Tersinggung?

Ini ceritanya kita di tengah-tengah acara classmeting. Seorang anak, anggap aja namanya Redo, anakku, keluar kelas tempat lomba spelling bee diadakan.

Hey, Redo. Gimana lombanya?

‘Hancur, Bu. Sepertinya aku kalah. Dan sepertinya aku bikin Bu Guru Juri tersinggung.’

Oh, ya? Tersinggung kenapa?

‘Kan, gini,’ dia mulai memeragakan kembali semua yang terjadi di dalam kelas. ‘Nah, trus, saya gak tahu, tuh, Bu. Bu Gurunya tetep senyum-senyum ke saya. Lalu saya jawab, eh Bu Gurunya menghela nafas.’

Menghela nafas kayak gimana? Emang kamu ngomong apa, sih, kok Bu Guru Tersinggung?

‘Gak ngomong apa-apa, Bu. Begitu aja. Trus Bu Gurunya tersinggung sebab saya gak berhasil jawab.’

…..

Bu Gurunya tersinggung karena kamu gak berhasil jawab?

‘Iya, Bu. Kayaknya Bu Guru ngarepin aku bisa, tapi ternyata gak bisa. Yaudah, deh, Bu Gurunya tersinggung.’

Yaelah, Redo. Itu bukan tersinggung namanya. Tapi kecewa.

‘Oooo… oh, iya, Bu. Kecewa!’

Ya, jadi Bu Gurunya kecewa kamu gak berhasil jawab. Soalnya Bu Guru mengharap kamu bisa jawab, tapi ternyata tidak bisa.

Okey, Bu. Kecewa, ya..

Well, jangan tersinggung saat anak kecil mengatakan sesuatu hal. Mereka kadang belum ahli meletakkan kata yang tepat pada kalimat yang mereka maksudkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s