Tom dan Huck I: Tom

imagesKebanyakan dari petualangan yang terekam dalam buku ini sungguh-sungguh terjadi; satu atau dua adalah pengalamanku sendiri, yang selebihnya adalah pengalaman anak-anak lelaki teman sekolahku. Huck Finn diabil dari kehidupan; Tom Sawyer juga, tapi dia bukan seorang individu—dia adalah kombinasi karakter dari tiga anak lelaki yang kukenal, dan karenanya menjadi bagian dari urutan arsitektur yang terpadu.

Meskipun bukuku dimaksudkan terutama untuk menghibur anak-anak lelaki dan perempuan, kuharap ini tidak ditolak oleh orang-orang dewasa, karena sebagian dari rencanaku adalah berusaha dengan senang hati mengingatkan orang-orang dewasa tentang apa yang pernah terjadi pada diri mereka sendiri dahulu, dan tentang bagaimanamereka merasa dan berpikir dan bicara, dan masalah apa yang kadang mereka hadapi.

(Mark Twain, Hartford 1876)

Siapa sih yang gak tau Tom Sawyer? Mark Twain? SIAPA SIH YANG BELUM BACA THE ADVENTURE OF TOM SAWYER? HAYO NGACUNG!

*pentung!!

Tom Sawyer adalah salah satu tokoh cerita yang dikenal oleh banyak orang, sepanjang masa. Bahkan bagi orang-orang yang belum pernah membaca buku-nya Mark Twain sekalipun. Saya cukup yakin banyak yang tahu, walaupun hanya sekedar nama atau bagaimana karakternya. Karena sampai pada tahun 2013 ini, tercatat—yang tercatat, ya– lebih dari 20 film layar lebar maupun TV seri yang terdapat karakter Tom, baik dia sebagai tokoh utama maupun sebagai salah satu tokoh dalam kisah, dari seluruh dunia.

Tom Sawyer nungul dari mulai secara normal, anak lelaki pada umumnya, sampai jadi tokoh-tokoh kartun hewan. Bahkan dalam film The League of Extraordinary Gentlemen, Tom Sawyer dewasa muncul sebagai salah satu agen rahasia Amerika Serikat.

Tom Sawyer-nya Hollywood 1973. Dari kiri: Jeff East sebagai Huck Finn, Johnny Withaker sebagai Tom Sawyer, dan Jodie Foster sebagai Becky Teacher.

Tom Sawyer-nya Hollywood 1973. Dari kiri: Jeff East sebagai Huck Finn, Johnny Withaker sebagai Tom Sawyer, dan Jodie Foster sebagai Becky Teacher.

Dalam kisah-kisah yang ditulis oleh Mark Twain, Tom Sawyer muncul pada empat kisah; The Adventure of Tom Sawyer, Adventures of Huckleberry Finn, Tom Sawyer Abroad, dan Tom Sawyer, Detective. Konon ada dua sequel lagi yaitu Huck and Tom Among the Indians dan Tom Sawyer’s Conspiracy, tapi yah, gak jelas gitu. Konon dua yang terakhir memang hanya berupa naskah yang tidak lengkap.

Well, gak heran sih kalo ketemu naskah gak lengkap dari peninggalannya Mark Twain sebab beliau menulis sangat cermat dan hati-hati. Kisah Huck Finn saja konon ditulis selama 7 tahun dan sempat mengalami lebih dari 1700 revisi!

Beuh!

Gak heran kalau jadi karya sastra mendunia dan sepanjang masa, kan?

Saya mengenal tokoh Tom Sawyer pertama kali justru dari kisah Adventures of Huckleberry Finn. Bukunya, loh, ya.. Bukan filmnya yang tahun 1993 si Elijah Wood jadi Huck Finn itu.

Film yang itu mah ngeselin. Kisahnya dipotongnyaris setengah yang justru bagian gila-gilaan si Huck sama Tom. Payaaaah!!

Eh, malah di film itu si Tom Sawyer sama sekali gak ada, deng.. Cuma Huck berpetualang sama Jim aja berduaaa…

Tom Sawyer adalah seorang anak lelaki yang, telah disebutkan sebelumnya, badung dan suka bertualang. Dia sangat  cerdik yang nampaknya dipengaruhi oleh pengetahuannya yang luas untuk anak seusianya. Bukan hanya pengalamannya saja, tapi juga hampir seluruh pikiran dan hidupnya dipengaruhi oleh karya-karya sastra dunia. Nampaknya ini si Tom berasal dari keluarga yang berpendidikan tapi miskin. Orangtua Tom tidak begitu jelas dan tidak banyak dikisahkan. Pastinya, kedua orangtua Tom sudah meninggal dunia. Tom beserta adik laki-lakinya, Sid, kemudian tinggal bersama Bibi Polly yang punya usaha membuat selai.

Bibi Polly adalah seorang perempuan lajang yang  miskin yang memiliki hati seluas samudera kalau kata saya, hehe.. Sabarnya gak ketulungan! Walaupun nyaris gak punya apa-apa, konon makan aja cuma sup encer tiap hari yang saking encernya sampai gak Tom dan Sid gak pernah merasa kenyang, tapi dia toh dengan tangan terbuka menerima dan sungguh-sungguh bekerja keras demi kehidupan keponakan-keponakannya.

Sisi ‘gila’ dari Bibi Poly adalah dia suka sekali bereksperimen obat-obatan baik itu obat penemuan baru yang dia baca dari jurnal kesehatan yang terbaru (Biar miskin tapi langganan jurnal, jek!), maupun ramuan-ramuan tradisional yang dia pelajari dari masyarakat indian dan negro pada saat itu. Nampaknya impian si bibi ini adalah menemukaan sejenis obat baru yang merupakan penggabungan antara obat-obatan modern dan ramuan tradisional. Makanya ini Bibi Polly girang setengah mati kalau salah satu atau kedua keponakannya sakit. Jadi bahan percobaan!

Beberapa saat yang lalu saya menyaksikan film Tom Sawyer yang kesekian, yang kali ini adalah film Jerman. Agak lucu juga jadinya si Tom dan lain-lain bicara dengan Bahasa Jerman tapi tokoh-tokoh dan nama-nama tempatnya ya nama-nama Amerika gitu.

Tom, Muff, Huck Finn, Sid, dan Becky Teacher

Tom, Muff, Huck Finn, Sid, dan Becky Teacher

Kisah The Adventures of Tom Sawyer dimulai dengan keseharian Tom yang biasa. Bolos dari sekolah, main dengan Huck Finn si anak gelandangan yang tinggal di pinggir sungai, nyelundup ke sana ke mari ngerjain orang, pulang ke rumah dimarahin Bibi Polly yang terus saja ngancam Tom nanti digebukin dan dicambukin yang tidak pernah dilakukannya (Anak nakal ditampar, digebukin, dan dicambukin itu biasa pada saat itu, baidewei), makan malam yang gak bikin kenyang itu, berkelahi dengan Sid adiknya, disuruh tidur, lalu Tom kabur dari rumah untuk bermain kembali dengan Huck Finn saat dia yakin bibinya sudah terlelap.

Di sekolah, Tom sedang ruwet dengan masalah cewek. Ada anak baru di sekolah yang bernama Becky Teacher. Tom naksir kepadanya. Mereka berdua sudah berjanji akan hidup bersama selamanya dan ‘bertunangan’, tapi itu sebelum si Becky mengetahui bahwa Tom ternyata sudah ada janji bertunangan dengan cewek lain temaan sekelas mereka juga.

Beuh, dasar playboy cap permen karet!

Pada suatu malam yang naas, Tom dan Huck tanpa sengaja menjadi saksi mata dari suatu pembunuhan. Dokter Robinson yang dikenal pelit dibunuh oleh Injun Joe, blansteran Indian yang menyimpan rasa sakit hati yang dalam kepadanya.

Injun Joe, saat masih kecil, mengetuk pintu Dokter Robinson karena kelaparan. Dia meminta sedikit makanan kepada dokter muda yang kaya ini. Namun bukannya diberi, atau paling tidak ditolak secara halus, si dokter muda malah memaki-maki dan mengirim Injun Joe kepada polisi atas tuduhan pencurian. Maka Injun Joe pun masuk penjara. Dia bertekad bahwa suatu saat nanti dia akan bunuh dokter pelit itu.

Sebenernya, masalah Injun Joe ini selesai sampai di sini seandainya dia tidak menimpakan semua kesalahan kepada Muff Potter, gelandangan lain kawan Tom dan Huck.

Takut dengan sosok Injun Joe, Tom dan Huck sepakat untuk tidak pernah bicara mengenai kejadian pada malam itu. Tapi Huck sih enak, tidak punya keluarga yang musti dikhawatirkan. Bagi Tom, kejadian ini menyiksanya. Dia mulai sakit, beneran sakit, demam yang terus tinggi dan mengigau terus-terusan.

Sang Bibi yang awalnya hepi-hepi aja mulai merasa sangat khawatir. Ditambah lagi Tom semakin merasa bersalah setiap kali dia ingat dengan Muff yang saat ini sedang terancam hukuman gantung.

Atas: Injun Joe dan Bibi Polly. Bawah: Tom dan Bibi Polly

Atas: Injun Joe dan Bibi Polly. Bawah: Tom dan Bibi Polly

Keadaan tambah kacau balau saat Injun Joe mulai dekat dengan Bibi Polly dan bahkan ikut makan malam bersama mereka. Tom sangat takut kalau suatu kali, dia akan kelepasan bicara mengenai apa yang sesungguhnya terjadi pada malam itu, nanti bibinya, dan adiknya kenapa-napa. Maka demi Bibi Poly-lah kemudian Tom memutuskan untuk kabur dari rumah selama-lamanya, bersama Huck Finn, menyusuri sungai Mississipi.

Menurut saya adaptasi yang film Jerman ini jauh lebih berhasil daripada yang versi Hollywood tahun 1970-an yang salah satu pemainnya si Jodie Foster cilik itu. Hampir semua kisah diterjemahkan dengan pas, sesuai dengan karakter di bukunya. Dari mulai Tom yang tampangnya polos itu tapi bandel sekaligus cerdas, Sid yang selalu berusaha menjadi anak yang lebih baik tapi jatuhnya malah nyebelin si tukang ngadu, Huck yang selalu punya pendapat sendiri yang beda dengan orang kebanyakan, Becky yang ingin tampil sempurna, dan sebagainya. Ada beberapa hal yang berbeda tentu saja seperti kisah Bibi Polly dengan Injun Joe yang seingat saya di bukunya malah gak saling kenal, deh, ya..

Eniwey, satu hal yang saya suka dengan karya-karyanya Mark Twain itu kaya dengan deksripsi kebiasaan, keseharian, dan permainan pada masa itu. Ada beberapa hal yang cukup mengherankan pada saat ini seperti bahwa pada masa itu, anak-anak ngunyah permen karet itu bisa berhari-hari. Kalau sudah selesai disimpan di dalam semacam kotak kaleng kecil, kemudian dikunyah lagi hari lainnya. Bahkan bisa saja dikunyah sama-sama secara bergantian. Yuck…

The Adventures of Tom Sawyer

Author(s) Mark Twain aka Samuel Clemens
Cover artist created by Mark Twain
Country United States
Language English
Genre(s) Bildungsroman, Picaresque, Satire, Folk, Children’s Novel
Publisher American Publishing Company
Publication date 1876[1]
Media type Print (Hardback & Paperback)
Pages 275pp (1st ed.)[1]
ISBN NA
OCLC Number 47052486
Dewey Decimal Fic. 22
LC Classification PZ7.T88 Ad 2001
Preceded by The Gilded Age: A Tale of Today
Followed by A Tramp Abroad

One thought on “Tom dan Huck I: Tom

  1. I had to share this specific post, “Tom dan Huck I:
    Tom | Teacher’s Notebook” along with my own close friends on fb. I actuallymerely wished to distributed your outstanding publishing! Thanks a lot, Larue

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s