Anak Rutinitas (Cartoon Network!)

Pagi selama setengah jam sebelum masuk pelajaran sekolah, acara kita semua adalah mengulang hafalan qur’an. Mulai tahun ini tambah berat. Standar penetapan bahwa selepas SD diharapkan anak bisa hafal seluruh isi juz amma, kini ditambah dengan juz sebelumnya. Dan sementara itu, iqra dan tilawah dilakukan pada setengah jam sebelum sekolah berakhir.

Seluruh guru, termasuk kepala sekolah, ikut berpartisipasi dalam membimbing siswa hafalan maupun tilawah. Tapi tentu saja penentuan guru yang mana membimbing tingkat yang mana itu ditentukan oleh Pak Ustadz yang sebelumnya musti ada seleksinya.

Pokoknya tahun ini, dilarang malu mengakui kalau bacaan qur’annya masih kagak beres! Titik!!

Nah, salah satu anak yang berada di dalam bimbingan saya adalah Max yang merupakan salah satu ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Dia penyandang autis.

Tentu bagi saya merupakan tantangan baru yang sungguh menarik. Bayangkan, mendampingi anak autis dalam membaca qur’an dan hafalan!

Biasanya kelas yang saya bimbing hafalan dan tilawahnya berada di gazebo di halaman sekolah. Tapi tahun ini, kelas saya berada di ruangan saya yang sempit. Bukan apa-apa, itu Max gak bakalan deh bisa berada di sekitar saya kalau begitu. Pada hari pertama saja, tau-tau, ini anak sudah berada di dalam kebun dan memeluk pohon rambutan. Untung saja sedang tidak ada ulat bulu!

Maka kelas saya pindahkan ke ruangan saya yang sempit.

Mengenai hafalan qur’an, mungkin gak gitu banyak berbeda. Max juga sudah mulai terbiasa dengan suara-suara ramai di sekitarnya. Kadang jika dia sedang merasa begitu terganggu, dia akan menghadapkan muka ke tembok dengan menutup kedua telinganya rapat-rapat. Tapi kalau keadaan lagi baik-baik aja baginya, ya, dia ikutan bersuara.

Pada saat tilawah. Berhari-hari ini anak kerjaannya kabur ditengah membaca qur’an. Padahal belum saya nyatakan selesai. Pertama-tama saya diamkan. Kemudian saya kejar-kejar.

Maaaax, ini belum selesai, Nak!

Dia kabur ke luar ruangan dengan saya dibelakangnya. Rada lucu memang. Bikin orang lain yang ngeliat ngakak dan cukup menyenangkan juga sih untuk sekedar olahraga pagi. Tapi mengingat anak-anak yang lain yang berada di bawah asuhan saya, maka saya tempatkan Max sebagai yang paling akhir.

Satu anak sebelum dia biasanya saya panggil duluan.

Max baca setelah Farhan, yaa.. Surat Al Imran ayat 54.

Dan apapun yang sedang dikerjakannya akan terhenti. Dia mengambil qur’an, membolak-balik, kemudian berdiri sampau si Farhannya selesai baca qur’an.

Begitu seterusnya.

Jika sudah selesai dan kami baca doa sama-sama, Max akan berteriak kepada saya:

‘Besok baca qur’an lagi, yaaa… Ibu Guru. Besok lagi, yaaa….’

Iya, Nak. Besok kita baca qur’an lagi, yaa…

‘Besok baca qur’an lagi, yaaa… Ibu Guru. Besok lagi, yaa…’

Itu diulang-ulang sampai berkali-kali-kali.. Kadang-kadang anak-anak yang  lain akan menimpali.

‘Iya, Maaax.. Iya, besok kita baca qur’an lagiiiiii…. Ih, ya ampuuun!’

Hihihi..

Tapi tadi pagi, saya mendadak ingat sesuatu. Ini kan anak dengan rutinitas, ya? Dan… Daaaaan…

Saya ingat beberapa minggu yang lalu saat awal saya masih mencoba meraba kekuatan bacaan anak-anak, saya meminta Max untuk baca hanya satu ayat saja. Sama seperti yang lain.

Satu ayat saja, ya, Max. Ibu pengen lihat kemampuan semua anak dulu.

Dan itulah kenapa dia selalu kabur selepas satu ayat telah dibacanya. Karena memang itulah yang saya katakan kepadanya. Baca satu ayat.

Maka selama ini saya mengejar-ngejar, jangan-jangan dia juga bingung setengah mampus kenapa saya melakukan itu, kali, yaa..

Lalu tadi pagi saya katakan padanya.

Mulai hari ini, jangan berhenti dulu sebelum ibu bilang cukup, yaa… Baca qur’an disekolahnya sampai Bu Guru bilang cukup.

Dan dia mengatakan ‘iya’ dengan caranya:

‘Cartoon Network!’

Cartoon Network! Entah kapan dimulainya setiap kepada saya, Cartoon Network adalah kata yang dipilihnya untuk menyatakan bahwa dia mengerti dan paham.

Dan benar saja. Max tidak lagi kabur. Dia membaca dan terus membaca sampai saya katakan’cukup’ kepadanya.

Bagus sekali. Besok, pada hari sekolah, kita baca qur’an lagi, yaaa….

‘Besok baca qur’an lagi, yaaa… Bu Guru. Besok baca lagi, yaa…’

Cartoon Network!

‘Cartoon Network!’

10 thoughts on “Anak Rutinitas (Cartoon Network!)

  1. anak tetangga saya juga ada yg autis, emang gampang2 susah juga sih mbak tp asyik lho berteman sama mereka… sebenarnya mereka tu jenius ya, ingatannya kuat banget

    anak tetangga ane tu malah seneng bikin gambar sponge bob dan kawan2 sehabis nonton kartun tersebut,lucu lho gambar nya ^_^

    • Iya, pasti lucu. Dan benar, gampang-gampang susah menghadapi mereka. Yang pasti, sebagaimanapun beratnya, bawaan kitanya selalu penuh hati kepada mereka🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s