The Day India Burned

TIME_Magazine_October_27_1947_coverKisah perpisahan India dan Pakistan adalah sebuah kisah yang mencengkram hati nurani. Akhir tragis dari sejarah panjang kolonialisme Inggris atas India, negara jajahan paling penting bagi ‘kekaisaran’ Inggris yang kemudian runtuh sedikit demi sedikit.

Beberapa hari yang lalu, saya menonton film dokumenter yang berjudul The Day India Burned: Partition yang sukses membuat saya terkesima dan meleleh air mata.

Selama ini, kisah mengenai perpisahan India-Pakistan yang tragis itu saya ketahui hanya dari sedikit kisah-kisah di sini dan di sana. Tidak pernah secara utuh. Film dokumenter ini adalah kisah terutuh pertama kali yang saya simak. Tapi, yah, dokumenter ini diproduksi oleh BBC, pihak yang sangat berkepentingan pada kisah tersebut, maka mungkin kita hanya bertanya-tanya sejauh mana atau seberapa banyak yang tidak diungkapkan.

Saya tidak mempercayai beberapa prinsip Ghandi. Saya berpendapat bahwa gagasannya memisahkan orang dari dunia dan memisahkan badan dengan jiwa. Falsafah ini tidak menolong rakyat untuk bejuang melawan penindasan. Perjuangan itu haruslah berkaitan dengan kehidupan bukan terlepas daripadanya. Seorang pejuang haruslah hidup dalam tubuh dan pikirannya sebab dia hanyalah manusia dan tidak lebih. Saya menghargai kekuatan Ghandi dan anggota-anggota asramanya dalam bergulat melawan hasrat-hasrat jasmani tapi saya lebih suka bila mereka mengarahkan pergulatan mereka kepada dunia luar dimana berjuta-juta orang dihisap dan mati kelaparan.

Nawal el Saadawi, Perjalananku mengelilingi Dunia

Pada masa kolonialisme Inggris, masyarakat India yang banyak agamanya tersebut, hidup dalam damai dan saling menghargai satu sama lain.

Penduduk India sebagaian besar Hindu, namun pada dua wilayah yaitu bagian utara-barat dan utara-timur, muslim menjadi mayoritas. Salah satu bagian dari wilayah mayoritas muslim tersebut, yaitu Punjab yang beribukota di Lahore, juga merupakan tempat bermukim kaum Sikh yang secara history, bermusuhan dengan orang-orang Islam di sana.

Jatuhnya kekuasaan Inggris terhadap negara-negara jajahannya diawali dengan Perang Dunia II yang tentu menghabiskan banyak dana dan meninggalkan banyak negara jatuh dalam masa resesi. Inggris tahu, bahwa genggamannya kepada negara-negara jajahan tidak akan bertahan lama. India, sudah dipastikan akan segera dimerdekakan.

Umat Hindu, Muslim, dan Sikh di India hidup damai di bawah kekuasaan Inggris, di bawah kekuasaan bangsa lain. Tapi ketika Inggris akan angkat kaki dari India, munculah kekhawatiran dari orang-orang Islam. Mereka tidak suka jika nantinya harus hidup di bawah pemerintahan Hindu.

Kita tahu bahwa umat Hindu India memisah-misahkan manusia berdasarkan kasta (sistem yang tidak berlaku (secara ketat) di umat Hindu negara ini). Di bawah kasta yang terendah, ada yang disebut kaum Untouchable, yang saking rendahnya sampai tidak masuk sama sekali ke salah satu sistem kasta. Bagi umat Hindu, orang Islam di India tidak masuk ke dalam golongan kaum Untouchable ini, tapi di bawahnya!

Bahkan saat Inggris berkuasa atas India pun kaum Muslim dianggap menjijikan oleh orang-orang Hindu, lalu bagaimana nanti keadaannya saat Hindu berkuasa di India?

Muhammad Ali Jinnah

Muhammad Ali Jinnah

Berbagai macam ketidakadilan yang diterima umat Islam di India menyebabkan umat Islam mendambakaan tanah air mereka sendiri. Kemudian munculah organisasi yang menginginkan agar umat Islam diberi wilayah yang terpisah dari yang nantinya akan menjadi negara India yang merdeka. Muhammad Ali Jinnah menjadi pemimpin mereka di bawah organisasi yang bernama All-India Muslim League

Muhammad Ali Jinnah nantinya akan menjadi Gubernur Jenderal Pakistan yang pertama.

Pada tanggal 16 Agustus 1946, terjadi demonstrasi besar umat Islam di India yang berakhir dengan pembantaian. Diperkirakan lebih dari 4000 orang, Muslim, Hindu, dan Sikh di Calcutta, yang menjadi korban dari kerusuhan yang berlangsung selama tiga hari ini. Peristiwa ini mengejutkan Inggris.

Jawaharlal Nehru, pemimpin Indian National Congress, yang nantinya akan menjadi perdana menteri pertama India, pada akhirnya punya pikiran yang sama dengan Ali Jinnah. Rasa tidak suka antara masing-masing sudah terlalu kuat. lebih baik berpisah saja. Sementara Mahatma Ghandi tetap bertahan menginginkan negara India utuh yang merdeka.

Bagi orang India, khususnya umat muslimnya, Mahatma Ghandi itu sosok yang absurd. Di satu sisi selalu mengatakan bahwa kita harus mengekang hasrat, tapi di sisi lain, beliau kok, ya, kemana-mana telanjang (hanya memakai selembar atau dua lembar kain) dan dipelukannya di sebelah kanan dan kiri adalah perempuan-perempuan muda yang cantik. Sudah terlalu tua karena itu butuh dipapah? Okey. Tapi apa musti dipapahnya sama cewek-cewek cakep? Umat Islam di India gak bisa menerima orang seperti ini dianggap orang suci, dan karena itu, apapun yang dibicarakan olehnya tidak dapat dipercaya.

Mahatma Ghandi

Mahatma Ghandi

Kenyataannya, nyaris tidak ada yang mendengarkan Mahatma Ghandi. Bahkan umat Hindu. Kaum intelektual India menganggap Ghandi adalah orang idealis yang gagal paham akan permasalahan yang ada.

Pada bulan Februari 1947, Inggris mengumumkan bahwa India akan diberi kemerdekaan pada bulan Juni 1948, tapi masih belum ada penyelesaian mengenai bagaimana Inggris akan memberikan kekuasaan.

Lord Louis Mountbatten

Lord Louis Mountbatten

Kerajaan Inggris memanggil Lord Louis Mountbatten dari Burma sebagai gubernur jenderal di India yang tugasnya hanya satu, yaitu memastikan penarikan mundur kekuasaan Inggris atas India berlangsung dengan tanpa mencoreng muka Inggris. Dan kesalahan terbesar yang dilakukan oleh beliau adalah bahwa proses ini dilakukan terlalu cepat.

Di provinsi Punjab, terjadi kekerasan antara umat Islam dan umat Sikh. Bagi umat Sikh, Punjab adalah daerah yang penting karena terdapat tempat paling bersejarahnya. Namun jika dilihat dari penduduk yang mayoritas muslim, sudah hampir bisa dipastikan bahwa provinsi ini nantikan akan menjadi bagian dari India yang Islam. Penduduk Sikh tidak mau tinggal di daerah yang diperintah oleh orang Islam. Maka munculah laskar-laskar yang dilatih di setiap desa untuk saling mempertahankan dirinya sendiri.

Pada saat itu, bahkan masyarakat yang tadinya saling menghormati satu sama lain, dipaksa untuk saling membenci. Dengan alasan bahwa, agama mereka (masing-masing) sedang terancam.

Jawaharlal Nehru

Jawaharlal Nehru

Pada tanggal 3 Juni 1947, Lord Mountbatten, Nehru, dan M. Ali Jinnah mengumumkan bahwa India akan dipecah menjadi dua. Umat muslim akan punya negara sendiri.

Ini mimpi yang menjadi kenyataan bagi umat muslim, sekaligus rasa lega bagi umat Hindu. Dengan berbagai macam kekerasan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, umat Hindu  sudah tidak mau lagi hidup berdampingan dengan umat Muslim.

Di kota Lahore, ketegangan justru semakin kuat. Memang mayoritas penduduk Lahore itu muslim, tapi semua kepentingan ekonomi milik penduduk Hindu. Karena keputusan mengenai kota ini belum juga diumumkan, maka baik masyarakat Muslim maupun Hindu akhirnya berupaya menyingkirkan saingannya. Kekerasan dan pembunuhan merajalela demi menyakiti komunitas lain, balas dendam, dan menjadikan komunitasnya sebagai mayoritas di kota. Mayat bergelimpangan di mana-mana. Pasukan Inggris tidak sanggup menahan pembantaian.

Penduduk India tidak pernah memaafkan Lord Mountbatten yang menunda-nunda keputusan atas Lahore sampai Pakistan dan India merdeka, sampai sebegitu banyak orang yang meninggal dunia dahulu. Yep, Lord Mountbatten gak mau nanti disalah-salahin soalnya kalau pas diumumin, eh terjadi kekerasan.

Pada tanggal 14 Agustus 1947, The Islamic Republic of Pakistan berdiri, esok harinya The Republic of India disahkan. Maka dimulailah masa migrasi besar-besaran.

Orang Inggris berkuasa di bawah kedok kesatuan agama. Mereka membagi negeri saya dan bangsa saya menjadi dua, satu bagian India,yang lain Pakistan. Terjadilah migrasi dan pembantaian terbesar dalam sejarah. Kaum muslim di India itu dipaksa bermigrasi ke Pakistan, dan kaum non-Muslim India harus pindah dari Pakistan. Di perjalanan, ribuan orang dari dua kelompok itu dibantai, masing-masing kelompok membela dewanya sendiri. Seandainya tidak ada dewa-dewa, kolonialisme Inggris akan menciptakan mereka untuk merobek-robek bangsa India.

(Amrita Bartian via Nawal el Saadawi dalam Perjalananku Mengelilingi Dunia)

Esok harinya, keputusan atas Lahore, yang sesungguhnya sudah diketuk palu sebelumnya itu, baru diumumkan. Lahore akan menjadi bagian dari Pakistan.

Oxcart-train1947

Penduduk Hindu, dengan nyaris tanpa membawa apa-apa, segera meninggalkan kota-kota yang sekarang menjadi bagian Pakistan. Dan begitu juga sebaliknya. Penduduk muslim yang bertempat tinggal di wilayah-wilayah India, meninggalkan seluruh harta bendanya dan segera pergi ke wilayah Pakistan. Hampir semuanya jalan kaki, dengan rombongan sampai berkilometer panjangnya dengan jumlah kurang lebih 15 juta manusia, 1 juta manusia tewas sepanjang perjalanan karena kelelahan, kelaparan, atau terserang penyakit. Sebagian lagi mati akibat pembantaian dan pemerkosaan yang terus merajalela.

PARTITION_MIGRATION

Pemerintah India mengklaim bahwa 33.000 perempuan diculik dan diperkosa sepanjang periode kekerasan ini, sementara pemerintah Pakistan mengklain bahwa 50.000 perempuan muslim mengalami naasib yang sama. Pada tahun 1954, 20,728 perempuan muslim yang hilang ini dikembalikan ke Pakistan sementara 9,032 perempuan Hindu dan sikh dikembalikan ke India. Tapi ironisnya, kebanyakan perempuan ini tidak pernah kembali karena alasan malu, maupun ditolak oleh keluarganya sendiri.

Masyarakat India saat itu marah kepada pemerintah mereka sendiri. Nehru yang mengadakan perjalanan mengunjungi kamp-kamp pengungsi terkesima saat menyadari bahwa di sana, dia justru diserbu orang-orang yang ingin sekali menghajarnya. Masyarakat India saat itu mulai berpikir bahwa ini semua salahnya mereka, orang-orang yang memegang pemerintahan. Karena mereka semua yang membiarkan ini semua terjadi.

Kisah sangat menyeramkan dari negeri India. Saya gak pernah mengerti, bagaimana manusia bisa sanggup melakukan kekerasan kepada manusia lain.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Partition_of_India

http://asianhistory.about.com/od/india/f/partitionofindiafaq.htm

http://www.bbc.co.uk/history/british/modern/partition1947_01.shtml

Film dokumenter The Day India Burned: Partition

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s