Wake Me Up When September Ends

Ingat Desember 2004? Saat itu saya sedang mengalami masa-masa yang paling gak produktif dalam sejarah hidup saya. Baru lulus kuliah, belum wisuda, belum keluar ijazah. Jelasnya, setiap hari saya hanya leha-leha di rumah berpikir bahwa saya layak mendapatkan hadiah berupa sedikit santai selama beberapa minggu. Tentu saja, saat itu saya belum ngeh kalo nyari kerja itu susah!

Jadi saya hanya duduk di depan TV menyaksikan tayangan bencana yang mengerikan. Lalu menye-menye meleleh tiap kali lagu Ebid G. Ade disenandungkan.

Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita. Bla..bla…

Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang

Lanjut baca…

3 thoughts on “Wake Me Up When September Ends

Komentar ditutup.