Carandiru, Qanitir, dan Barrages

Tadi saya nonton Carandiru. Sebentar. Lalu terhenti karena filmnya ternyata rusak. Nah, apakah Carandiru itu film yang keren?

Yaaa, kalo ece-ece mah saya gak ngomel-ngomel, dooong!

Ingatkah Anda dengan insiden di salah satu penjara di Brazil pada tahun 1992 saat pertikaian antar gank di dalam penjara pecah berakhir dengan kerusuhan dan pembantaian para napinya? Well, film ini nampaknya akan berakhir pada insiden tersebut. Atau paling tidak, begitulah dari resensi yang saya baca. Carandiru di Brazil banyak yang berpendapat adalah penjara paling keras sedunia. Atau paling tidak, yang terekspos. Dengan kapasitas 3000 orang, penjara ini dihuni oleh 7000 napi maka bisa dibayangkan betapa sesaknya keadaan di dalam. Para napi terbagi dalam kelompok-kelompok di mana napi yang kuat dan berkuasa menindas yang lemah. Napi yang berkuasa bisa memiliki sel-sel sendiri yang keadaannya jauh lebih baik sementara yang lemah berhimpitan satu sama lain tidak berani keluar dari selnya sendiri karena dapat terbunuh kapan saja. Di dalam penjara adalah biasa bagi para napi untuk saling berhubungan sex (sejenis) satu sama lain. Ditambah dengan lingkungan yang kumuh tentu menyebabkan berbagai penyakit merajalela yang salah satunya adalah AIDS.

Adalah dr. Drauzio Varella, seorang onkologi menjadi sukarelawan di dalam penjara Carindiru. Sang Dokter saat itu berusaha untuk melawan menyebaran HIV di sana sekaligus menangani para napi yang telah terjangkit. Selain berobat, para napi ini pun bercerita mengenai hidupnya masing-masing dan bagaimana sampai mereka bisa berada di dalam penjara. Lanjut baca..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s