Cuti

Saya lagi cuti.

Biasalah, masalah kesehatan diri. Kali ini agak pajang. Mau gak mau. Saya juga pengennya cepetan selesai. Ogah berlama-lama yang kayaknya bikin hidup berasa jalan di tempat.

Tapi dua minggu itu sangat lama.

Beneran gak sih baru dua minggu? Ya ampuuuun….

Sudah dua minggu lewat saya absen dari sekolah. Rasanya kangen sekali dengan anak-anak, rekan-rekan, dan semuanya yang berputar di tempat kecil itu.

Bagaimanapun perasaan ternyata gak selalu sama dengan kenyataannya. Sebab beberapa hari yang lalu rekan-rekan saya datang. Melongok. Dengan muka ceria-ngeri-heran liat saya girang hepi-hepi cerita-cerita.

Busyet, dah! Kata Eni. Apasih yang bisa bikin lo gak cengengesan?

Saya sih cengengesan aja, hehe.. Sebab bukan juga artinya berkedok di depan orang-orang nyata ini, tapi emang kayaknya saya terlalu seneng untuk bertindak sebaliknya. Kangen aja sama orang-orang ini yang gak bisa saya temui setiap hari. Seneng aja bisa melewati hari yang berbeda selain tidur dan rehab lalu rehab dan tiduran atau baca buku lagi.

Padahal baru dua minggu. Tentu saja rasanya bagi saya seakan dua bulan.

Paling komunikasi sama orang itu kan cuma yang di rumah atau sekitaran rumah aja. Atau yang berada di lingkungan rumah sakit aja. Sama orang-orang lain, paling lewat alat komunikasi elektronik.

Saya kangen dengan kisah di sekolah. Bagaimana kabarnya anak-anak.

Beberapa menit kemudian saya segera setengah menyesal (setengahnya lagi terpana) dengan kabar anak-anak saya yang katanya, selama saya gak masuk, tiap hari bikin ulah yang enggak-enggak. Bikin sewot semua orang. Rasanya ada-ada aja ulah mereka untuk bikin siapapun marah-marah di kelas.

’Tadi mereka ngotot pengen ikutan ngejenguk,’ kata Bu Lynn. ’Tapi gak boleh. Anak sebanyak itu? Bikin rusuh aja.’

Iya, ya… hehe. Dan bagaimanapun, kalau mereka datang juga saya gak tau apakah akan gembira atau berasa mau pingsan aja. Masih shock soalnya kalau tau-tau berada di tempat yang rame semuanya ngomong sama-sama.

Tapi saya kangen sama mereka.

Dan mendengar bahwa anak-anak saya bikin ulah tiap hari itu rasanya sedih juga.

 

10 thoughts on “Cuti

  1. semoga lekas sehat kembali ya Bu Al…
    kembali ketemu anak-anak, gembira lagi… bukankah hati yang gembira adalah obat..??!

  2. aku sungguh-sungguh berdoa akan kesehatanmu, al.
    memang sangat membosankan harus terus beristirahat, tapi bukankah kamu memang benar-benar membutuhkannya? jadi tidak ada yang bisa dilakukan selain melaluinya dengan senang hati.

    aneh ya? saat merasa kelelahan karena pekerjaan, orang sering berdoa agar bisa diberikan waktu luang untuk beristirahat dan bersantai. ternyata memiliki kesempatan yang banyak untuk bersantai juga tidak sepenunya menyenangkan. tiada yang sempurna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s