Peluk Peluk Peluh

Dua hari ini agak melelahkan. Ups, lebih tepatnya menjengkelkan. Bukan masalah anak-anak dan juga bukan mengenai kegiatan kelas. Seandainya pekerjaan saya itu sebatas mengajar dan mengasuh anak-anak saja. Seandainya..

Eniwei, hari ini, dari pagi saya harus ngeruwet dengan beberapa permasalahan di yayasan. Sampai siang. Tengah hari bolong berjalan menuju gedung SD dengan muka gak ada senyum-senyumnya banget, dah! Tau-tau terhenti saat salah satu anak kelas 2 SD menabrak saya.

Ternyata dia tidak menabrak saya. Tapi memang memeluk saya.

‘Bu Alifia,’ katanya. ‘Kirain ibu udah mati.’

*gabruk*

Kita sebut saja anak ini adalah Faisal. Adik dari Raka, salah satu anak saya tahun ini. Pada awal tahun ajaran ini, Faisal sering uring-uringan dan gak mau masuk kelas. Jadi beberapa kali, dia sempat diletakkan di kelas lima. Siswa selundupan, hehe… Karena itu dia akrab dengan saya walaupun saya tidak mengajar di kelasnya.

Enggak, ibu masih hidup, nih… Kenapa Faisal kira ibu udah mati?

‘Kata kakak Raka, ibu sakit.’

Ibu masuk, nih.. Gak mati, kok. Tu anak nyengir lebar sekali.

*tos*

Selalu ada alasan untuk kembali ketawa saat berada di tempat ini.

Kami berpelukan lagi. Tapi kali ini, saya yang memeluk dia.

Belum sampai ke ruang kerja, saya bertemu rombongan anak laki yang semuanya sama bentuknya. Lecek, item, basah kuyup, dan bau angus dan keringat. Yep, itu anak-anak saya baru saja selesai main bola pada tengah hari bolong ini dan sedang bersiap-siap untuk mengambil air wudhu.

Eiiiiiittt!! Ganti baju dulu. Ganti baju!

Semuanya mengerang.

’Aaaaa, ibuuuuu…… Tanggung, Buuu…’

Gak. Ganti baju dulu baru wudhu. Emang kalian mau shalat dengan pakaian kayak gini?

’Kayak gimana?’

Astaghfirullah, anak-anak ibu tersayang. Gak nyadar apa kalo kalian itu kotor dan bau….banget! Ih, gosok itu badan!

Bad idea… Bad idea.. Saya lupa melulu kalau anak-anak saya tahun ini adalah anak-anak yang gak pernah berhenti becanda. Bukannya mereka ngacir untuk ganti baju, malahan semuanya lariiiiiii….menuju saya.

Memeluk saya.

Semuanya.

Bayangin deh saya dipeluk rame-rame oleh seperangkat anak lelaki tanggung, yang badannya sudah lebih tinggi dari saya, yang semuanya basah kuyup berkeringat bau kayak comberan.

Aaaaaaaaaaaa!

Udaaaaahhh!

MANDI SEMUANYAAA!

‘Oke, Bu..’

‘Siap, Bu…’

’No Problemo!’

……………………….

Daaan, hilang sudah keruwetan saya hari ini.

4 thoughts on “Peluk Peluk Peluh

  1. wahaha polos abiis ‘kirain ibu udah mati.’😄

    di mana pun, jadi pengajar apa pun, yang selalu menguatkan adalah orang-orang penuh senyum dan positive thinking sama kita itu..

    salam senyum buguru🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s