Freezing Fang

856271Semakin dalam luka itu, semakin lama sembuhnya. Rasa takut terhadap penyembuhan hanya semakin memperdalam luka itu

Apa sih yang bikin sebuah pembunuhan dikatakan pembunuhan yang sempurna? Dalam salah satu dokumenter BBC dinyatakan bahwa pembunuhan dikatakan pembunuhan yang sempurna jika tidak terdeteksi bahwa itu pembunuhan.

Membunuh itu gampang, kata salah satu tokoh di bukunya Agatha Christie. Selama tidak ada yang sadar bahwa itu pembunuhan.

Pembunuhan di novel ini sih tidak sempurna. Tapi bisa jadi. Seandainya tidak ada masalah sejak awalnya.

Bagaimana jika seorang detektif perempuan pembenci laki-laki, dipartnerkan dengan detektif laki-laki yang yang membenci perempuan? Ngng..menarik, tapi, bagi saya, pembaca, jadi beresiko. Khawatir kalo-kalo ini kisah berubah jadi kisah cinta. Dan saya sungguh tidak akan menyukainya.

Dan untungnya, itu tidak terjadi… hehe, spoiler!

Okeh, kisah ini di buka pada sebuah restoran keluarga. Malam itu, seorang pelanggan datang. Beberapa saat kemudian, tubuhnya terbakar hebat. Semburan besar api naik sampai ke langit-langit yang bersumber dari badannya. Semua orang panik. Restoran itu terbakar habis. Satu orang, orang yang ‘meledak’ itu, tewas di tempat. Satu orang lagi terluka. Malam itu juga, polisi sudah menyimpulkan bahwa kebakaran itu bukan kecelakaan, melainkan pembunuhan.

Hasil otopsi menyatakan bahwa selain laki-laki tersebut mati karena dibakar, terdapat pula luka-luka gigitan, semacam, serigala pada kakinya. Beberapa saat kemudian terjadi serentetan kematian yang diakibatkan gigitan hewan buas yang sama yang kali ini tidak lagi menyerang kaki, melainkan langsung menghujamkan taringnya ke leher dan tengkorak korban-korbannya.

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mengerahkan segenap personil untuk memecahkan kasus ini. Dua dari segambreng personil yang ditugaskan adalah Takako Otomichi dari Satuan Unit Investigasi Bergerak Cepat yag dipartnerkan dengan Tamotsu Takizawa, seorang sersan detektif yang sudah cukup berpengalaman.

Howling-Still-4_465Takako adalah salah satu dari sedikit detektif perempuan. Rekan-rekan kerjanya menganggap dia adalah pembenci laki-laki. Bayangkan saja, usianya sudah kepala tiga tapi masih single. Biasanya, polisi perempuan itu tugasnya menjaga parade atau yang seperti itu yang membuat mereka selalu ada di depan layar media dengan kecantikan dan senyum ramahnya kepada masyarakat (Jadi inget polwan-polwan yang suka ada di berita TV). Tapi itu bukan tugasnya Takako. Dia yang dikenal dingin ini bagian dari ‘Kadal’,  salah satu yang terbaik dan sekaligus satu-satunya perempuan di kesatuannya.Kadal adalah sebutan dari satuan unit investigasi bergerak cepat yang tugasnya melacak, membuntuti, dan mengejar target secara diam-diam dengan sepeda motor. Jadi, boro-boro senyum ramah. Justru muka masam, congkak, dengan tampang ditekuk dan diamnya yang tidak tertahankan.

20120216000667_0Well, itu semua pendapat Tamotsu Takizawa, partnernya, yang tidak sungkan menunjukkan ketidaksukaannya berpartner dengan seorang perempuan. Bagi Takizawa, perempuan itu hanyalah makhluk yang plin plan, emosional, pembohong, dan tukang menikam dari belakang. Bekerja dengan perempuan itu hal yang paling mengerikan karena mereka begitu sensitif sehingga seorang laki-laki bisa saja salah bicara lalu perempuan itu akan menangis. Belum lagi tukang mengeluhnya, sering ke kamar mandi, lama pula! Sama sekali tidak bebas! Kita jadi tidak bisa bersenda gurau karena takut menyinggung perasaan, gak bisa berbagi lelucon porno, dan gak asik kalo musti diajak kerja lembur karena kalau kemalaman pulang, kita jadi khawatir segala dengan partner kita itu takut terjadi apa-apa saat perjalanan pulang. Lagian, ini kan polisi, harusnya saling mengandalkan. Lah, gimana kalo partner kita perempuan jadinya kita aja yang diandalkan terus-terusan, pun harus melindungi dia juga. Pokoknya, berpartner dengan polisi perempuan itu menyebalkan!

Takako tidak kalah sewotnya harus berpartner dengan laki-laki. Well, semua laki-laki di kepolisian itu menyebalkan, menurutnya. Selalu sok berkuasa dan merendahkan prempuan. Tapi partnernya ini superrrr menyebalkan. Tapi bagaimanapun, tugas tetap harus dijalankan sebaik-baiknya. Baik Takako maupun Takizawa saat pertama kali bertugas bersama tidak tahu bahwa mereka menyimpan rasa sakit masa lalu yang sama dengan orang-orang yang berbeda.

Jika terbiasa dengan drama kriminal tv macam CSI, Anda mungkin akan menemukan bahwa kisah ini melelahkan untuk diikuti. Penggambaran jalannya penyelidikan diungkap secara mendetil yang begitu panjang yang gak selalu jelas juga arahnya. Tidak selalu setiap kali kita ada menemukan petunjuk yang berguna, dan tidak juga gampang untuk mewawancarai orang agar mau berbicara..

Saya gak tahu sih apa artinya Kogoeru Kiba judul asli novel ini (Freezing Fang?), tapi saya kira judul terjemahannya yaitu The Hunter sangat pas. Ini bukan kisah tentang pembunuhnya yang justru terungkap dengan tanpa dramastis di tengah-tengah novel itu (Saking kalemnya sampai saya kaget lah ini udah dikasih tau, yaaa?), tapi lebih kisah tentang para pemburunya yaitu polisi. Bukan betapa hebatnya sang detektif, karena walaupun jelas baik Otomichi maupun Takizawa adalah detektif yang tangguh pada unitnya masing-masing, tapi juga betapa manusiawinya. Mereka berdua digrecoki oleh masalah pribadinya sendiri-sendiri, pun mereka juga bisa kelelahan dan putus asa terkadang.

images

Lucu bahwa kisah yang diawali dengan tokoh-tokoh yang digambarkan dingin justru diakhiri dengan saya, si pembaca, yang berlinangan air mata. Habisnya, saya sudah jatuh cinta sama Si Anjing-Serigala itu sekaligus sudah sangat menikmati kebersamaan antara Otomichi dan Takizawa.

Buku ini sudah beberapa kali diadaptasi film. Dua kali di negeri asalnya sendiri sebagai film TV dan pada tahun 2012, diadaptasi menjadi film layar lebar The Howling produksi Korea Selatan.

NB: Gambar-gambar dari film The Howling (2012).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s