Hari Ngambek dan Nangis

Hari Kamis adalah hari ngambek dan nangis sekolah. Yah, paling tidak sampai saat hari ini, tiap hari Kamis itu selalu ada kejadian anak nangis yang, bisa dibilang gak biasa. Maksudnya, nangis yang besar dan lama bukannya nangis-nangis dikit. Dan ngambek besar juga. Agak bergeser dari tahun kemarin yang hari cedera dan berantemnya anak-anak adalah hari Jum’at.

Beneran deh tahun kemarin itu para walikelas kecil kalo ketemu hari Jum’at bawaannya was-was. Pasti ada aja kejadian. Dari mulai anak-anak ribut tonjok-tonjokan sampai berbagai kecelakaan yang bikin ngeri mulai sobek sampai patah lengan itu kejadian aja. Bikin deg-degan banget, gak, sih?

Jadi hari ini pagi-pagi saja sudah mulai ada kejadian saat salah satu siswa kelas 3 akhwat Dewi Sartika ngamuk guling-gulingan di halaman sekolah. Setelah AKHIRNYA reda (saya tulis kata akhirnya karena durasi nangis dan ngambek ini lamanya minta amjrot!) kami pun mengerti apa sebenarnya yang bikin dia nangis begitu. Gara-gara dikerjain sama temen-temen kelasnya.

Jadi tu anak ‘dibohongin’ sama beberapa anak perempuan di kelasnya kalau hari ini sekolah libur. Nah, gak usahlah sibuk bertanya-tanya sendiri kenapa ada aja anak yang bisa kena dikerjain kayak gitu padahal jelas-jelas saat dia datang, sekolah sudah ramai minta ampun. Pokoknya si Indah ini nampaknya jadi bingung sendiri. Maka dia pun turun kelapangan dan tanya-tanya kepada orang-orang lain. Nah, nampaknya di lapangan itu dia mendapatkan jawaban yang beragam. Ada yang bilang emang libur, ada yang kebingungan, ada juga yang jawab Cuma dengan tawa.

Anak-anak yang mengiyakan bahwa hari ini libur tentu saja temen-temen sekelasnya yang memang udah kompakan ngerjain dia. Lalu karena bete mendapatkan jawaban yang macem-macem (Yang jawab dengan ketawa tentu saja gak tau kalau dia lagi dikerjain dan dia beneran tanya dengan serius), maka ngambeklah tuh anak sampai hampir dua jam pelajaran kemudian, hihi..

Sementara si Indah masih ngambek, terdengar lagi ledakan tangisan di kelas satu ikhwan Muhammad Hatta. Gara-garanya pada saat pelajaran IPA, kelas ini yang saat itu sedang seru games (kebayang sendiri lah gimana riuhnya kelas kecil kalo lagi games) tau-tau dikejutkan pula dengan suara keras sesuatu jatuh. Beberapa anak di belakang kelas dorong-dorongan yang menyebabkan satu anak terjatuh menghantam meja kelas. Bibirnya sobek. Tadinya ini anak masih ketawa (Yah, namanya juga anak laki), tapi begitu dia lihat darah bercampur air liur yang banyak di lantai, maka menangislah dia. Temen-temennya yang ikutan dorong-dorongan ini pun ternyata ikut juga nangis keras-keras. Tangisan ini segera menyebar dan menjadi tangisan berjama’ah satu kelas! Dan jadilah kelas satu Muhammad Hatta ini beralih kegiatan dari yang tadinya games jadi menangis masal!

Dan inilah alasan kenapa guru-guru kelas kecil khusunya kelas satu rada ngeri kalau bikin games di kelas. Ruwet ngatur 28 anak yang masih pecicilan tapi tenaganya udah gak seperti anak TK lagi. Suka ada musibah jadinya!

Selepas istirahat, giliran dua kelas 4 yang rusuh. Ini diawali dari beberapa anak laki-laki maupun perempuan main di saluran air.

Iya, saluran air!

Hanya saja memang saluran air ini tidak selalu ada airnya. Dan hari ini, kebetulan sedang tidak ada kegiatan apapun di kolam renang, maka saluran air pun kering. Anak-anak emang udah banget penasaran sama lorong di saluran air ini. Entahlah tapi nampaknya menurut mereka, lorong di saluran air ini adalah salah satu tempat pperawan di sekolah yang belum pernah mereka jelajahin. Maka hari ini, mereka bersepakat untuk melakukan penjelajahan.

Tapi untung saja ada anak yang melaporkan kepada guru.

Lah, mana kita tahu ada apa di lorong itu, kan? Ini sekolah di tengah kebon, lowh! Kalo ada hewan berbahaya bagaimana?

Si pelapor ini adalah Iqbal, ketua kelas 4 Husni Thamrin. Awalnya dia hanya berusaha melarang teman-teman kelasnya untuk main di lorong saluran air, tapi gak didengerin. Lalu dia kasih tau Rifqi, ketua kelas 4 Sudirman, kelas 4 yang satunya lagi. Tapi si Rifqi ini bukannya ngebilangin temen-temennya, malahan ikutan main pula. Jadilah si Iqbal merasa gak punya pilihan lain selain melaporkan kepada guru yang mengakibatkan temen-temennya kena nasihat semua.

Tapi, anak kelas 4 kan sudah besar. Mereka sudah tahu, kalau dinasihatin guru, diam. Tapi begitu selesai dan mereka kembali ke dalam kelas, yaudahlah, ‘si tukang ngadu’ ini dikeroyok masal!

Eits, tapi jangan ngebayangin dikeroyok ini artinya ditonjok rame-rame, yah. Ini si Iqbal kena sewot bin marah-marah oleh dua kelas!

Bayangin gimana perasaan si Iqbal!

Dia nangis kejer minta ampun bikin kita semua heran. Lah, ini bagaimana ceritanya bisa ada anak kelas 4, yang notabene udah gede, laki-laki pula, nangis sedih gak ada habis-habisnya. Selesai nangis, si Iqbal pun langsung berteriak keras-keras di depan ruang kepala sekolah:

‘AKU GAK MAU JADI KETUA KELAS LAGI! AKU MAU MENGUNDURKAN DIRI AJA BU GURUUUU.’

Temen-temen sekelasnya pun bingung, hehe… Merasa bersalah. Yah, akhirnya sih semua anak kelas 4 minta maaf gitu sama si Iqbal.

Jam sebelas siang, semua guru di ruang guru puyeng minta ampun dengerin satu anak kelas dua yang nangis gak berkesudahan! Ini gara-gara dia ketinggalan jemputan.

Kelas satu, dua, dan tiga kan selama Ramadhan pulang jam setengah sebelas dan langsung diantar ke rumah masing-masing untuk yang ikut jemputan sekolah. Nah, ini si Tommy, begitu keluar kelas bukannya segera naik mobil jemputan malah seru aja main di lapangan bareng kakak-kakak kelasnya yang pada saat itu acaranya adalah waktu Dhuha dan main. Baru sadar kalau ternyata semua mobil sudah dalam perjalanan mengantar semua anak.

Biasanya, kalau ada anak yang tertinggal begini pada saat Ramadhan, ya dia jadi ikutan jemputannya TK yang baru pulang satu jam kemudian (karena TK gak puasa, jadi selama Ramadhan pulangnya tetap jam normal mereka). Tapi si Tommy ini gak mau terima. Jadilah selama satu jam penuh dia nangis di ruang guru. Dari yang tadinya dihibur sampai akhirnya didiamkan saja. Soalnya ini anak semakin dihibur, semakin keras pun tambah marah-marah pula. Jadi diliatin aja gitu, hehe..

Tepat pada saat Adzan Dhuhur, saatnya kelas 4-6 keluar kelas untuk melaksanakan shalat, giliran seluruh anak kelas lima yang nangis-nangis sedih gitu. Eh, tapi tenang, ternyata kakak-kakak kelas lima Ahmad Yani ini nangis bukan karena ada kejadian yang bikin khawatir. Ini karena mereka baru saja keluar dari kelas Hadist yang pada hari itu tema pelajarannya tentang berbakti kepada orangtua. Pak Ustadz Hadist baru saja menayangkan beberapa video yang berkaitan tentang itu. Dari mulai perjuangan seorang ibu saat hamil sampai melahirkan sampai perjuangan membesarkan anak. Nampaknya film-film pendek ini mengharukan sekali sampai-sampai semua anak di kelas lima pun pada nangis rame-rame, hehe…

*sigh

Hari Kamis, hari menangis. Mudah-mudahan gak akan berlangsung sepanjang tahun seperti Jum’at berantem dan kecelakaan tahun kemarin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s