Hari Pertama I: The Most Beautiful Day of The Year

Uh, senangnya bisa kembali ke kelas!

Maksudnya tentu bukannya saya pernah pergi dari kelas karena toh sampai saat ini kerjaan saya pun tetap banyak di kelas, mengajar anak-anak kecil. Tapi sejak tahun kemarin yang saya bukan lagi walikelas, saya memang merasa banyak kehilangan.

Dan bukan juga saya terus silent mengenai itu. Soalnya setahu saya, saya toh berkali-kali mengeluh tentang itu di sini, hehe..

Trimakasih sudah mau membaca keluhan-keluhan yang terkadang, apalagi saat membacanya kembali beberapa saat kemudian, seakan lucu dan memalukan juga.

Eniwei, tahun ajaran baru. Hari pertama sekolah. Selalu ada semacam keindahan tersendiri mmengalaminya. Dan tentu saja bukan hanya bagi kami para guru, tapi bagi anak-anak, dan orangtua juga, ya, kan?

Asisten-nya Rambo sudah berkali-kali menyatakan bahwa dia mungkin tidak akan datang ke klinik pada hari pertama sekolah. Karena dia pun ingin berada di sana pada saat itu. Si Rambo-nya agak bingung karena setahu dia, setahu saya juga, toh dia gak pernah ngelarang-larangnya setiap kali ada pergi karena ada keperluan. Beberapa saat kemudian saya, atau kami, pun sadar bahwa dia bukan bermaksud untuk meinta izin, yang lebay itu, tapi lebih semacam kegairahan yang meledak. ANAK SAYA SUDAH MASUK SEKOLAH LOH!

Ini anak pertamanya. Dan saya yakin, kalau saya jadi dia, saya pun akan selebay itu, hihi..

Jadi, sekolah sudah ramai pada pagi hari dan saya sudah mengeluh-ngeluh.
Iyaa, saya tahu kalau pernyataan itu agak kontradiktif dengan paragraf-paragraf sebelumnya. Tapi ya kan memang begitulah hidup. Emang segalanya bisa dinalar?

Saya, dari dulu dan nampaknya gak akan bisa juga berubah, tetaplah saya yang jauh lebih merasa conect kalau berhubungan dengan anak kecil. Tapi dengan orangtua? Bah, nanti dulu. Bukan berarti saya membenci para walimurid saya sendiri, bukaaan. Saya hanya merasa selalu menjadi pribadi yang rikuh jika berhadapan dengan orang-orang dewasa.

Anda tahu seseorang yang selalu merasa serba salah jika berhadapan dengan anak kecil? Atau dia merasa bahwa dia gak bisa berhubungan dengan anak-anak sebagaimanapun dia ingin melakukannya? Atau itu adalah Anda sendiri? Well, saya hanya kebalikan dengan orang itu.

Terimakasih Tuhan saya menghabiskan sebagian besar waktu profesional saya dengan anak-anak kecil.

Eniwei, saya merasa rikuh karena hari pertama harus banyak berinteraksi dengan para ortu, tapi saya senang menyaksikan mereka semua hari ini. Dari jauh dan dalam diam saya tentunya. Dengan anak-anak mereka. Entah ortu anak baru maupun anak lama. Mengantar sampai ke kelas mereka. Berbicara dengan para walikelas mereka yang baru.

Anak-anak bermuka macam-macam pada hari ini. Ngantuk dan bete karena terkejut harus kembali bangun pagi atau masih lelah selepas menghabiskan liburan di luar kota atau luar negeri, senang, kalem aja, atau bahkan sewot gara-gara dapet walikelas dari guru yang mereka tidak sukai plus membayangkan musti melewatkan satu tahun ke depan terjebak dengan orang itu. Kebanyakan sumringah. Karena kembali ke sekolah lagi, atau karena mereka menggendong backpack yang baru dengan segala perlengkapan baru juga baju seragam yang baru. Bagi anak-anak, bahagia itu seringnya sederhana.

Beberapa anak, beberapa anak yang spesial, senang karena mereka akan mendapatkan buku-buku yang baru yang isinya adalah petualangan yang baru. Mereka bahkan tidak bisa menunggu untuk segera membicarakannya.

‘Wow, tahun depan pelajaran IPA-nya menarik, yah, Bu!’ seru seorang anak pada hari pertamanya di kelas lima. ‘Apa kita akan sering ada di laboratorium? Kita bakal ngebedah-bedah hewan, gak, Bu?’

Pelajaran IPA di kelas lima adalah mengenai sistem-sistem tubuh hewan dan manusia.

Di TV hampir selalu ada berita tentang para ortu yang datang sangat pagi dan berebut bangku depan untuk anak mereka. Alhamdulillah, di sekolah saya tidak sampai ada kejadian itu. Maksud saya, bahwa anak di belakang akan menjadi anak yang tidak diperhatikan? Dan itu menjadi kenyataan yang semua anak, ortu, dan guru menyadari dan menganggap jadi bagian yang wajar? Wuih..

What the fuck?

Tapi tentu saja bukannya kejadian ada ortu yang ujug-ujug dateng minta , dengan berbagai cara bahkan mengatakan bahwa anaknya punya masalah penglihatan agar diberikan duduk di bangku paling depan itu gak pernah terjadi, yah. Selalu ada setiap tahunnya, yang, kadang kami merasa sangat tidak mengerti mengenai itu. Tapi yah itu wajar pula. Mungkin mereka teringat masa-masa sekolah dulu duduk di belakang akan menjadi tidak terperhatikan.

Tapi tentu itu semua merupakan bagian dari hari pertama tahun ajaran baru dan tetap menyisakan sesuatu yang mengharukan bagi saya pribadi. Dari ortu yang paling nyante tiap hari nogkrong di sekolah atau bahkan bekerja di sekolah (salah satu Ibu kami ada yang memang melakukan sebagian besar pekerjaannya di halaman sekolah, loh! Memang pekerjaannya adalah jenis pekerjaan yang bisa dilakukan di manapun asalkan ada laptop bersamanya) sampai yang paling sulit dihubungi karena pekerjaannya mengharuskannya traveling ke sudut-sudut dunia atau hanya rusuh di sebuah gedung bernama rumah sakit atau ruang pengadilan tapi seakan nun jauh di sudut terpencil sana karena waktu dan alat komunikasi yang harus mereka matikan pada banyak waktunya (Ortu paling sulit dihubungi adalah mereka berprofesi di bidang hukum! Karena mereka harus mematikan alat komunikasi di ruang pengadilan), mereka hampir semua ada pada hari yang spesial ini, khusus untuk anak-anaknya.

Dari semua hari sekolah, hari pertama adalah hari yang paling indah.

Baidewei, ada anak-anak yang orangtuanya dapat dipastikan tidak akan hadir di sekolah pada hari ini. Mereka adalah anak-anaknya para guru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s