Janji Tidak Nangis

Suatu kali, saya sedang di lapangan memperhatikan anak-anak saya sedang bermain laaa…. lalu tiba-tibaaa… Ups! Bola yang sedang ditendang anak saya melambung jauh dan berakhir menyerempet dengkul salah satu anak kecil yang sedang berdiri di pinggir lapangan.

Anak itu terjatuh.

Tentu saja kami jadi merubung anak kecil itu yang hebuatnya, dia tidak menangis!

Tapi mukanya mengernyit menahan sakit.

Anakku yang menendang bola itu segera meminta maaf, dan membantu memapah anak kelas satu laki-laki yang terkena bola.

Teman-temannya, anak lelaki kelas satu, megikuti sambil mengingatkan:

‘Firza jangan nangis…. Jangan nangis, ya…’

‘Iya. Firza, kuatkan dirimu. Jangan nangis..’

Firza enggak apa-apa, kok. Nggak berdarah. Jangan nangis, ya… Kita kan udah berjanji sama Bu Desi supaya gak nangis hari ini.’

Eh? What? Janji supaya gak nangis?

*nyengir*

Okey, okey, sebelumnya, saya akan memberikan informasi bahwa si Firza tidak apa-apa. Tidak luka gores atau yang lebih parah. Hanya kaget saja dan jatuh pastilah, sedikit sakit. Saya ingin sedikit menceritakan tentang janji tidak menangis ini.
Jadi kelas satu laki-laki, seperti selayaknya anak lelaki, semuanya pecicilan tapi sedikit-sedikit menangis. Kadang setelah menangis langsunglah berubah menjadi ngembek atau ngamuk.

Doh, walikelas satu laki-laki, yaitu Bu Desi yang juga pecicilan dan ngocol abis itu (Beneran, deh, lo ngobrol sama si Desi berapa menit aja pasti ngakak gak jelas) lama-lama ribet juga, kan. Ini anak-anaknya kerjaannya tiap hari nangiiiiiiiis mulu.

Ada-ada ajalah….

Sampai itu kelas dijuluki kelas sensitip, cuy!

Nah, pada suatu pagi, entah dapat ilham dari mana, saat membariskan anak-anak di depan kelasnya, Bu Desi tiba-tiba bersuara lantang.

SAYA BERJANJI!

Anak-anaknya bengong.

‘Hey, hayo ikutin, doooooong…’

SAYA BERJANJI!

Anak-anak ikut-ikutan berteriak-teriak.

(SAYA BERJANJIIIIIII)

AKAN MENJADI ANAK YANG SHOLEH

(AKAN MENJADI ANAK YANG SHOLEEEEEEEEH)

MAU MENULIS

(MAU MENULIIIIS)

TIDAK MARAH MARAH

(TIDAK MARAH MARAAAAH)

MENGHABISKAN MAKAN SIANG

(MENGHABISKAN MAKAN SIAAAAAAANG)

BERUSAHA SABAR

(BERUSAHA SABAAAAR)

DAN TIDAK MENANGIS HARI INI

(DAN TIDAK MENANGIS HARI INIIIIIII)

Kebayang dong saat kita semua mendengar janji itu, jadilah senyum-senyum geli. Etapi ternyata cukup manjur, loh. Kelas satu ikhwan tidak cengeng lagi.

One thought on “Janji Tidak Nangis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s