Sertifikasi Guru IV: Harus dibawa Saat PLPG

DSC02379Pendidikan adalah bukan berapa banyak Anda telah berkomitmen dengan memori, atau bahkan seberapa banyak Anda tahu. Ini bisa membedakan antara apa yang Anda tahu dan apa yang tidak Anda tahu.

Anatole France

Saya dan Kirsan sama-sama mendapatkan jadwal PLPG gelombang pertama. Itu paaas banget abis lebaran awal masuk sekolah kembali. Sempet-sempet tanya kita bisa gak, ya, mundurin jadwal? Tapi pas tanya-tanya itu, kita malah dikasih tahu kalau dari universitas kita ini, jadwal PLPG ditentukan berdasarkan nilai. Nilai tertinggi akan mendapatkan gelombang pertama. Jadi nanti jika nilainya tidak mencukupi, kelompok yang saat UKG nilainya paling besar akan mendapatkan kesempatan kedua untuk ujian susulan.

Oooow…

Gak jadi mundur, deh! Hehe…

Okey, jadi, 10 hari karantina di hotel. Bawa apaan aja, ya?

Tentu saja yang namanya karantina ini bukan seperti karantina di Penghuni Terakhir. Kita masih bisa kok keluar-keluar hotel kalo ada waktu, asal izin panitia. Kita juga bisa telpon-telponan, internetan, dan lain-lain. Boleh juga dikunjungi asal nggak ngeganggu jadwal, ye…

Tapi kan hotelnya di puncak! Jauh dari mana-mana! Ya, kalo udah di sono males banget balik lagi, kaaaan?

Okeh, okeeeeeh, ini agak serius sedikit.

Gak semua pas PLPG seperti yang saya alami. Kata rekan yang tahun kemarin (2013) sama-sama PLPG tapi dari wilayah yang berbeda (dia dari DKI Jakarta), kalau dia mah gak dikarantina gitu. Malah dari 10 hari, tempatnya berubah-ubah. Hanya diberi keterangan hari ini di sana hari ini di situ. Pokoknya musti sudah tiba di tempat jam sekian. Mengenai pemondokan dan lain-lain, yaaa, terserah Anda, deh!

Kebanyakan dari rekan-rekannya yang tempat tinggalnya jauh ya cari kontrakan atau kost-kostan yang bisa disewa beberapa hari. Biasanya rame-rame, gitu. Dengan keadaan seada-adanya. Tidur di lantai dan sebagainya. Kalau yang tempat tinggalnya masih bisa dijangkau tanpa telat ikut acara ya monggo pulang pergi aja. Nanti selepas acara, mereka akan dibagikan uang penginapan dan uang makan.

Itu kisah teman saya yang di Jakarta.

Kalau kami yang di kabupaten ini, diurusin, tapi gak dibagi-bagi duitnya. Nah, mendingan yang mana? Kalau saya sih milih yang modelnya kayak kami aja. Asik, tinggal bawa diri aja. Semuanya sudah disiapkan panitia. Dari pemondokan sampai makan tiga kali sehari plus kopi dua kali sehari. Jadi bisa fokus juga belajar, ya, gak? Dan selama 10 hari itu, kita pun bisa hidup dengan layak. Gak usah kebingungan mau tinggal di mana (kalau ternyata jauh tempatnya) dan apalagi musti hidup dengan keadaan yang gak nyaman.

Berikut adalah beberapa hal yang musti kudu kita bawa sebagai bekal saat menjalani PLPG

1. Uang.

Yaiyalaaah, kita selalu butuh uang. Bawa secukupnya karena bahkan walaupun kita akan dikarantina di hotel dan seluruh kebutuhan dasar kita terpenuhi, kita tetap butuh untuk, yang paling penting, fotokopi-fotokopi.

Itu fotokopian banyaaak banget, dah! Dan memang penting karena nanti di hari ke-10, kita akan menghadapi ujian tertulis yang bahannya dari kuliah singkat kita selama beberapa hari itu. Juga, buat nge-print! Biasanya sih akan ada aja orang-orang yang kerajinan bawa printer. Dan bersyukurlah karena itu. Sebab sebagaimana pelatihan dan perkuliahan, akan banyaaak tugas. Kita musti nge-print, dong. Jadi…yah, sumbang-sumbang patungan buat beli tinta dan kertas, laaah..

Buat yang PLPG-nya seperti saya, dikarantina di hotel, uang juga kita butuhkan untuk membayar ini itu yang bukan kebutuhan dasar yang sudah ditanggung negara.

Misalnya, biaya loundry.

Gak, gak wajib. Elo bisa aja nyuci baju sendiri dan jemur pakaian sendiri, ya tapi kapan waktunya? Kalo soal malu sih enggak juga kali, ya, soalnya kan hampir satu hotel emang disewa untuk acara ini. Tapi masalahnya, dimana ngejemur pakaiannya? Lagian ribet amat! Jadi jauh lebih praktis kita serahkan kepada pihak hotel yang dijamin, pagi kita tinggal itu cucian, siang udah bersih disetrika wangi siap pakai. Tapi tentu saja ini ada tagihannya yang musti kita bayar dengan uang kita sendiri.

Setahu saya sih setiap kita diberi jatah untuk uang kesehatan. Jadi kalau misalnya sakit dan musti opname (pas gua PLPG kejadian nih ada yang tengah malem dibawa dan opname di RS terdekat), kayaknya udah ditanggung sama negara, deh. Gak usah khawatir. Gak seperti cerita-cerita di blog sampai ada yang mati karena jatuh sakit saat PLPG. Buset, dah!!

2. Berkas-berkas.

Bawa surat-surat yang mungkin dibutuhkan misalnya ijaazah atau fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir. SK dari pengangkatan sampai SK mengajar karena takutnya tiba-tiba diminta. Pekerjaan-pekerjaan kita seperti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), silabus, prosem, dan lain-lain. Bawa juga dalam bentuk file-nya kalau punya. Juga foto diri.

3. Buku-buku pendukung.

Ingat, nanti dua hari terakhir akan ada yang namanya peer teaching. Mulai hari ke-4 kita akan banyak tugas dari mulai PTK sampai RPP jelas kita butuh buku pendukung baik buku pelajaran sekolah maupun buku lain. Saran dari saya, sebelum berangkat, carilah ebook dan file pdf-nya saja. Jadi mengurangi beban bawaan banget, tuh!

Maklum, kebiasaan traveling sana-sini. Jadilah apa-apa gua selalu cari gimana praktisnya yan mengurangi beban bawaan, hehe…

4. Laptop.

Ada guru-guru yang diberitahu oleh kepala dinasnya kalau dia tidak perlu bawa laptop/notebook!

Serius ini!

Salah satunya saya!

Kepala dinas gua wanti-wanti kalau kita gak usah bawa laptop!

Ah, nonsense! Bawa itu laptop! Itu salah satu benda yang sangat dibutuhkan.

Memang ada yang diberitahu bahwa nanti tulisan tangan menjadi salah satu nilai tersendiri. Maksudnya, jika tugas-tugas kita kerjakan pakai tulisan tangan, itu artinya nilai kita akan lebih bagus. ITU TIDAK BENAR!

Saat PLPG, justru kebanyakan dosen senangnya kita mengumpulkan tugas yang dikerjakan dengan komputer, dan bukan dengan tulisan tangan. Bahkan ada dosen yang minta file-nya juga sekalian. Mungkin aja kepala dinas kita itu orangnya kolot bawaannya curiga sama pekerjaan yang dikerjakan dengan komputer karena takut hanya copy-paste, atau emang aja males belajar lagi. Tapi ingat kita tuh pas PLPG nggak berhadapan dengan kepala dinas, tapi dengan dosen.

Dosen itu pendidik. Orang-orang yang ngeh banget sama perkembangan zaman. Lo kira mereka hepi musti ngoreksi kerjaan yang ditulis tangan?

Yah, walaupun memang, tulis tangan tidak akan mengurangi nilai sepertinya. Banyak dosen yang jauh lebih muda daripada guru-guru yang mereka ajar, jadi mereka pun nampaknya cukup mengerti dengan guru-guru tua yang agak ribet sama komputer dan memilih ngerjakan tugas dengan tulisan tangan saja.

Mengenai kelulusan nantinya, gak ngaruh mau dikerjain pake laptop atau tulisan tangan. Lagipula, limapuluh persen tugas kita itu tugas kelompok yang butuh kerjasama dan presentasi di depan kelas. Selama presentasi, kita dipersilahkan, atau justru dianjurkan, untuk menggunakan alat-alat bantu pembelajaran yang tersedia di dalam kelas misalnya infocus. Bahkan kelompok saya sempat membuat dan memutar video animasi untuk presentasi tugas maupun saat peer teaching.

5. Terminal.

Apa, yah, namanya. Itu loh colokan yang banyak itu. Naaaaah, kita kudu musti harus bawa minimal satu, men! Sebab di kamar hotel maupun di kelas, itu colokan terbatas. Kalau yang di kelas, malah udah habis buat peralatan kelas kayak laptopnya dosen, infocus, speaker, dan lain-lain sebagainya.

Nanti kalau lagi asik-asik bikin PTK trus laptop lo kehabisan batre gimanaaa?

Yang lain juga bawa laptop bahkan sampai printer-printer, dah segala betebaran di kelas. Jadi, jadi, jadi….bawalah itu colokan kabel minimal satu orang satu!

Lo juga bakal butuh buat ngechas hape di kamar, kan?

6. Printer.

Mungkin lo gak perlu bawa printer (karena bisa nebeng kalo lo beruntung ada yang bawa). Eh, salah, deh….

7. Printer lagi.

Lo sebaiknya bawa printer, ngerinya kalau di kelas lo cuman dikit yang bawa printer. Lo kebayang kan kalo sekelas ada 35 orang yang bawa printer hanya satu. Itu printer bisa ambek-ambekan nantinya. Tapi kalau lo gak punya printer, minimal lo bawalah kertas satu atau dua rim. Kalaupun gak dipake, lo bisa jualan kertas di sono. Dan pasti laku, hehe…

Gak, gak, maksud gua, yaa kalo lo gak bawa printer, palin enggak, lo bisa sumbang-sumbang kertas, lah. Atau bawa tinta! Minimal, lo musti inget untuk ingetin temen-temen nantinya buat patungan ‘ngasih’ ke yang punya printer.

Gua bilangin, ya. Itu nantinya, orang yang punya printer bakalan jadi salah satu orang paling tertekan saat PLPG. Awalnya dia hepi-hepi aja dimintain tolong numpang print, atau bahkan menawarkan segala. Tapi kita tuh 10 hari di sono. Lama-lama, yakin deh, bete juga. Dari mulai dia pun khawatir printernya bakal rusak (karena banyak yang rusak di sana) atau dirinya pun merasa terganggu.

Lo bayangin jam 12 malem udah kecapean mau tidur masih digedor-gedor mau numpang nge-print. Beneran, gua bisa bilang gini karena pas gua PLPG, temen sekamar gua yang bawa printer, tapi gua ikutan kebawa setres!

Buat elo yang bawa printer, jangan sok-sok-an nawarin ‘kalau nanti ada yang butuh ngeprint, dateng ke saya aja, ya’.

Gak perlu ditawarin nanti juga semua mohon-mohon numpang ngeprint ke elo. Nanti juga elo yang akhirnya akan merasa bete sendiri. Jangan dipendam, bilang aja blak-blakan: Mau ngeprint di tempat gua lo musti ikut patungan beliin tinta! Gitu! Gak semua orang itu sifatnya gak enakan.

8. Bahan ajar dan alat-alat tulis.

Nanti hari ke-8 dan 9, kita ada acara peer teaching. Saat peer teaching ini, kebanyakan akan mempersiapkan metode mengajar yang kreatif. Nah, jadi, persiapkan bahan-bahan yang mungkin akan dibutuhkan. Misalnya lo mau bawa segala macam bibit-bibit tanaman, ya bawa itu bibit.

Lo mau cari dimane di hotel?

Kalau butuh gambar manusia utuh, bawa saja sudah jadi. Segala macam karton, spidol, bahkan teman sekamar saya bawa banyak sekali cokelat, kue-kue, dan permen-permen untuk matematika.

9. Pakaian.

Ini termasuk minimal dua baju resmi buat ngajar. Kayaknya kalo guru PNS kebanyakan bawa seragamnya, tapi kalau selain PNS bawalah pakaian resmi.

Beberapa guru yang dari sekolah-sekolah swasta model sekolah alternative seperti sekolah alam yang kalau ngajar pake kaos oblong celana jeans pun mereka tetap membawa pakaian resmi khusus buat akting ngajar di PLPG. Pakaian sehari-hari juga penting. Bawa jaket kalau-kalau nanti butuh.

10. Obat-obatan pribadi.

Walaupun ada bagian kesehatan panitia dan kita bisa minta obat, gak menutup kemungkinan obat yang kita butuhkan justru habis! Saat seperti itu, pasti bakal banyak yang tau-tau ngerasa gak enak badan. Pasti deh obat flu atau tolak angin direbutin.

Musti kudu wajib bawa vitamin.

Buat yang punya penyakit yang khusus misalnya epilepsi alias ayan gitu, selain obat kita juga musti kasih tahu panitia. Jadi mereka sudah siap-siap jikalau kita tiba-tiba kejang-kejang.

Oh, ya, kalau di hotel biasanya kan ada kulkas, jadi buat ibu-ibu yang sedang menyusui, bawa saja pompa asi-nya. Rekan saya ada yang tiap hari dia tetap menyimpan asi-nya di freezer. Dia sendiri gak tahu sih nanti bakal kepake atau tidak, tapi katanya mengurangi derita batin karena merasa bersalah musti ninggalin bayinya selama 10 hari.

11. Buat gua ini penting, bawa benda-benda rekreasimu sendiri.

Lo bakalan terkurung selama 10 hari belajar bikin ini itu. Emang lo mau setres di sono? Beneran, loh! Temen sekelompok gua ada yang setres. Mendadak nangis-nangis minta pulang pas malam ke sembilan. Padahal dia udah bapak-bapak beranak satu! Orang yang di rumah biasa ngerokok setengah bungkus sehari, di sono bisa lebih dari satu bungkus sehari! Itu kata si Mischa yang ternyata doyan ngerokok. Emang sih di kamar ada tivi, tapi menurut gua, itu bukan peredam setres. Kita butuh benda yang bisa bikin pikiran kita pergi sementara dari situ. Buat gua, buku dan PSP. Walaupun munggkin dibilang aneh-aneh aja bawa barang ‘gak berguna’, yaaa, mayanlah buat bikin nyaman.

NB: Foto nyedot dari internet, ya..

2 thoughts on “Sertifikasi Guru IV: Harus dibawa Saat PLPG

    • lcd maksudnya apa? In focus? Kalo in focus biasanya ada di setiap kelas. Tapi pas microteaching, satu kelas dibagi tiga. Jadi kesepakatan aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s