Beli Surga

Kejadian ini terjadi beberapa hari menjelang kegiatan baksos di sekolah. Saat itu lagi seru-serunya penghitungan dan pengumpulan uang infaq yang nantinya akan segera kami salurkan. Seorang anak datang kepada saya dan menyerahkan tiga lembar limapuluhribuan.

‘Saya infaq, Bu.’ Katanya.

Okeh, nanti ibu serahkan pada panitia, ya.. Tanda terima infaqnya nanti siang. Langsung berikan ke orangtuamu, ya, Nak..

‘Tapi, itu, kan, uang saya, Bu. Berarti tanda terimanya untuk saya?’

Owh, uang kamu, ya? Uang kamu pribadi?

‘Sebenernya, gak semua, sih, Bu. Masih ngutang juga.’

Hah? Ngutang?

‘Kan, itu uang hadiah puasa. Puasanya belum selesai. Jadi masih utang. Tapi kata papaku, gak apa-apa diminta duluan.’

Ini semua uang hadiah puasa? Semuanya?

‘Iya.’

Okeh, untuk Anda yang gak familiar, biasanya anak-anak kecil yang masih belajar puasa akan dijanjikan hadiah oleh orangtuanya masing-masing sebagai upah mereka belajar puasa. Biar mereka bersemangat. Tidak selalu uang. Terkadang bentuknya barang seperti mainan atau bertamasya ke suatu tempat. Tapi nampaknya kecenderungan para OTW kami adalah uang yang jumlahnya sesuai hari mereka bisa menjalankan puasa dengan tuntas sampai maghrib. Misalnya, limaribu rupiah atau sepuluhribu rupiah per hari.

Memangnya kamu gak mau beli sesuatu dengan uang ini? Kok, semuanya diberikan? Sebagian saja cukup, loh, Nak.

‘Pengen, Bu. Aku pengen beli surga.’

Heh?

*terpana

Heheh.. Maksud Ibu mainan, gitu.

‘Iya, sih, aku tadinya pengen beli mainan buat anak yatim. Tapi kata mamaku, lebih baik sumbang bentuk uang aja. Kan, mereka yang paling tahu butuhnya apa.’

Owh… Jadi beneran, nih? Semuanya?

Dia mengangguk dengan mantap.

6 thoughts on “Beli Surga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s