Hari Mencuci Bangku dan Razia HP

Dua hari belakangan saya sedang ruwet dengan urusan anak-anak yang baru saja keluar nilai UN-nya, maka kelas saya sendir jadi agak terbengkalai. Sedikit lega karena memang sekolah sedang sibuk dengan classmeeting. Tapi tetap saja masih ada terlampau banyak waktu yang tertinggalkan kosong. Maka untuk mengisi kekosongan, pada hari pertama saya umumkan kerja bakti di kelas.

Anak sepertinya gembira saja. Sebenernya juga anak-anak kelas saya yang udah beranjak gede itu memang gak gitu masalah dengan kelas kosong tanpa kegiatan. Kita kan bisa main sendiri, katanya.

Tapi namanya anak-anak ya ada-ada sajalah!

Pada pagi menjelang siang hari pertama, saya diberi tahu oleh salah satu guru mengenai satu kejadian. Yah, gak besar-besar amat. Cuma walikelas sebelah heran saja kok anak-anak kelas saya ramai-ramai ngegotong meja dan kursi ke kamar mandi?

Mau ngapain, itu?

TERNYATA mereka itu berniat mencuci meja dan kursi!

Mencuci meja dan kursi??

Iya, kayak nyuci piring gitu. Itu meja dan kursi (termasuk meja guru dan kursi guru) mereka sikat dan diberi sabun colek. Biar kinclong, katanya. Nanti kita jemur, kok, Bu. Tenang aja.

*saya ngegigit-gigit kuku

Busyet! Anak-anak gua angkatan ini emang juara, dah! Idenya ada-ada aja!

Hari kedua, mereka saya perbolehkan bawa permainan. Sebelumnya sudah berkoar-koar dulu bahwa yang namanya permainan itu adalah alat-alat olahraga (raket, pemukul kasti, bola, tali skipping dan sejenisnya) dan berbagai macam boardgame seperti catur, scrabble, atau monopoly. Gak diperkenankan membawa game elektronik seperti PSP dan sejenisnya. Titik!

Dan yang saya temukan adalah setengah anak-anak bawa HP dan game eletronik.

*DOENG!!!

Yah, awalnya ada pengaduan dari kelas sebelah. Maka saya masuk kelas memberikan pegumuman:

Semua HP ibu minta kumpulkan didalam tas doraemon ibu!

Maksudnya tas doraemon itu adalah tas yang gak gitu besar tapi lebih besar dari tempat pensil. Itu berisi segala macam peralatan saya di kelas yang berupa spidol berbagai warna, tinta, pembolong kertas, tip ex, pulpen pinsil dan sebagainya yang pastilah Anda sudah kebayang bukan?

Sekarang juga!

Anak-anak terdiam tengok-tengok. Hayooo, siapa yang ngaduiiiin…

Ayo sekarang! Daripada nanti ketemu pas ibu geledah. Kamu pasti nyesel berat nantinya!

Setengah anak-anak maju meletakkan gadget yang mereka bawa. Ternyata bukan hanya berbagai jenis HP, tapi juga ada PSP dan Sega portable.

Astaga! Untung aja tim BK gak mengadakan razia hari ini. Kalo iya bisa gawat! Saya bisa dimaki-maki sama Bu Eni.

Ini bener sudah semua?

Semuanya mengangguk. Akhirnya semuanya membongkar tasnya masing-masing dan mengeluarkan segala jenis barang yang mereka bawa.

Kalian tahu gak kalau di sekolah ini dilarang bawa HP ataupun permainan elektronik?

‘Tahu, Bu.’

Nah, kalian sudah tahu itu, tapi tetap dibawa juga.

…….

Jadi gimana, nih? Menurut kalian, apa hukuman yang pantas buat kalian?

…… (diam)

Kalian mau ini diselesaikan disini, di dalam kelas dengan walikelas kalian ini, atau mau diselesaikan di ruang BK?

‘Di kelas aja, Buuu…’

Hihihi, itu juga yang saya harapkan anak-anak.

Okeh, kalau begitu. Ini HP ibu sita sampai hari besok. Besok pulang sekolah, baru ibu kembalikan.

‘Yaaah, ibu lama banget!’

Kalian udah tahu peraturannya. Kalian secara sadar melanggar aturan. Harus mau menerima hukuman. Berani bersikap jantan, dong! Jangan ditiru bapak-bapak dan ibu-ibu di tipi-tipi itu yang begitu ketahuan bikin salah langsung kabur ke luar negeri. Biar adik-adik kalian itu bisa bangga juga sama kalian. Kakak-kakak itu emang melanggar peraturan, tapi mereka hebat karena tidak mangkir dan mau menerima kosekuensinya.

‘Iyalaah… Iyalaaah…’

‘Tapi gimana caranya bilang sama ibuku?’

Lah, gimana caranya kamu bilang sama ibumu tadi pagi sampai kamu diperbolehkan bawa HP ke sekolah?

‘Aku bilang sekolah udah bebas. Boleh bawa HP.’

‘Kalo aku sih gak bilang-bilang.’

*sigh

Trus bener gak kalau sekolah sudah boleh bawa HP buat kalian? Kalo kakak kelas enam emang udah boleh bawa HP karena mereka wara-wiri ke sini ngurusin surat dan kadang terpisah sama orangtuanya masing-masing. Kakaknya disini ngurusin ini itu dan bundanya udah ngantri buat urusan pindah rayon. Makanya mereka diperbolehkan bawa HP. Tapi kalian? Memangnya ada pengumuman kalau selain kelas enam boleh bawa HP?

‘Gak ada, Bu.’

Jadi itu Cuma mengarang-ngarang, kan?

‘Iya, sih…’

Nah, kalian yang bikin ulah, kalian yang jelaskan itu kepada orangtua. Katanya udah gede, hehe… Nanti kalau Bunda masih penasaran silahkan telpon atau SMS Bu Alifia aja.

‘Hancur…Hancur, deh!’

Hihihi…

Ini terakhir, ya.. Setelah hari ini, kalau masih ada yang berani bawa alat elektronik tanpa izin dulu sebelumnya oleh ibu (Khawatir ada kasus luarbiasa soalnya misalnya orangtuanya sedang dirawat di RS atau ada keperluan sehingga  butuh banget menghubungi anaknya kapan saja), hukumannya akan lebih berat, nih..

….

Menurut kalian apa hukumannya?

Kemudian salah satu anak nyeletuk yang berakibat pelototan dari seantero kelas kecuali saya dan anak itu:

‘Jual aja Bu HP-nya. Uangnya buat kita makan-makan!’

Tapi kemudian ternyata anak-anak mengangguk.

‘Iya, fair, tuh! Kan udah diperingatkan sekarang. Kalo besok masih langgar berarti dia emang gak mau dengerin.’

‘Iya, iya bener! Kita juga gak bawa HP yang lain juga gak boleh dong! Gak fair kalo ada yang bawa lagi. Dikirain kita gak punya apa!’

‘Iya, setujuuuu!!!’

Nah, bukankah saya telah katakan sebelumnya kalau bentuk hukuman dipasrahkan kepada anak-anak, usul mereka suka kelewat kezam.

Okeh, sepakat kita, ya! Kalo besok ada yang bawa peralatan elektronik lagi, maka benda itu akan ibu jual. Uangnya buat kita makan rame-rame!

‘Yeeeeyyy…’

Kalian kasih tahu orangtua kalian sekarang. Biar kalau kalian sendiri yang melanggar, orangtua kalian gak shock.

Hihihi…galak!

PS: Mudah-mudahan gak ada yang melanggar lagi. Ngejual HP anak? Rasanya gak kebayang dan susah teganya.

3 thoughts on “Hari Mencuci Bangku dan Razia HP

  1. Ya ampun… Bu Guru. Aku sampai membayangkan intonasi dan nada dari dialog di atas. Nggak kebayang. Pasti tampang Bu Guru sangat kartun sekali ketika mewanti-wanti di depan. Hihihi.

    Iya, Bu, jual aja hapenya, Buuuuuu………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s