Pelecehan?

Hari ini hampir setengahnya saya habiskan di UKS yang membuat saya teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat Bu Kelas Dua kepuyengan dengan sms bombardir dari salah satu ortu murid.

Awalnya pada istirahat, salah satu anak perempuan kelas 2 ditemukan terkapar di lapangan futsal  pada jam istirahat. Anak-anak heboh, dong.. Soalnya kan ya jarang juga kejadian ada anak pingsan di sekolah. Setelah kami telusuri, ini anak terkapar gara-gara dia iseng nerobos masuk ke dalam lapangan futsal, yang diselubungi jaring pengaman, entah mau ngapain dan tepat pada saat itulah, apa yang kami takutkan dan asal muasal kenapa jaring itu dipasang terjadi: bola melayang keras tepat mengenai kepala si anak. Dia terkapar.

Kakak-kakak kelas tiga yang lagi main bola langsung bubar ngerubungin si adik kelas dua. Sama Pak Olahraga itu anak digendong ke UKS. Nah, karena kepala yang kena tubruk bola, yang ternyata gak kenapa-napa, maka kami pun segera berkeputusan untuk membawanya ke klinik terdekat. Saat dihubungi Sang Ortu, Sang Ibu minta di bawa pulang saja. Nanti sama Mbak (asisten RT) di bawa ke dokter langganan.

Maka Si Anak pun kami rawat di UKS sementara menunggu Mbak dateng.
Sebelumnya, salah satu anak laki-laki kelas lima muntah-muntah di kelasnya. Badannya panas tinggi. Maka itu anak pun dikirim ke UKS juga dan istirahat di sana sambil menunggu ibunya yang akan menjemput pulang setelah urusannya selesai. Jadi pada saat itu ada tiga orang di UKS: Adik kelas dua, kakak kelas lima, dan guru piket yang duduk di pojokan.

Saat Mbak datang nampaknya secara sekilas dia melihat Sang kakak Kelas Lima sedang berdiri tepat di sebelah ranjang Adik kelas Dua. Entah sedang apa. Mungkin hanya berdiri untuk muntah-muntah lagi di kamar mandi. Tapi dari kejadian itu urusan SMS beruntun datang. Isinya, Sang Ibu mempertanyakan kenapa ada anak lelaki berada di sebelah anaknya yang terbaring di UKS. Siapa anak laki itu? Sedang apa?

Bu Kelas Dua menjelaskan bahwa itu hanya Kakak Kelas Lima yang sedang sakit juga.

Maka mulailah ceramah panjang plus omelan mengenai bahwa Sang Guru harusnya menjaga anaknya dan seharusnya gak boleh ditinggalkan hanya bersama anak lelaki berdua (yang sebetulnya gak tepat juga). Gimana kalau anak saya diapa-apain sama anak itu? Emangnya kalau anak saya mengalami pelecahan seksual, Ibu mau tanggung jawab?

Hah?

Kemudian isi SMS lebih kepada tuduhan-tuduhan-jikalau tentang apa yang mungkin terjadi di UKS. Tentang siapa tahu anak kelas lima itu begini begituin anaknya.

Kita rada geli juga soalnya kita tahu banget anak kelas limanya siapa. Yah, bisa disebutkan bahwa anak lelaki ini adalah anak yang baik. Bukan berarti gak pernah badung juga kadang seperti selayaknya anak lain. Maka rasanya aneh aja, gitu..

Yaa, akhirnya si Bu Kelas Dua minta maaf aja dan berjanji bahwa hal itu tidak terulang lagi.

Well, pertama, UKS kami bukan satu ruang yang tertutup. Sepanjang dindingnya adalah deretan jendela yang hampir gak pernah ditutup (kecuali cuaca sangat panas dan AC dinyalakan dan kita ini bukan di Jakarta, loh! Di sini, cuaca panas gak gitu-gitu amat!) itupun terletak diantara ruang guru perempuan dan ruang terapi ABK. Tempat yang soangat ramai perlintasan orang. Lah, orang si Mbak aja bisa ngeliat jelas dengan apa yang ada di dalam ruangan padahal dia masuk gerbang SD aja belon.

Kedua, pliss jangan samakan pikiran anak-anak sama presepsi kita. Yah, bukan berarti kejadian buruk tidak pernah dilakukan oleh anak usia sekolah dasar. Tapi secara umum, mereka perpikir dan bertindak sesuai dengan usianya dan rentang pengalamannya. Walaupun kadang kosa kata yang dipilih sama dengan orang dewasa.

Ketika anak bilang porno, bukan berarti porno itu sama dengan pornonya kita orang dewasa. Sama dengan saat mereka mengatakan sadis. Satu kata bisa saja berbeda pemahaman dari satu tingkat ke tingkat lain ada di satu tingkat yang sama. Apalagi kepada kita orang dewasa yang sudah punya pemahaman tertentu berdasarkan pengalaman atau pengetahuan kita.

2 thoughts on “Pelecehan?

  1. Orang tua memang wajar ya khawatir akan keselamatan anaknya, terutama karena dia juga tidak tahu betul siapa yang ada di dekat anaknya itu…
    Semoga memang tidak ada kejadian apa2 yang gak baik ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s