Bukan Bagimu

Beberapa kali para guru kelas kecil membicarakan anak ini. Kata Bu Rita, nilainya bagus tapi prilakunya bikin kewalahan. Tadi (Senin) seharian Bu Rita dan kelas 2B puyeng gara-gara satu anak ini yang mari kita sebut saja John.

Senin pagi adalah giliran renang kelas 2 SD (tahun ini kita sudah tidak lagi upacara), dan hampir semua anak sudah siap. Tiba-tiba John berteriak-teriak kepada pengasuhnya. Marah-marah. Nunjuk-nunjuk. Bener-bener adegan yang gak patut dicontoh pokoknyalah! Dia mengamuk gara-gara susu cokelatnya tumpah menyiram perlengkapan renangnya.

Tas dia lempar ke muka sang pengasuh. Bu Rita memegangi tangannya dan menyuruh John minta maaf. Tapi boro-boro di dengerin.

‘Gak apa-apa, Bu,’ kata The Nanny. ‘anaknya memang gitu. Makanya gak pernah ada yang betah jadi Nanny-nya dia.’

Singkat kata, sang Nanny pulang untuk membawakan perlengkapan renang yang lain. Tapi kan gak mungkin, dong, ya, kelas bisa tertunda gara-gara nungguin satu orang. Maka ketika semua anak lain seru belajar berenang, John menunggu sambil sewot sendiri di pinggir kolam renang. Bu Rita gak nemenin karena jengkel berlebihan menghadapi anak itu yang terus saja ngamuk-ngamuk ruwet sendiri.

Tapi meninggalkan John ternyata keputusan yang salah.

John marah-marahnya bukan hanya mulut, tapi kaki. Dia mulai nendang-nendang. Bu Rita menganggap bahwa dia cari-cari perhatian, maka dibiarkan saja.

Tau-tau, seragam sekolah semua anak melayang masuk ke kolam renang. Bu Rita yang sedang di kolam renang segera naik ke permukaan tapi terlambat karena tas serta sepatu-sepatu sudah melayang masuk. Ulah John. Anak itu bilang dia tidak suka kalau temen-temennya ngatawain dia di kolam renang.

’Gak ada yang ngetawain John. Temen-temen ketawa-tawa aja. John juga kalau berenag kan ketawa-tawa, kan?’

’AKU KAN GAK BERENANG!!’

Akhirnya tadinya satu yang bermasalah sekarang satu kelas punya masalah. Baju ganti mereka basah semua. Bahkan bukan cuma itu, tas, sepatu, dan kaus kaki semua anak basah kuyup. Gak semua anak bisa tenang, banyak yang nangis. Beberapa anak, saking marahnya, melempari John dengan penghapus dan kaos kaki mereka yang basah.

Itu baru kejadian yang pertama. Insiden kedua terjadi pada siang, selepas Dhuhur saat Bu Rita membagikan hasil ulangan harian yang terakhir. John untuk pertama kalinya tidak mendapat nilai seratus. Salah satu.

Uring-uringan lagi.

Ngomel-ngomel.

Dia menghapus jawabannya dengan yang benar lalu mengembalikan kepada Bu Rita meminta Bu Rita menganulir nilainya jadi seratus. Tentu saja tidak bisa.

‘Kalau Bu Rita membetulkan dan memberi John nilai seratus, berarti Bu Rita harus melakukan hal yang sama dengan anak-anak yang lain. Semuanya juga harus dapet nilai seratus.’

…………………….

‘Pokoknya aku harus dapat nilai seratus.’

Bu Rita bersikeras dan begitu pula John. Bu Rita tidak bergeming sementara John semakin ruwet marahnya mulai membanting barang-barang.

‘Aku gak mau nilai 95 aku maunya seratus. AKU MAU NILAI SERATUS!’

Sampai satu kelas ikut-ikutan ngasih tau.

’Gak papa, John. Sembilan lima itu bagus juga. Lain kali kamu jangan salah biar bisa dapet seratus lagi.’

’John tetep nilainya yang paling tinggi, kok…’

’Iyaaaa, John tetep yang nilainya paling tinggi…’

‘PALING TINGGI ITU SERATUS!!’

Lgh, denger kisahnya aja udah kebayang lelahnya menghadapi anak ini.

Maka pada akhir hari, Bu Rita menutup kelas dengan mengatakan:

’Hari ini hari yang berat, ya, anak-anak…’

John yang menanggapi:

’Iya, Bu. Hari ini sungguh berat untukku…’

Bu Rita dan seluruh kelas 2B menatap John dengan heran dan rada pasrah.

’Gak John, maksud Ibu bukan berat untukmu, tapi berat buat temen-temenmu. Hari yang berat buat pengasuhmu. Hari yang berat buat gurumu. Dan hari ini berat karena kamu.’

Tanggapan John?

’Loh, gimana sih Bu Guru kan aku yang gak berenang.’

2 thoughts on “Bukan Bagimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s