Pendidikan Dasar untuk Semua

Tahun ini sekolah membuka kesempatan untuk siswa berkebutuhan khusus. Saat pertama kali, dalam pikiran saya tidak lain adalah anak-anak autis. Tok. Itu saja. Namun pada kenyataannya kami justru mendapat kesempatan untuk menjadi bagiannya anak-anak istimewa yang bukan hanya penyandang autis saja, namun penderita hydrocephalus, kelainan tulang, tuna netra, Tourette Syndrome, penderita thalasemia, asperger syndrome, dan lain-lain.

Beneran, kami HARUS banyak belajar.

Bagaimana memperlakukan mereka.

Bagaimana untuk tidak membedakan mereka.

Bagaimana untuk bertindak demi kepentingan mereka sekaligus tanpa menepikan yang lain.

Bagaimana untuk membuat kita semua bisa berjalan bersama dan saling mendukung satu sama lain.

Tidak perlu menghindar bahwa tahun ini kami masih belum dapat membanggakan sesuatu apapun. Rasanya seakan suasana yang idealis dalam bayangan kami semua masih jauh dan masih butuh diperjuangkan.

Masih harus lebih banyak belajar lagi.

Beberapa malam yang lalu,  saya ikutan membaca-baca file anak-anak istimewa yang telah ada dan akan datang tahun ajaran depan. Pekerjaannya rekan saya. Kemudian benak saya terusik dengan satu pertanyaan:

Selama ini mereka kemana?

Yaaa, saya tahu boanyaaaak sekali sekolah inklusi hari-hari gini. Dan lagipula bukankah ada yang namanya SLB (Sekolah Luar Biasa) walaupun setahu saya SLB diperuntukkan untuk anak yang cacat fisik dan mental. Gak seluas yang dinamakan berkebutuhan khusus (duileeh, saya masih cetek banget pemahamannya tentang ini sodara-sodara sekalian!)

Bukan sekarang. Bukan orang-orang yang sesuai persyaratan untuk masuk SLB. Beberapa belas tahun yang lalu. Saat orang-orang seusia saya masih kecil.

Apakah mereka diberi kesempatan untuk merasakan bersekolah?

Pendidikan itu hak setiap warga Negara Indonesia. Paling enggak itu terdapat dalam konstitusi kita UUD 1945 pasal 31. Bukan hak mereka-mereka yang punya duit banyak, sehat, dan sempurna saja.

4 thoughts on “Pendidikan Dasar untuk Semua

  1. Numpang nanya dong Bu Al,
    Kalo siswa-siswi berkebutuhan khusus di sekolah Ibu, biaya sekolahnya sama gak sama anak2 yg lain?
    Terimakasih sebelumnya

    • Kalo bayaran dan uang pangkal sama, Tweet. Tapi untuk beberapa anak yg butuh terapi dan atau shadow teacher, ada tambahan biaya untuk itu. Tergantung kebutuhannya.

  2. 7 tahun yang lalu, sekolah saya juga menerima anak berkebutuhan khusus.
    Ia tuna rungu sekaligus tuna wicara. Awalnya ia memakai alat bantu dengar, namun kini ia sudah tidak begitu membutuhkannya.
    Kini ia duduk di kelas VIII. Prestasinya tak kalah dengan anak normal lainnya.

    Ngomong2 AL, lu sakit ya. Sampai dioperasi segala. Sakit apa?
    Sorri, lama gak OL. Jadi tidak tahu kabar berita.
    Mudah2an cepat sembuh deh..

    • Saya kira, itu yang masih susah diterima. Bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bisa mengerjakan banyak hal sama dengan anak-anak reguler. Bahkan untuk beberapa diantara mereka bisa lebih.

      Iya, sakit. Tapi sekarang sudah pulih. Trimakasih atas perhatiannya Pak Hakim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s