garuk kepala. Ini lagi ada bahasa baru, forensik.

Memang ahli forensik apa, sih, Cherry?

’Ahli forensik itu ngebantuin polisi. Misalnya ditemuin mayat orang nah nanti sama forensik diperiksa mayatnya biar ketauan matinya kenapa. Jangan-jangan matinya karena dibunuh orang. Makanya harus dilakukan otopsi.’

’Otopsi itu apa?’

’Otopsi itu kalo forensik lagi meriksa orang mati.’

’Kok orang mati diperiksa, sih? Kan udah mati.’

’Soalnya pengen tau matinya kenapa. Jadi diperiksa.’

’Emang kamu gak takut sama mayat?’

’Gak boleh. Soalnya kalo takut sama mayat gak bisa jadi dokter.’

’Trus nanti kalo udah diperiksa mayatnya diobatin? Trus hidup lagi?’

Hening. Cherry terdiam beberapa saat sebelum menjawab dengan tegas.

‘Kalo mayatnya hidup lagi aku baca ayat kursi dan surat An Nas. Kalo masih tetep hidup aku lari…’

Anak-anak sih ber-oooo aja. Saya di belakang meja terguncang-guncang menahan tawa.

Anak kedua yaitu Farhan dengan mantap ingin menjadi paleontologist.

’Aku mau jadi ahli paleontologi. Aku punya cita-cita untuk meneliti fosil hewan sama buah-buahan. Aku pernah baca ada orang yang punya banyak fosil buah-buahan. Aku pengen tahu tentang buah-buahan dan pohon jaman dinosaurus. Tapi aku gak mau meneliti dinosaurus. Aku gak suka sama dinosaurus. Aku gak suka sama hewan reptil sama mamalia soalnya hewan mamalia itu bau.’

Hekkk!!!!

Saya jadi ingat waktu Farhan berniat menggali-gali halaman rumahnya nyari fosil dua tahun yang lalu.

Anak ketiga Reni punya cita-cita yang unik yaitu menjadi paraji atau dukun beranak. Anak-anak heboh dong! Kok bisa ada yang punya cita-cita jadi dukun.

’Itu kan musrik, tauuuuuuu…… Nanti kamu gak bakalan masuk sorga, loh soalnya dosa sirik.’

’Ih, itu bukan dukun yang kayak gitu. Dukun beranak itu orang yang bantuin orang mau melahirkan.’

Tau gak kenapa ni anak kepikiran pengen jadi dukun beranak?

’Soalnya kata mamaku kalo melahirkan di dokter itu pasti operasi. Mahal. Kalo dulu sama dukun beranak gak usah operasi aja bisa soalnya dukun beranak itu tau gimana caranya ngelahirin anak (maksudnya membantu persalinan) gak usah pake operasi. Tapi sekarang dukun beranak itu tinggal sedikit. Makanya aku mau jadi dukun beranak biar orang-orang nanti melahirkannya gak usah dioperasi.’

Wheww….

9 thoughts on “Forensik, Paleontologist, dan Dukun Beranak

  1. Hebat2 banget ya cita-cita mereka….siapa dulu dong gurunya???

    Selamat Hari Guru ya miss…

    semoga selalu semangat ^_^

    miss jangan malas ke dokter…obatnya juga diminum…makan makanan yang bergizi…

  2. Benar-benar anak-anak yang cerdas ya Cekgu…

    Selayaknya ortu mereka menjaga cita-cita tersebut dan mengantarkannya dengan baik sehingga terwujud dengan gilang gemilang…

  3. wahaha.. musrik. lucu2 abis yaa anak esde. polos dan benar.

    *teringat ade saya kelas 2 esde yang masih suka ga jelas gitu juga :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s