Dari The Missing Sampai Kindaichi Case File

Tahun 2015, sama dengan tahun sebelumnya, saya menargetkan diri saya sendiri untuk berhasil menamatkan 40 buah buku. Alasan kenapa saya menargetkan diri saya sendiri jumlah yang sama simple aja: tahun kemarin saya tidak dapat melampaui target itu. Maka saya setel batasnya sama. Daaan, yah, nasibnya sama juga, sih. Saya masih belum berhasil melewati batas tersebut.

Bukan maksud apa-apa, sebenernya. Mungkin hanya kurang kerjaan saja. Atau apalah, ya. Tapi yang jelas, terkadang saya agak terganggu dengan kenyataan bahwa itu buku-buku saya sudah menumpuk dengan jumlah koleksi yang sudah melampaui koleksi buku bacaan di SD tempat saya mengajar (buku bacaan, loh, ya. Bukan koleksi plus referensi de el el).

Agak capek juga karena barang-barang di ruangan saya musti digeser terus-terusan demi buku-buku itu (Sampe lemari pakaian saja ngalah dengan rak buku).

Orang-orang di sekitar saya juga selalu ‘rese’ komentar bahwa saya selalu terlihat sedang membaca. Dari mulai heran, kadang ada yang melihat dengan pandangan kagum gitu yang dengan segera berubah jadi, seperti semua orang di sekitar saya nampaknya, jengkel. Teman serumah saya berkali-kali bertanya (entah serius entah nanya karena terlalu sewot saja) tentang berapa buku sih sebenarnya yang saya tamatkan setiap tahunnya??!!!

*Uh, bawel!!*

Dan saat itulah saya mulai menghitung melalui Goodreads.

Saya cukup terkejut saat menemui hasilnya: bahkan gak melampaui 40 buku pertahun, kok! Gak banyak-banyak amat! Baca lebih lanjut

Iklan