Demi Gedung

Tadi. Ngobrol sama guru di sekolah tetangga yang beda kabupaten.

Ini bukan masalah soal-nya..

Guru Tetangga (GT): Loh, emang kalo UTS dan UAS, soalnya dari dinas setempat?

Saya: Kalo di kami, iya..

GT: Kenapa? Bukankah lebih leluasa kalo soal sendiri? Tahu kebutuhan sendiri. Lagian, kurikulum kan sekarang dibuat sekolah.

Dengan standar isi yang telah ditentukan pemerintah tentunya.

Saya: Secara teory, ya.. Tapi di tempat saya, dinasnya lagi bikin kantor baru. Kantor yang lama menyedihkan bangeeet! Udah kayak mau rubuh. Jadi bukan sekolah dowang yang mau rubuh, kantor dinas juga pada mau rubuh! Trus, tentunya mereka sedang butuh uang. Maka semua sekolah negeri musti beli soal dari dinas.

GT: Tapi sekolah lo kan swasta.

Saya: Kalo swasta gak mesti beli. Yah, tapi…nantinya gak enaklah kalo gak beli. Kita juga kan butuh dinas setempat.

GT: Owh..demi gedung, ya..

Saya: Iyaaa… Demi gedung..

One thought on “Demi Gedung

  1. salam kenal bu al.
    kalo di t4 aku soal dibuat oleh sekolah masing2 sama spt guru tetangga (gt) kemarin sempat juga mau dibuat di gugus tapi ditolak alasannya sih sama seperti gt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s