Six Suspects

Never judge a man’s actions until you know his motives

Ini kisah pembunuhan, genre yang selalu menjadi pilihan pertama bahan bacaan saya. Kedua, penulisnya orang India dan bersetting di India. Itu juga salah satu daya tarik bagi saya.

Eits, jangan salah, saya bukan penggemar kisah-kisah India dalam bentuk film apalagi sinteron. Gak ada satupun film India atau sinetron India yang saya suka—dan karena itu saya ogah nonton. My Name is Khan ataupun Tiga Idiot yang kata orang bagus pun saya baru nonton seperempat jam udah ngantuk berat. Jangan masupin Slumdog Millionaire, deh. Itu kan film Hollywood besutan Danny Boyle, sama kayak Life of Pi yang dari novelnya yang bikin orang Kanada filmnya dibikin Hollywood disutradarai orang Cina.

Tapi buku India, itu lain soal.

Dari jaman Apparajito-nya Barneji sampe The God of Small Things, saya selalu menyukai novel India khususnya karya moderennya. Karena itulah Six Suspects dengan tanpa ragu saya ‘klik’ beli dari toko buku online tempat saya membeli. Baru ngeh kemudiannya kalau ini adalah karya Vikas Swarup. Itu, loh, yang nulis Slumdog Millionaire.

Buku ini terbagi menjadi enam bagian yang langsung ngingetin saya dengan Tokyo Zodiac Murder, namun ketika mulai membacanya saya malah jadi kayak baca proposal atau makalah, hehe.. Kalau seringnya baca buku susah membayangkan bagaimana jika dibuat film, kisah ini justru dari awalnya kita langsung seakan berada di dalam sebuat film.

Bagian-bagian buku ini adalah sebagai berikut:
1. Pembunuhan
2. Tersangka
3. Motif
4. Bukti
5. Solusi
6. Pengakuan

Pada bagian pertama, kita langsung disodorkan sebuah kasus pembunuhan. Vicky Rai, anak menteri yang kelakuannya sama bejatnya seperti bapaknya ini ditembak mati. Sebelumnya Vicky membunuh Ruby Gill, seorang mahasiswa S3 yang bekerja paruh waktu sebagai bartender, hanya karena Ruby menolak menyajikan minuman kepadanya. Sederhana saja, saat itu jam kerja Ruby sudah habis. Dan si calon doktor ini menolak untuk melonggarkan aturan kepada seorang putera pejabat. Jadi dia dihabisi saat itu juga dihadapan orang banyak. Kasus ini yang kisahnya sungguh klise—seorang mahasiswa cemerlang yang miskin dibunuh oleh anak orang kaya yang brengsek–tentunya menggugah masyarakat India yang emang aja dari jaman Bhisma masih belajar jalan juga udah melodrama orang-orangnya.

Bagi Vicky, tentu, itu bukan hal yang terlalu dirisaukannya. Seumur hidup, ayahnya yang berkuasa dan bergelimang harta selalu dapat membuatnya lolos dari tangan hukum. Dan tentu saja kali ini pun dia lolos. Pengadilan menyatakan dirinya tidak bersalah. Pada pesta perayaan kemenangan dirinya di pengadilan, Vicky ditembak mati. Polisi menahan enam orang tersangka pembunuhan ini: seorang birokrat korup, seorang aktris, seorang pemuda suku pedalaman, seorang turis asal Amerika, seorang pencuri ponsel, dan seorang politisi ambisius.

1. Birokrat korup: Mohan Kumar

Dari enam tersangka yang dikisahkan, menurut saya orang ini yang ceritanya paling bikin ngakak. Mantan pejabat tinggi negara yang korup ini rasanya seakan sudah jatuh ketiban-tiban tangga. Selepas kehilangan jabatan—dengan terhormat—Mohan diajak selingkuhannya untuk menghadiri acara pemanggilan roh Mahatma Gandhi. Dan pada saat itulah kehidupannya berubah menjadi awut-awutan. Kecelakaan terjadi pada acara tersebut sehingga dia kerasukan roh Gandhi.

Haduh…

Mungkin juga dia hanya mengalami post power syndrome, atau mungkin juga kepribadian ganda, yang pasti, bukan hanya Mohan Kumar yang kehidupannya mengalami jungkir balik, tapi semua orang yang ada di dekatnya juga. Suatu saat dia menjadi orang suci vegetarian mengharamkan alcohol meninggalkan sex menghambur-hamburkan uang untuk membantu orang lain–yang istrinya bukan sedih atau marah tapi justru sangat bahagia dengan perubahan suaminya ini–tau-tau berubah kembali menjadi pribadi yang serakah dan pelit kemudian ngamuk tak terkendali saat mengetahui seluruh tabungannya sudah terkuras disumbangkannya beberapa hari yang lalu.

2. Aktris: Shabnam Saxeena

Shabnam Saxeena adalah salah satu aktris top India. Dari enam orang ini saya kira ini tokoh yang paling mengambil hati. Dia cantik dan juga berbakat. Shabnam bukan berasal dari kalangan berpunya bahkan justru sebaliknya, dia berasal dari keluarga pas-pasan yang berhasil meniti karir sampai sukses dan terkenal.

Pada suatu hari, Shabnam merasa terpanggil untuk menolong seorang gadis muda yang berwajah dan tubuh sangat mirip dengan dirinya, namun memiliki kehidupan yang mengingatkannya pada masa-masa susahnya dahulu.

Awalnya, rencana dia sederhana saja: ingin memberikan gadis malang ini pekerjaan sebagai pembantu di rumahnya. Namun akhirnya, keadaan semakin tidak dapat dia kendalikan saat orang yang ditolongnya menipu dan merampas semua yang dimilikinya, termasuk harga dirinya. Demi adik dan orangtuanya, Shabnam terpaksa harus pula menjual diri kepada seorang anak pejabat.

3. Pribumi: Eketi

Eketi, seorang anak suku Onge di Kepulauan Andaman, yang ditugaskan mencari ingetayi, sebuah batu laut yang dikeramatkan berusia ribuan tahun dan dipercaya sebagai dewa pelindung suku tersebut. Atas perintah Nokai, sang dukun suku, Eketi melakukan perjalanan ke daratan India untuk mencari batu tersebut.

Tentu perjalanan Eketi ini tidak berlangsung dengan mulus. Rasanya seperti kita mengikuti langkah kaki Nixau, seakan tanpa arah memercayakan kepada nasib yang akan membawanya kembali ke tujuan semula dan pertemuan dengan cinta.

4. Turis: Larry Page

Okeh, okeh, kalo dibilang turis itu memang tidak tepat sebab Larry datang ke India bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk menikah.

Ini orang bukan pendiri Google, tapi nampaknya kesamaan nama dengan orang yang tersohor itu lebih banyak membuatnya sengsara daripada menguntungkannya. Ditambah lagi, si Larry Page yang ini bukan orang yang cerdas serta mengidap sindrom Howard the Big Bang Theory: apa-apa tanya mamanya.

Si Larry yang sedang mencari pasangan hidup ini pada suatu waktu menyebar surat melalui sebuah biro jodoh. Seakan kejatuhan bintang saat salah seorang yang membalas suratnya ternyata seorang perempuan yang cantik jelita dari India. Kehidupan si cantik yang mengaku bernama Sapna Singh sungguh perjuangan yang berat. Larry sampai melakukan berbagai macam cara untuk membantunya. Setelah beberapa waktu hanya bertukar surat dan foto diri, Larry memberanikan diri pergi ke India untuk menikahinya. Sebelum bahkan turun dari pesawat dia sadar bahwa dia adalah korban penipuan. Foto yang dikirimkan kepadanya adalah foto aktris terkenal Shabnam Saxeena yang diproduksi masal dan dijual dimana-mana di India.

Nah, kalo si Eketi kayak Nixau, si Larry Page ini hidupnya udah kayak Forest Gump, men! Ada-ada ajalah dari digebukin demonstran sampe diculik anak buah Osama bin Laden segala!

5. Pencuri ponsel: Munna Mobile

Munna bukan orang jahat, dia hanya memiliki kehidupan yang tidak menguntungkan. Keluarganya super miskin. Ayahnya tewas tertabrak oleh anak seorang pejabat yang mengendarai mobil ugal-ugalan. Ibunya adalah seorang penganut Hindu yang taat dan bekerja sebagai kebersihan di kuil setempat. Namun, walaupun mereka miskin, sang ibu ternyata masih memiliki kemurahan hati untuk mengangkat anak seorang perempuan muslim yang buta dan wajahnya rusak.

Munna, walaupun miskin, namun dia berhasil sekolah sampai memiliki gelar sarjana—yang nampaknya sama berharganya dengan ijazah SMA kalo di kita. Dari pengamen sampai menjadi pencuri spesialis ponsel. Munna pernah tobat dan mencoba kerja jujur, namun akhirnya menyerah dan kembali menjadi pencuri ponsel.

Pada suatu kali, ponsel yang baru saja dia curi mengirimkan SMS yang mencurigakan. SMS itu justru diikuti yang membawanya ke sebuah koper berisi uang yang kalo dirupiahin sekitar 150 milyar!

Dasar cerita India lebay banget! 150 milyar udah kayak angka di APBD! Gede bener, boi! Dapet berapa UPS, tuh!

Munna yang seumur hidup miskin sampai kebingungan sendiri ini uang buat apa aja, ya?

6. Politisi: Jaganath Rai

Ini orang bapaknya si Vicky. Politisi yang menjijikan dan melakukan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan. Semua-muanya yang berkaitan dengan orang ini sungguh menyebalkan termasuk orang-orang di sekitarnya yang disebutnya sebagai kawan. Memfitnah sudah hal yang biasa, dan begitu juga pembunuhan apalagi penyuapan. Selain sebagai politisi yang korup—yang ironisnya bagi masyarakat dia hanya politisi biasa yang punya anak gak bisa diatur—orang ini juga memiliki bisnis-bisnis yang illegal.

Dibalik sepak terjangnya, Jaganath menyimpan kekecewaan terhadap kedua anaknya. Anak sulung sekaligus kesayangannya, Vicky, tidak pernah berhenti membuat masalah. Sementara anak bungsunya justru terlalu sederhana. Si bungsu yang merupakan sumber kekecewaannya ini menolak mati-matian bertindak sesuai ‘kelasnya’.

Pada bagian kedua, kisah-kisah ini nampaknya tidak saling berkaitan. Namun, mulai bagian ketiga barulah cerita mulai menjurus ke satu arah. Dari yang awalnya seakan tidak ada hubungannya sama sekali, sampai kepada bahwa semua orang ini memang memiliki motif yang sangat kuat untuk membunuh Vicky dan juga kesempatan yang cukup besar. Sampai pada akhir, saya kira, hanya motif dan kesempatan memang tidak cukup menjadikan kita sebagai pelaku kejahatan. Harus juga ada niat bahwa kita memang ingin membunuh orang tersebut

What would I do with all that wealth? Eventually a man just needs six feet of cloth for his shroud.

Vikas Swarup

Vikas Swarup

Kisah ini banyak memiliki lubang menurut saya. Dari awal saja misalnya, kenapa polisi India itu selalu digambarkan bodoh, sih? Maksud saya, ini yang ditangkap dan dijadikan tersangka kok hanya enam orang? Karena enam orang tersebut kedapatan membawa senjata? Lah, kan kalo emang ngebunuh, ngapain juga senjata masih dibawa-bawa. Lagian, apa kabar uji balistik? Terus, kenapa pula di pestanya anak pejabat bisa-bisanya ada orang-orang yang bawa senjata. Emang gak diperiksa?

Vikas Swarup sendiri merupakan seorang politisi. Dia konsul India untuk Jepang di Kobe. Kenyataan bahwa dia menulis tentang para politisi dan polisi India yang korup dan pemalas bikin saya terheran-heran. Sebab karyanya sebelum ini, Slumdog Millionaire pun mendapatkan protes keras di negaranya, tapi tidak mempengaruhi karir politiknya, ya? Salut untuk India!

Baidewei, walaupun ada beberapa lubang, tapi ini kisah yang pada akhirnya memperdaya, euy! Bukan Cuma tebakan saya salah, tapi saya sampe keder juga diombang-ambing pada akhirnya.

One thought on “Six Suspects

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s