Apa yang Diingat

Saya: Nak, kenapa sih kamu kalau marah itu musti ngamuk pengennya banting-banting barang?

Ini ceritanya saya sedang ngajak bicara salah seorang anak kelas tiga. Sang adik yang duduk di kelas tiga sekarang ini adalah si tukang ngamuk. Kalau marah serem. Banting-banting barang. Sang Kakak di kelas empat. Anak yang sangat patuh.

Pertanyaan saya itu di jawab oleh Sang Kakak.

‘Iya, Bu. Kayak ayah dia itu. Kalo marah serem. Mukulin orang.’

Eh?

Hah? Siapa yang dipukul ayahmu, Nak?

‘Yaa, semuanya. Tapi yang sering sih ibu saya. Dijedot-jedotin ke meja! Saya juga pernah dipukul. Tapi seringan adik, sih. Soalnya, kata ayah, adik itu bloon.’

…..

Ayahmu masih suka mukul?

Dia menggeleng.

‘Ayahku kan sudah meninggal, Bu. Alhamdulillah..’

……

Iya, ya.. Alhamdulillah..

….

Sedih gak sih kalau orang-orang terdekat kita, keluarga kita sendiri akan mengenang kita atas prilaku yang jahat? Dan bawa mereka mengucap syukur atas kepergian kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s