Dari The Missing Sampai Kindaichi Case File

Tahun 2015, sama dengan tahun sebelumnya, saya menargetkan diri saya sendiri untuk berhasil menamatkan 40 buah buku. Alasan kenapa saya menargetkan diri saya sendiri jumlah yang sama simple aja: tahun kemarin saya tidak dapat melampaui target itu. Maka saya setel batasnya sama. Daaan, yah, nasibnya sama juga, sih. Saya masih belum berhasil melewati batas tersebut.

Bukan maksud apa-apa, sebenernya. Mungkin hanya kurang kerjaan saja. Atau apalah, ya. Tapi yang jelas, terkadang saya agak terganggu dengan kenyataan bahwa itu buku-buku saya sudah menumpuk dengan jumlah koleksi yang sudah melampaui koleksi buku bacaan di SD tempat saya mengajar (buku bacaan, loh, ya. Bukan koleksi plus referensi de el el).

Agak capek juga karena barang-barang di ruangan saya musti digeser terus-terusan demi buku-buku itu (Sampe lemari pakaian saja ngalah dengan rak buku).

Orang-orang di sekitar saya juga selalu ‘rese’ komentar bahwa saya selalu terlihat sedang membaca. Dari mulai heran, kadang ada yang melihat dengan pandangan kagum gitu yang dengan segera berubah jadi, seperti semua orang di sekitar saya nampaknya, jengkel. Teman serumah saya berkali-kali bertanya (entah serius entah nanya karena terlalu sewot saja) tentang berapa buku sih sebenarnya yang saya tamatkan setiap tahunnya??!!!

*Uh, bawel!!*

Dan saat itulah saya mulai menghitung melalui Goodreads.

Saya cukup terkejut saat menemui hasilnya: bahkan gak melampaui 40 buku pertahun, kok! Gak banyak-banyak amat!

Tentu yang saya hitung adalah buku yang berbentuk novel dan buku nonfiksi. Saya tidak menghitung dua majalah langganan saya perbulan (National Geographic dan Cinemags), juga buku-buku yang bentuknya komik ataupun buku-buku pelajaran sekolah atau kuliah. Atau lebih tepatnya, komik tidak saya hitung sebelumnya.

Eniwey, tahun ini, saya berhasil menamatkan 34 buku, yaitu:

Januari (7 Buku)

1. The Missing karyaChris Money (9-12 Januari 2015)
2. 3360 karya Daniel Mahendra (3-13 Januari 2015)
3. Kemayoran karya Nh Dini (21-23 Januari 2015)
4. The Twits karya Doald Dahl (104 Halaman/17- 19 Januari 2015)
5. The Casual Vacansy karya JK Rowling (593 Halaman/5-14 Januari2015)
6. Padang Bulan karya Andrea Hirata (18 Januari 2012-29 Januari 2015)
7. Cinta dalam Gelas karya Andrea Hirata (29 Januari 2015 – 4 Februari 2015)

Februari (2 Buku)

8. Gone Girl (555 Halaman/20-22 Februari 2015)
9. Jalan Raya Pos, Jalan Deandels karya Pramoedya Ananta Toer (148 Halaman/23-25 Februari 2015)

Maret (2 Buku)

10. Six Suspect (662 Halaman/25 Februari-14 Maret 2015)
11. Segurat Bianglala di Pantai Senggigi karya Mira W (286 Halaman/22 Februari-30 Maret 2015)

April (1 Buku)

12. The Silkworm karya Robert Galbraith (455 Halaman/16 Oktober 2014-20 April 2015)

Mei (2 Buku)

13. Jepun Negerinya Hiroko karya Nh Dini (372 Halaman/2 Mei 2015)
14. Batavia Kota Banjir karya Alwi Sahab (203 Halaman/2-15 Mei 2015)

Juni (3 Buku)

15. Ayah karya Andrea Hirata (412 Halaman/12-17 Juni 2015)
16. Topi Topi Centil karya Hilman (128 Halaman/17 Juni 2015)
17. Bangun Dong Lupus karya Hilman (144 Halaman/21-22 Juni 2015)

Juli (4 Buku)

18. Student Hijo karya Marco Kartodikromo (140 Halaman/30 Mei-8 Juli 2015)
19. Dari Ngalian ke Sendowo karya Nh Dini (292 Halaman/6-8 Juli 2015)
20. Uncle Tom’s Cabin (612 Halaman/10-18 Juli 2015)
21. To Live karya Yu Hua (224 Halaman/19 Juli 2015)

Agustus (0 Buku)

September (1 Buku)

22. Go Set A Whatchman karya Harper Lee (188 Halaman/17-22 September 2015)

Oktober (0 Buku)

November (7 Buku)

23. A Game of Thrones (835 Halaman/21 Agustus-24 November 2015)
24. While Light Last karya Agatha Christie (220 Halaman/3 Oktober-25

November 2015)

25. Life of Pi karya Yan Martell (446 Halaman/4 Oktober-25 November 2015)
26. Bakuman 1 (192 Halaman/9 November 2015)
27. 47 Ronin (280 Halaman/6-12 November 2015)
28. Bakuman 2 (9-15 November 2015)
29. Bakuman 3 (187 Halaman/15-18 November 2015)

Desember (5 Buku)

30. The Monogram Murders karya Sophie Hannah (320 Halaman/24 September 2014-22 Desember 2015)
31. The Girl on The Train karya Paula Hawkins (440 Halaman/22-23 Desember 2015)
32. Taken at The Flood karya Agatha Christie (348 Halaman/24-26 Desember 2015)
33. Death Comes as The End (277 Halaman/24-30 Desember 2015)
34. Kindaichi Case File: Pembunuhan di Ruang Chindamari dan Pembunuhan Festival SMA Fudo (200 Halaman/30-31 Desember 2015)

Melihat dari catatan diatas (sumpah saya iseng banget bikin kayak ginian), ada beberapa bulan saat intensitas saya membaca saya tingga, ada yang malah sama sekali tidak ada catatan bukunya.

Maklum, bulan Agustus kan awal tahun ajaran dan oktober adalah bulan deadline segala kerjaan administrasi guru yang berupa kertas perencanaan, segala proposal kegiatan, dan berkas-berkas setinggi nyaris sampai lutut saya saat iseng saya ukur. Walaupun tetap saja selalu ada waktu yang saya sisihkan untuk baca, tapi toh saya tidak menyelesaikannya.

Buku paling menarik yang saya baca sepanjang tahun 2015 adalah To Live karya Yu Hua. Sampai nanis-nangis sek-sek-kan saya membacanya! Sampai tidak dapat saya letakkan sama sekali. Hanya dalam beberapa jam, saya langsung menamatkannya.

Tiga buku lain yang saya selesaikan dalam waktu beberapa jam saja, bukan berarti memang menyenangkan bacanya. Hanya cepat saja. Contohnya Jepang Negerinya Hiroko dan Topi-Topi Centil. Dua-duanya cepat selesai karena mudah. Bakuman cepat saya selesaikan karena itu manga, dan ternyata kurang begitu menarik menurut saya. Agak kesal karena saya sudah terlanjur membeli 3 buku. Bagaimanapun, hanya karena karya sebelumnya (Death Note) bagus dan semua orang bilang Bakuman keren, bukan berarti memang saya akan menyukainya.

Buku paling tidak berkesan, tidak menyenangkan, bikin saya garuk-garuk kepala ingin cepat selesai adalah Student Hidjo . Ealah, saya membayangkan bakal membaca yang agak seperti Bumi Manusia-nya Pramoedya Ananta Toer ternyata saya malah kebingungan baca ini.

Lima buku yang saya baca tahun 2015 dan itu bukan pertama kali saya baca adalah Jalan Raya Pos, Jalan Raya Deandels, Segurat Bianglala di Pantai Senggigi (Tetep ketawa ngakak bacanya kayak pertama kali baca aja), Uncle Tom’s Cabin, Life of Pi, dan 47 Ronin.

Memecahkan rekor sebagai buku terlama saya baca adalaaaah…Padang Bulan! Dari tahun 2012, cuy! Baru selesai 2015, hehehe… Buku yang cukup lama juga adalah The Monogram Murder. Ini buku sampai 3 kali saya ulang baca dari pertama saking bikin saya tersesat di tengah halaman!

Iklan

Satu pemikiran pada “Dari The Missing Sampai Kindaichi Case File

  1. kindaichi case filenya yang light novel ya kak ? bahasa apa ? beli dimana ? aku nyari yang light novel, tapi belum nemu yang bahasa indonesia atau inggris… makasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s