Hari Curhat

Kembali ke sekolah, kembali ke tempat ini. Rasanya cukup menyenangkan. Walaupun gak bisa juga merayakannya karena sudah langsung nyebur ke segala kegiatan dan kesibukan. Kerja… Ngasuh anak.. belajar…  Damn! Tahun yang salah untuk sakit saat saya terlanjur memutuskan untuk menambah aktivitas.

Udah kebayang pasti terjadi adalah saat kembali ke sekolah pekerjaan akan menumpuk. Dan memang iya. Pekerjaan kertas, pekerjaan bicara-bicara serta lari-larian ngejar pelajaran yang saya pegang. Emang sih selama saya gak masuk ada guru pengganti. Tap bagaimanapun guru pengganti di tempat ini kan bukan guru khusus menggantikan tempat saya selama absen melainkan salah seorang rekan—atau beberapa—yang bersedia untuk menghandle kelas-kelas saya selama gak masuk. Mengisi kekosongan iya tapi yah memang sekedar mengisi kekosongan saja.

Maka rada rusuh hari-hari ini. Sampe bingung!

Sampe bingung mau lieur yang mana saat kapan. Suatu waktu garuk-garuk kepala masalah anak-anak yang berada di pintu UN—yah kalo ini sih tiap tahun juga bikin sport jantung, kan?—atau yang lain lagi.

Tadi begitu masuk kelas tiga, semua kelas tiga, langsung ruwet dikerubutin curhat anak-anak mengenai guru pengganti pelajaran saya di kelas mereka.

‘Galak, buuuu….’

‘Kita disuruh nulis melulu. Pegel…..’

‘Kalo gak nurut disetrap…..’

‘Marah-marah melulu Pak Guru-nya….’

Karena anak-anak nampaknya memang penuh keluh kesah, maka saya biarkan saja mereka curhat sepanjang satu jam pelajaran dengan saya hanya duduk pasrah di meja guru…

Lalu kelas saya sendiri yang ternyata sedang bikin masalah. Pasalnya semua, saya ulang ya SEMUA, anak saya mogok eskul pramuka. Dua kali dijemur itu sekelas masih juga menolak untuk kapok. Maka hari pertama saya masuk kelas jadi batal belajar. Kita membicarakan masalah tersebut dahulu. Cukup lama yang alasannya cuma satu saja bahwa gurunya kejam nian. Menurut anak-anak tentunya. Suka ngehukum dan marah-marah. Tapi pengaduan ini hanya datang dari kelas saya saja dan tidak dari kelas lain yang berkegiatan pada hari yang sama di jam yang sama dengan orang yang sama. Karena itu saya berpendapat bahwa anak-anak saya ini, yang memang badung-badung , lagi pengen di perhatiin. Karena itu, sekali lagi deh acara saya ngedengerin curhat anak-anak yang sepanjang jalan kenangan ituh.

Mengatakan akan membicarakannya kepada guru eskul.

Tetep menegaskan kepada anak-anak kalau pramuka selanjutnya HARUS ikut semua kecuali yang sakit dan yang sakit itu HARUS bawa surat keterangan dari, minimal, orangtuanya. Gak boleh ada yang bolos dan apalagi ngumpet atau kabur. Titik!

Anak-anak oke aja.

Gak protes.

Nah?

4 thoughts on “Hari Curhat

  1. Hummm mantap deh
    Hari pertama kerja langsung brekkk semua
    Seperti bendungan jebol yaa

    Aku sih lebih senang menghadapi yg seperti itu daripada mematung… Dieeeemmm ajaaaaaahhh
    Seperti saat ini hikssss

    Ibu Al, terus jaga kesehatan yaaaa

  2. Salam. Senang bisa kasih komen lagi di sini. Lama saya gak aktif nulis di suhadinet. Mudah-mudahan kamu tetap sehat dan trus beraktivitas. Jalani hidup dengan hati riang, Bu Al.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s